Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYANYI sekaligus penulis lagu Jaz Rowe membeberkan bahwa curahan hati (curhatan) teman-temannya menjadi inspirasi untuk membuat lagu yang berjudul Tiba-Tiba Bilang Sayang.
"Aku pikir ya aku juga pernah mengalami ini, aku juga sering dengar curhatan tentang ini dari teman-teman," kata Jaz, dikutip Rabu (16/7)
Perempuan bernama asli Jazmine Rowe itu bercerita beberapa dari temannya suka dengan satu pria. Namun, pria itu tiba-tiba langsung menyatakan perasaan setelah mengetahuinya.
Situasi itu justru membuat teman-teman Jaz bingung dan jadi menarik diri untuk tidak melanjutkan perasaan suka tersebut.
"(Kejadian) itu sering sekali ya, jadi lebih ke sesuatu yang relatable (bisa diterima) yang pernah aku alami juga," kata Miss Earth Indonesia 2025 itu.
Terlalu cepat untuk jatuh cinta merupakan hal yang wajar dan pasti pernah dialami oleh banyak orang.
Perasaan yang tiba-tiba berganti dengan cepat, menggambarkan adanya perasaan tarik-mundur yang menarik untuk ditulis sebagai sebuah lagu.
Proses penggarapan lagunya pun melibatkan sejumlah pihak seperti penulis lagu Andre Dinuth dan Desmon Latif. Lagu itu juga turut dikerjakan oleh beberapa pihak, di antaranya, Bianca Nelwan sebagai direktur vokal, [roduser oleh Andre Dinuth dan Desmon Latif, mixing oleh Rayendra Sunito dan mastering> oleh Ian Charlie.
Pada proses pembuatan video musik, dia juga menambahkan unsur komedi yang menampilkan suasana jalanan Blok M yang penuh warna yang mencerminkan aktivitas sehari-hari dia yang suka berinteraksi dengan masyarakat melalui konten lucu dan menghibur.
Tiba-Tiba Bilang Sayang merupakan single kedua Jaz Rowe setelah single debut Tak Biasa pada 10 Januari 2025. (Ant/Z-1)
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Kelima ikon musik itu adalah Michael Jackson, Freddy Mercury, Whitney Houston, John Lennon, dan Elvis Presley.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Melalui liriknya, Wali menggunakan metafora dua peristiwa besar dalam sejarah Islam, Perang Badar dan Perang Uhud, untuk menggambarkan dinamika kehidupan masyarakat modern.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang kerap identik dengan perayaan momentum tertentu, Menuju Cahaya dari Marcell Siahaan justru menitikberatkan pada proses personal yang mendalam.
Sebagai pembuka dari edisi deluxe ini, Laufey telah merilis single terbaru berjudul How I Get.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved