Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH 12 tahun berhenti dari dunia musik, Maseja kembali menghiasi industri musik bersama Ruang Dimensi Records.
Maseja memutuskan untuk memulai kembali karier musiknya pada 2024 dengan merilis Di Antara dan Ilu Inu.
Pada Februari, Maseja merilis Hadirmu dan pada 13 Juni 2025 lalu, dia merilis Serasa Asmara bersama Latisha Diva.
Kini, Maseja kembali merilis single Berbeda Waktu.
Berbeda Waktu menceritakan tentang seseorang yang jatuh cinta yang selalu membayangkan dan mengharapkan agar bisa bersama, tetapi kenyataannya tidak bisa bersama karena seseorang ini sudah memiliki pasangan.
"Setiap orang dalam proses dan perjalanan cintanya pasti pernah merasakan ingin memiliki tapi tidak bisa bersama," ujar Maseja.
Lagu ini ditulis Maseja sendiri, dibantu oleh Racka dan Beraldy dalam proses produksi yang cukup singkat.
Berbeda Waktu juga merupakan single Maseja menuju mini album yang akan dirilis pada September 2025. (Z-1)
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Kelima ikon musik itu adalah Michael Jackson, Freddy Mercury, Whitney Houston, John Lennon, dan Elvis Presley.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Melalui liriknya, Wali menggunakan metafora dua peristiwa besar dalam sejarah Islam, Perang Badar dan Perang Uhud, untuk menggambarkan dinamika kehidupan masyarakat modern.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang kerap identik dengan perayaan momentum tertentu, Menuju Cahaya dari Marcell Siahaan justru menitikberatkan pada proses personal yang mendalam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved