Headline
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
KOLEKTIF elektronik SaladKlab merilis Extended Play (EP) atau album mini perdana berjudul No Wassap.
SaladKlab, yang terdiri atas empat musikus Tanah Air yakni, Coki (Gitaris NTRL), Fickry, Indra7, dan Bagusikalisasi, merilis album No Wassap berisi empat track.
Indra7 mewakili SaladKlab menyampaikan, awalnya, sebelum EP ini tercipta, Fickry dan Coki sudah terlebih dulu membuat dua track yang berjudul No Wassap dan Play Right, hingga berlanjut dari pertemuan intens mereka.
"Saat itu intensitas pertemuan kami berempat (Indra7, Bagus, Coki, dan Fickry) sedang lumayan sering, Fickry dan Coki menawarkan kepada gue dan Bagus untuk membuat remix dari masing-masing track yang sudah jadi tersebut. Prosesnya berjalan organik saja sebenarnya," ungkap Indra7, dalam keterangan pers. Selasa (17/6).
Album ini juga dirilis lewat Housetribe Recordings sebuah label asal Jepang yang fokus pada musik-musik berbasis elektronik.
Pemilihan No Wassap, yang diangkat menjadi tajuk EP merupakan saran dari label tersebut, yang biasanya sudah mengetahui pertimbangan potensi track untuk bisa masuk di chart digital streaming platform, seperti Beatport atau Traxsource, dan cocok dijadikan untuk judul
rilisan.
"Saat awal membuat project ini, kebetulan Fickry sudah pernah membuat beberapa rilisan sebelumnya dengan Housetribe Recordings, Jepang," terang SaladKlab.
"Jadi, saat proses pengerjaan EP ini selesai, label pertama yang ditawarkan memang langsung ke Housetribe, karena warna musik yang kami buat juga cocok dengan ciri khas dari label tersebut dan responsnya pun juga terbilang cepat," tambahnya.
Kolaborasi ini berawal dari project lagu EDM bergenre tech house yang dibuat oleh Fickry dan Coki (NTRL), yang saat itu telah memiliki dua lagu yang sudah jadi dan siap untuk dirilis.
Fickry dan Coki kemudian mengajak Bagusikalisasi dan Indra7 untuk berkontribusi sebagai remixer untuk project ini lewat ciri khas musiknya masing-masing.
Setelah Bagus dan Indra7 membuat versi remix dari EP (Extended Play) yang rencananya akan dirilis melalui label musik elektronik dari Jepang, Housetribe Recordings, komunikasi kemudian berlanjut untuk membuat kolektif ini menjadi lebih serius.
Proses pembentukan kolektif ini berlangsung lewat beberapa kali pertemuan, baik daring maupun bertemu langsung. Seiring waktu, ide untuk menjadikan proyek ini sebagai kolektif jangka panjang dengan konsep yang matang semakin menguat. Namun, saat itu pemilihan nama untuk kolektif ini belum tercetus.
Hingga momen penentuan nama itu terjadi ketika mereka berkumpul di studio Coki. Beberapa pilihan nama sempat diusulkan, hingga akhirnya nama SaladKlab menjadi pilihan yang disepakati bersama.
Nama SaladKlab sebetulnya tercipta secara tidak sengaja. Berawal dari obrolan ringan soal makanan, yang pada saat itu Coki sedang dalam kondisi harus mengonsumsi makanan sehat dan Bagus mengusulkan ide secara spontan untuk memesan salad dan disetujui oleh mereka.
Dari situ mereka saling mengetahui kalau ternyata di balik pola makan kami yang terbilang cukup "asal-asalan", ternyata semuanya penikmat salad.
Ke depan, SaladKlab akan terus fokus melepas track-track elektronik dengan keunikan masing-masing personel mereka. Sebagaimana salad yang terdiri atas berbagai jenis sayuran, tergabung dalam sebuah entitas tanpa harus melepas karakter 'rasa' masing-masing. (Ant/Z-1)
Proses penulisan lagu Newsflash dimulai sesaat setelah pertemuan emosional ketiga personel Casette Tape yang membahas potensi kepergian sang vokalis.
Lagu Tragis dari Bend of the Rivers menceritakan tentang patah hati seseorang yang ditinggal kekasihnya ketika sedang sayang-sayangnya.
Pada dasarnya, album Duara, In The Moment, bicara tentang persepsi waktu — bagaimana ia bisa meregang, berulang, dan menggantung di luar kendali kita.
Like A Movie dari Kevlar.Alc adalah lagu tentang cinta terlarang yang terlalu kuat untuk diabaikan.
Ikang Fawzi menyoroti permasalahan pembagian royalti yang menurutnya belum bisa dikatakan adil karena terlalu banyak ke LMK.
Lyodra berharap dengan lagu Bodohnya Aku ada sesuatu yang beda yang bisa ia berikan ke para penggemarnya, baik itu dari segi musik, maupun videonya.
Pada dasarnya, album Duara, In The Moment, bicara tentang persepsi waktu — bagaimana ia bisa meregang, berulang, dan menggantung di luar kendali kita.
Menyajikan perpaduan multigenre yang mencakup pop, R&B, dan alternatif khas Devin, EP Blue Skies dari Devin Kennedy hadir dengan focus track All Because I Love Someone.
Kumpulan karya Nadine Makalew bagaikan roller coaster yang mencerminkan dirinya mencari identitas dan mengarungi tantangan-tangan yang dilewati oleh Nadine ketika hidup merantau di luar.
Banyak lagu di EP 2006 milik Lilli QueenB terinspirasi dari pengalamannya menghadapi insecurity, anxiety, dan tantangan kesehatan mental.
Bakat musik Miel Caerol sudah terlihat sejak usia dua tahun, ketika ia sering menggubah nada dan lirik sederhana secara spontan.
Album Love, Hope & Reality menjadi album pertama yang dirilis sejak Naga bergabung menjadi anggota ADA Band pada 2020.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved