Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PUTRI Habibie bersama suami, Rafli Albera, merilis single pertama mereka, Kalau Memang Jodoh, sebagai bagian dari Extended Play (EP) atau mini album bertajuk Samawah.
Lagu ini memotret kisah cinta jujur di antara keduanya dan dirilis bertepatan dengan hari pernikahan cucu Presiden ketiga RI BJ Habibie, Putri dan Rafli pada 1 Juni 2025.
"Kami ketemu saat kami sudah selesai cari-cari, dan malah nemu yang bikin tenang. Di usia segini, kita udah cukup dewasa buat tau, cinta itu bukan soal meledak-ledak, tapi soal siap tumbuh bareng," kata Putri dan Rafli dalam keterangan pers, Senin (2/6).
Single Kalau Memang Jodoh adalah eksplorasi perasaan, perjalanan, penyatuan hati, dan ketenangan setelah keputusan besar diambil.
Video klip Kalau Memang Jodoh juga diambil dari koleksi dokumentasi pribadi mereka mulai dari perkenalan pertama, masa berpacaran,
lamaran, siraman di Wisma Habibie dan Ainun, serta acara pernikahan di sekolah Putri pernah mengenyam pendidikan.
Judul EP Samawah diambil dari harapan dalam pernikahan yakni sakinah, mawaddah, warahmah, yang sejalan dengan nilai yang mereka yakini dari Surat Ar-Rum ayat 21, bahwa di antara tanda-tanda kebesaran Tuhan adalah diciptakannya pasangan hidup agar merasa tenang bersamanya.
Acara pernikahan Putri dan Rafli juga diramaikan dengan stand UMKM seperti bakso, mie Aceh, gorengan, aneka jamu dan lainnya.
Pernikahan mereka juga dihadiri Sandiaga Uno sebagai saksi dari pihak Rafli Albera dan Adrie Subono dari pihak Putri Habibie.
Single Kalau Memang Jodoh sudah bisa didengarkan di seluruh platform streaming, dan video klip akan tayang di YouTube dan Instagram @samawahmusic. (Ant/Z-1)
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Kelima ikon musik itu adalah Michael Jackson, Freddy Mercury, Whitney Houston, John Lennon, dan Elvis Presley.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Melalui liriknya, Wali menggunakan metafora dua peristiwa besar dalam sejarah Islam, Perang Badar dan Perang Uhud, untuk menggambarkan dinamika kehidupan masyarakat modern.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang kerap identik dengan perayaan momentum tertentu, Menuju Cahaya dari Marcell Siahaan justru menitikberatkan pada proses personal yang mendalam.
Sebagai pembuka dari edisi deluxe ini, Laufey telah merilis single terbaru berjudul How I Get.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved