Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYANYI, penulis lagu, produser, dan multiinstrumentalis asal Kanada, Chris LaRocca, kembali dengan EP terbarunya, Dog Years, yang akan dirilis tahun ini di bawah naungan Red Bull Records/Wonderchild.
Membuka babak baru dalam eksplorasi musikalnya, LaRocca merilis single pertama dari EP ini, Ladybug, yang kini sudah tersedia di berbagai platform digital.
Ladybug menampilkan sisi LaRocca yang lebih terasa autentik, introspektif, yang juga ada sedikit sisi romantismenya. Menggabungkan sentuhan retro yang dipadukan dengan elemen indie modern, lagu ini menghadirkan warna baru dalam musiknya yang lebih cerah dan berani.
Berbicara tentang lagu ini, LaRocca mengatakan, "Saat seekor kepik (ladybug) hinggap di tubuhmu, itu dipercaya sebagai tanda keberuntungan. Itu yang aku rasakan ketika pasanganku hadir dalam hidupku , seperti keajaiban yang datang begitu saja."
"Ladybug adalah ode untuk cinta yang muncul tanpa diduga dan bagaimana cinta bisa membawa kita ke tempat yang tak terduga. Aku menulis lagu ini sebagai bentuk apresiasi terhadap momen yang tak akan pernah dilupakan, sekaligus mengingatkan bahwa hal-hal terbaik seringkali datang saat kita paling tidak menduganya," lanjutnya.
Dalam setahun terakhir, LaRocca menggali kembali inspirasi dari musisi-musisi legendaris seperti The Band, The Byrds, dan MJ Lenderman—menciptakan musik yang memadukan esensi klasik dengan pendekatan segar.
Dengan nuansa rock era '70-an, storytelling khas americana, dan sensibilitas alt-pop yang tetap melekat, ia meracik karya yang terasa klasik namun tetap relevan.
Meskipun secara sonik lagu ini berbeda dari proyek sebelumnya, I Cried My Eyes Out, intensitas emosional yang disampaikan tetap menjadi benang merah dalam musik LaRocca.
Energi khasnya pun terasa dalam Ladybug, menjadikannya pengantar sempurna untuk pengalaman live shownya energetik sekaligus memukau. (Z-1)
Berbeda dengan dua pendahulu dari Indra Dinda, Turun Di Sini Dulu hadir dengan sentuhan aransemen musik pop alternatif.
Tajuk Typhoon diambil dari titik balik krusial dalam hidup Luke Chiang.
Dalam album yang dijadwalkan rilis pada 15 Mei 2026 tersebut, Honne akan menghadirkan 12 lagu pilihan yang diambil dari materi dua album pertama mereka.
Selain aspek suara, latar belakang Jerome Kurnia sebagai aktor profesional memberikan nilai tambah bagi Ricecooker, terutama dalam menyampaikan pesan lagu melalui visual.
Bad Bunny dijadwalkan menjadi artis pertama yang tampil sepenuhnya dalam bahasa Spanyol sepanjang sejarah Half Time Super Bowl.
Salah satu mimpi besar Jerome Kurnia adalah membawa Ricecooker tampil di Summer Sonic, salah satu festival musik urban terbesar di Jepang.
Berbeda dengan dua pendahulu dari Indra Dinda, Turun Di Sini Dulu hadir dengan sentuhan aransemen musik pop alternatif.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang sarat akan pesan tersurat, Hidup Tanpa Kata justru menonjolkan kekuatan dalam kesunyian.
Bagi Cakra Khan, proyek kolaborasi dengan Chrisye ini bukan sekadar pekerjaan profesional biasa, melainkan salah satu pencapaian tertinggi dalam perjalanan kariernya.
Meski baru berusia 16 tahun, Katyana Mawira membawa bekal pendidikan vokal formal yang telah ia tekuni sejak 2015 sebagai fondasi kuat dalam berkarya.
Melalui Closer, Verena menggambarkan perasaan kangen yang kerap muncul di tengah perjalanan, di mana bayang-bayang pasangan di tempat yang berbeda.
Jika Cakra Khan menonjolkan karakter vokal pria dewasa yang matang, Salah Tapi Baik versi Safira Zaza dibuat lebih lembut, galau, dan sedikit dramatis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved