Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
PRODUSER dari Imajinari Pictures Ernest Prakasa membahas potensi adaptasi film komedi laris asal Indonesia Agak Laen di kancah perfilman dunia ditangani oleh perusahaan film asal Korea Selatan (Korsel), Barunson E&A.
Ernest, dikutip Kamis (5/6), menjelaskan rumah produksinya, Imajinari, telah menjalin kerja sama hak cipta eksklusif dengan Barunson E&A, yang disebut memproduksi film pemenang Oscar, Parasite (2019).
"Jadi, kalau ada negara lain yang berencana mengadaptasi Agak Laen atau Tinggal Meninggal, Barunson yang akan handle," kata Ernest.
Maksud Ernest, Barunson bertindak sebagai penghubung utama bagi studio global manapun yang tertarik untuk mengadaptasi kedua film tersebut.
Meskipun belum ada kepastian mengenai tawaran adaptasi, Barunson akan menjadi pihak yang mengelola seluruh proses kalau nanti memang ada ketertarikan untuk mengadaptasi film Agak Laen di luar negeri.
"Apakah nanti akan ada yang datang dan bilang, 'Saya mau dong adaptasi?' Belum tentu ada. Tetapi, kalaupun sampai ada, mereka (Barunson E&A) yang akan handle," kata Ernest lagi.
Terkait aspek kreatif dalam adaptasi film tersebut, seperti keputusan bagaimana pakem pengambilan gambarnya, dan semacamnya, Ernest menyebut bahwa otonomi biasanya berada di tangan pihak yang mengadaptasi.
Namun, ia tidak menampik kemungkinan keterlibatan Imajinari untuk elemen-elemen cerita yang sifatnya sangat fundamental.
Penjelasan itu diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada publik mengenai mekanisme adaptasi film Indonesia di kancah global.
Adapun Agak Laen karya sutradara Muhadkly Acho merupakan judul film komedi Indonesia produksi Imajinari Pictures di 2024, yang mencapai box office dengan lebih dari 9,1 juta tiket masuk.
Sedangkan film komedi berjudul Tinggal Meninggal, yang diproduseri oleh Ernest Prakasa dan Dipa Andika akan tayang serentak di bioskop se-Indonesia mulai 14 Agustus. (Ant/Z-1)
Na Willa bukan sekadar tontonan, melainkan undangan untuk merasakan kembali dunia yang dibangun dengan keberanian anak-anak.
Messi Gusti mengungkapkan perbedaan signifikan saat syuting menggunakan teknologi extended reality (XR) dibandingkan dengan metode motion capture biasa di film Pelangi di Mars.
Diadaptasi dari manga karya Tatsuki Fujimoto, layar lebar dari anime Chainsaw Man akan membawa babak baru yang lebih brutal dan emosional bagi perjalanan hidup sang tokoh utama, Denji.
Ada lima karakter robot utama yang akan menjadi pusat perhatian dalam film Pelangi di Mars.
Deddy Mizwar menjelaskan bahwa film Rumjah Tanpa Cahaya merupakan sebuah refleksi tentang kehilangan.
Film anak bergenre musikal-petualangan ini tidak hanya menyuguhkan keindahan visual, tetapi juga membawa pesan mendalam tentang relasi manusia dengan alam.
FILM Agak Laen: Menyala Pantiku! kini terus menambah jumlah capaian penontonnya. Terbaru, film ini meraih 10,5 juta penonton dalam waktu kurang dari 60 hari tayang.
DI tengah euforia jumlah penonton Agak Laen: Menyala Pantiku! yang kini telah melewati angka 10,5 juta penonton, penulis dan sutradara Muhadkly Acho justru kebingungan.
Sejarah baru perfilman Tanah Air kembali tercipta. Film komedi Agak Laen: Menyala Pantiku! resmi menobatkan diri sebagai Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa pada Jumat (2/1).
Per 12 hari penayangannya, film Agak Laen: Menyala Pantiku telah mengantongi total 5.639.599 penonton.
Kuartet Agak Laen kembali beraksi lewat film Agak Laen: Menyala Pantiku, menggabungkan komedi dan empati di tengah kehidupan panti jompo.
Produser film Agak Laen dan co-founder rumah produksi Imajinari, Ernest Prakasa menjelaskan tentang kesepakatan yang dijalin bersama Barunson E&A asal Korea Selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved