Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Agak Laen: Menyala Pantiku, Komedi Horor Baru yang Hangat dan Menggelitik

Cornelius Juan Prawira
08/11/2025 07:37
Agak Laen: Menyala Pantiku, Komedi Horor Baru yang Hangat dan Menggelitik
Kuartet Agak Laen kembali beraksi lewat film Agak Laen: Menyala Pantiku, menggabungkan komedi dan empati di tengah kehidupan panti jompo.(MI/Juan)

PERPADUAN horor dan komedi dalam film Agak Laen (2024) membuka kemungkinan formulasi lain. Kali ini, suatu kasus kiriminal harus diusut dalam hiruk pikuk orang-orang lanjut usia yang menghabiskan masa hidup di sebuah panti. Misi kuartet pemeran Agak Laen membawa mereka ke "semesta baru", lebih dari rumah hantu. 

Film "Agak Laen: Menyala Pantiku" mengisahkan perjalanan investigasi Bene Dion, Boris Bokir, Indra Jegel, dan Oki Rengga mencari dalang dari kematian anak wali kota. Pelaku diduga bersembunyi di sebuah panti jompo. Sebagai detektif, penyamaran yang tak anti dengan kejenakaan, harus bergelut dengan suasana serta realitas kehidupan panti. 

Komedi dengan empati 

Berperan sebagai salah satu detektif, Bene Dion menceritakan perlunya kehatian-hatian dalam menciptakan komedi dengan empati. "Walaupun melibatkan orang tua, komedinya tetap bisa dinikmati dan ditertawakan," ungkapnya dalam media junket di Kuningan, Jakarta, pada Jumat (7/11/2025) siang. 

Secara dominan, panti jompo mendominasi latar syuting. Sinema garapan produksi fii "Imajiner" ini, disutradarai Muhadkly Acho dan produser Ernest Prakasa serta Dipa Andika, diproduksi selama dua puluh dua hari. 

"Bene bahkan sebelum tua, udah kepikiran ke panti jompo," ucap Oki Rengga sembari tertawa saat ditanya kesan syuting di lokasi. Bagi Oki, hidup di panti merupakan opsi yang sangat baik bila rela tinggal di panti bila anak tak sanggup mengurus. 

Kuartet Agak Laen mengaku terkejut karena lokasi syuting berada di panti. Namun, mereka juga menyaksikan aktivitas harian para penghuni panti yang teratur. Indra Jegel juga diajak berinteraksi dengan oma dan opa penghuni panti jompo selama syuting. 

Pandangan lain 

Saat tanya jawab dengan media, Boris Bokir menyanyangkan pandangan negatif tentang kehidupan panti jompo. Kesenangan dirasakannya saat melihat opa oma dikunjungi sanak saudara saat akhir pekan. 

"Itulah yang dipilih sutradara kami, bagaimana di tempat yang tidak recommend untuk komedi,  dipilih untuk jadi tempat yang lebih cheerfull ," ungkap Boris. 

Saat membaca script, mereka terkesiap karena banyak kejadian komedi yang bisa terjadi di panti jompo. Setiap datang ke lokasi, mereka merasakan suasana yang berbeda. 

Film ini tayang di bisokop di seluruh Indonesia pada 27 November 2025. Namun pada 20 November, film ini rilis spesial di 20 kota di Indonesia. (Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik