Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH hampir dua dekade dikenal sebagai aktor, Marcel Chandrawinata kini menjajal peran baru di balik layar sebagai produser lewat film horor The Dark House.
Dalam debutnya sebagai produser film, Marcel mengaku banyak belajar dan menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan dengan pengalamannya selama ini di depan kamera.
"Sejak 2005, saya sudah berkecimpung sebagai aktor. Akhirnya saya ingin mencoba sesuatu yang baru, penasaran rasanya bekerja di belakang
layar itu seperti apa. Dan ternyata cukup sulit," ungkap Marcel saat Gala Premiere The Dark House di Jakarta, Senin (2/6).
Menurut Marcel, menjadi produser menuntut tanggung jawab yang jauh lebih luas. Ia tidak hanya hadir saat proses syuting, tetapi juga harus terlibat di seluruh tahapan produksi, mulai dari perencanaan hingga film siap tayang.
"Kalau sebagai pemain, kita hanya menggali karakter dan memberikan yang terbaik saat syuting. Tapi produser itu beda, langkahnya banyak. Dari awal sampai akhir kita harus ikut terlibat dan memastikan semuanya berjalan sesuai dengan visi kita," jelasnya.
Menariknya, dalam debutnya ini, Marcel justru memproduseri film bergenre horor, genre yang selama ini jarang ia geluti.
"Aku jarang main film horor, tapi justru debut sebagai produser malah di genre ini. Setelah ini, baru deh mungkin main film horor juga," ujarnya sambil tersenyum.
The Dark House menjadi langkah awal Marcel meniti karier di balik layar. Film ini menjadi pengalaman berharga sekaligus ruang
belajar baginya dalam dunia produksi film.
Film ini mengisahkan pasangan Dewi dan Arya yang sedang menjalani program kehamilan dan memutuskan berlibur di sebuah rumah tua di kaki Gunung Slamet. Namun, rumah itu menyimpan kisah kelam yang membuat keduanya terjebak dalam peristiwa mistis yang tak masuk akal.
"Pesan yang ingin kami sampaikan di film ini adalah bahwa ada banyak cara manusia berinteraksi dengan dunia gaib, salah satunya lewat permainan mistis. Tapi jangan pernah melanggar aturan yang sudah ada," tutup Marcel.
The Dark House, yang dibintangi Kirana Ranau sebagai Dewi, Ade Bilal Perdana sebagai Arya, Theo Culver sebagai Ansel, dan Delia Alena sebagai Gaby, dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 12 Juni 2025. (Ant/Z-1)
Meskipun dikenal dengan latar belakang komedi, keterlibatan Rahmet Ababil di film Ikatan Darah disebut-sebut akan menjadi salah satu elemen paling "menonjol".
Setelah sebelumnya sukses mengarahkan serial Pertaruhan, Sidharta Tata menyebut film Ikatan Darah sebagai ambisi lama yang akhirnya mendapatkan momentum untuk diwujudkan.
Bagi para aktor, membintangi film aksi, seperti Ikatan Darah, bukan sekadar menghafal dialog, melainkan juga menuntut ketangkasan fisik yang mumpuni.
Film Tiba-Tiba Setan memasangkan dua aktris ternama, Ratu Felisha dan Poppy Sovia, dalam sebuah kisah yang memadukan ketegangan mistis dengan bumbu komedi situasi.
Sutradara Wregas Bhanuteja mengungkapkan bahwa setiap pemain film Para Perasuk mendapatkan pendekatan penyutradaraan yang berbeda demi menghidupkan karakter mereka.
Memulai debut layar lebarnya melalui Harry Potter and the Goblet of Fire pada 2005, Katie Leung mengaku bahwa saat itu ia berada dalam posisi yang sangat rentan.
Muhadkly Acho debut sebagai produser Gak Ada Matinya! bareng MD Pictures. Komedi gelap bertema kematian: KPR, asuransi, keluarga Batak. Premis mati suri. Tayang 2026.
Film Na Willa merupakan karya terbaru dari rumah produksi Visinema Studios, yang pada lebaran tahun lalu sukses dengan film animasi Jumbo.
Anggota grup Apink, Yoon Bomi, akan segera melepas masa lajang. Ia dikabarkan akan menikah dengan produser musik ternama Rado pada Mei tahun depan.
Ronny Irawan menyampaikan, semakin banyaknya produksi film lokal menjadi salah satu indikator kemajuan industri perfilman di Tanah Air.
Olga Lydia mengungkapkan alasan memilih sebagai produser film genre tersebut lantaran kecintaannya terhadap pertunjukan teater musikal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved