Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PRODUSER film Ronny Irawan menilai perkembangan industri film Indonesia menunjukkan kemajuan pesat, baik dari segi jumlah produksi maupun kualitas cerita.
"Ini menunjukkan tren positif perfilman nasional. Pasti ada kebanggaan juga kalau film kita bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri," kata Ronny, dikutip Senin (29/9).
Ronny menyampaikan, semakin banyaknya produksi film lokal menjadi salah satu indikator kemajuan industri perfilman di Tanah Air.
Ia juga memberikan contoh, film Air Mata di Ujung Sajadah pertama menjadi film drama Indonesia terlaris sepanjang masa di Malaysia.
Lebih lanjut Ronny menilai kualitas film Indonesia kini jauh lebih baik dibanding sebelumnya.
Menurut dia, cerita-cerita yang diangkat semakin variatif, kompleks, dan kreatif.
"Harapannya, semakin kreatif juga industri film kita. Ekosistemnya juga harus semakin maju," ujarnya.
Meski begitu, ia menekankan perlunya dukungan pemerintah untuk menjaga keberlanjutan perkembangan tersebut.
"Saya berharap harus ada semacam dukungan dari pemerintah supaya ada fasilitasi bagi rumah produksi kecil atau yang sedang berkembang agar bisa membuat film lebih banyak lagi," katanya.
Data JAFF Market menunjukkan, produksi film Indonesia diperkirakan meningkat dari 152 judul pada 2024 menjadi sekitar 200 judul per tahun pada 2028.
Tren pertumbuhan juga didukung oleh jumlah layar bioskop yang pada 2024 sudah mencapai lebih dari 2.200 layar, dan diprediksi bertambah menjadi 2.700 layar pada 2030.
Selain itu, penjualan tiket bioskop di Indonesia juga mencatat angka tinggi. Pada 2024, lebih dari 126 juta tiket berhasil terjual, menjadikan Indonesia sebagai salah satu pasar terbesar di Asia setelah pandemi.
Dengan potensi pasar yang besar serta dukungan ekosistem yang terus berkembang, Ronny optimistis industri film nasional akan semakin diperhitungkan, baik di dalam negeri maupun di mancanegara. (Ant/Z-1)
Berlatar di sebuah apartemen mewah di New York City, film They Will Kill You mengikuti kisah Asia (Zazie Beetz), seorang mantan narapidana yang mencoba menata ulang hidupnya.
Maudy Ayunda membawakan dua lagu sekaligus untuk soundtrack Para Perasuk yaitu Aku yang Engkau Cari dan Di Tepi Lamunan di bawah arahan produser musik Lafa Pratomo.
Meski proses aplikasi riasan memakan waktu, Angga Yunanda menyebut tantangan terberat justru muncul saat proses pembersihan setelah syuting selesai.
Kisah nyata pembebasan 36 sandera di Selat Malaka yang penuh ketegangan diangkat ke layar lebar dengan judul The Hostage's Hero.
Tim produksi menemukan bahwa Uluwatu bukan sekadar destinasi wisata, melainkan ruang refleksi yang menawarkan keseimbangan antara kemewahan dan spiritualitas alam.
Kedutaan Besar Prancis di Indonesia melalui Institut français d’Indonésie (IFI) =menghadirkan Clermont-Ferrand Night.
Muhadkly Acho debut sebagai produser Gak Ada Matinya! bareng MD Pictures. Komedi gelap bertema kematian: KPR, asuransi, keluarga Batak. Premis mati suri. Tayang 2026.
Film Na Willa merupakan karya terbaru dari rumah produksi Visinema Studios, yang pada lebaran tahun lalu sukses dengan film animasi Jumbo.
Anggota grup Apink, Yoon Bomi, akan segera melepas masa lajang. Ia dikabarkan akan menikah dengan produser musik ternama Rado pada Mei tahun depan.
Olga Lydia mengungkapkan alasan memilih sebagai produser film genre tersebut lantaran kecintaannya terhadap pertunjukan teater musikal.
Dalam debutnya sebagai produser film, Marcel Chandrawinata mengaku banyak belajar dan menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan dengan pengalamannya selama ini di depan kamera.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved