Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
PRODUSER film Ronny Irawan menilai perkembangan industri film Indonesia menunjukkan kemajuan pesat, baik dari segi jumlah produksi maupun kualitas cerita.
"Ini menunjukkan tren positif perfilman nasional. Pasti ada kebanggaan juga kalau film kita bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri," kata Ronny, dikutip Senin (29/9).
Ronny menyampaikan, semakin banyaknya produksi film lokal menjadi salah satu indikator kemajuan industri perfilman di Tanah Air.
Ia juga memberikan contoh, film Air Mata di Ujung Sajadah pertama menjadi film drama Indonesia terlaris sepanjang masa di Malaysia.
Lebih lanjut Ronny menilai kualitas film Indonesia kini jauh lebih baik dibanding sebelumnya.
Menurut dia, cerita-cerita yang diangkat semakin variatif, kompleks, dan kreatif.
"Harapannya, semakin kreatif juga industri film kita. Ekosistemnya juga harus semakin maju," ujarnya.
Meski begitu, ia menekankan perlunya dukungan pemerintah untuk menjaga keberlanjutan perkembangan tersebut.
"Saya berharap harus ada semacam dukungan dari pemerintah supaya ada fasilitasi bagi rumah produksi kecil atau yang sedang berkembang agar bisa membuat film lebih banyak lagi," katanya.
Data JAFF Market menunjukkan, produksi film Indonesia diperkirakan meningkat dari 152 judul pada 2024 menjadi sekitar 200 judul per tahun pada 2028.
Tren pertumbuhan juga didukung oleh jumlah layar bioskop yang pada 2024 sudah mencapai lebih dari 2.200 layar, dan diprediksi bertambah menjadi 2.700 layar pada 2030.
Selain itu, penjualan tiket bioskop di Indonesia juga mencatat angka tinggi. Pada 2024, lebih dari 126 juta tiket berhasil terjual, menjadikan Indonesia sebagai salah satu pasar terbesar di Asia setelah pandemi.
Dengan potensi pasar yang besar serta dukungan ekosistem yang terus berkembang, Ronny optimistis industri film nasional akan semakin diperhitungkan, baik di dalam negeri maupun di mancanegara. (Ant/Z-1)
Meskipun dikenal dengan latar belakang komedi, keterlibatan Rahmet Ababil di film Ikatan Darah disebut-sebut akan menjadi salah satu elemen paling "menonjol".
Setelah sebelumnya sukses mengarahkan serial Pertaruhan, Sidharta Tata menyebut film Ikatan Darah sebagai ambisi lama yang akhirnya mendapatkan momentum untuk diwujudkan.
Bagi para aktor, membintangi film aksi, seperti Ikatan Darah, bukan sekadar menghafal dialog, melainkan juga menuntut ketangkasan fisik yang mumpuni.
Film Tiba-Tiba Setan memasangkan dua aktris ternama, Ratu Felisha dan Poppy Sovia, dalam sebuah kisah yang memadukan ketegangan mistis dengan bumbu komedi situasi.
Sutradara Wregas Bhanuteja mengungkapkan bahwa setiap pemain film Para Perasuk mendapatkan pendekatan penyutradaraan yang berbeda demi menghidupkan karakter mereka.
Memulai debut layar lebarnya melalui Harry Potter and the Goblet of Fire pada 2005, Katie Leung mengaku bahwa saat itu ia berada dalam posisi yang sangat rentan.
Muhadkly Acho debut sebagai produser Gak Ada Matinya! bareng MD Pictures. Komedi gelap bertema kematian: KPR, asuransi, keluarga Batak. Premis mati suri. Tayang 2026.
Film Na Willa merupakan karya terbaru dari rumah produksi Visinema Studios, yang pada lebaran tahun lalu sukses dengan film animasi Jumbo.
Anggota grup Apink, Yoon Bomi, akan segera melepas masa lajang. Ia dikabarkan akan menikah dengan produser musik ternama Rado pada Mei tahun depan.
Olga Lydia mengungkapkan alasan memilih sebagai produser film genre tersebut lantaran kecintaannya terhadap pertunjukan teater musikal.
Dalam debutnya sebagai produser film, Marcel Chandrawinata mengaku banyak belajar dan menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan dengan pengalamannya selama ini di depan kamera.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved