Headline
Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.
Kumpulan Berita DPR RI
PRODUSER film Jumbo dan Na Willa, Novia Puspa Sari menanggapi adanya ‘black campaign’ yang sempat menarget film Na Willa di media sosial.
Sebelumnya, unggahan tentang film Na Willa seperti di akun sang sutradara, Ryan Adriandhy dibanjiri oleh komentar film Danur.
Pihak MD Pictures, rumah produksi Danur, juga telah menyatakan ‘serangan’ itu bukan dari pihak mereka. Sementara itu, Novia menanggapi pihaknya tak ingin terpengaruh dengan hal-hal yang di luar filmnya yang akan tayang pada lebaran tahun ini.
“Ya kalau untuk itu sih sepertinya mungkin kami juga harapannya akan tetap fokusnya terhadap filmnya itu sendiri. Bagaimana kami tetap menghasilkan film ini dengan yang terbaik, tetap menyampaikan pesan yang terbaik dari filmnya,” ujar Novia Puspa Sari saat dijumpai Media Indonesia di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu, (4/2).
“Jadi kami mungkin tidak akan melihat dari sisi apa pun, mau menyerang atau bagaimana. Kami akan tetap fokus bagaimana kami bisa menghadirkan karya ini untuk bisa sampai ke penonton Indonesia,” tambah Novia.
Film Na Willa merupakan karya terbaru dari rumah produksi Visinema Studios, yang pada lebaran tahun lalu sukses dengan film animasi Jumbo. Jumbo saat itu meraih lebih dari 10 juta penonton dan sempat bertengger menjadi film Indonesia terlaris sepanjang masa sebelum digeser oleh Agak Laen: Menyala Pantiku!.
Ryan Adriandhy, yang menyutradarai Jumbo, kembali menggarap film Na Willa. Setelah berhasil dengan animasi panjang, kini Ryan untuk pertama kalinya menggarap film panjang live action.
Na Willa diadaptasi dari buku karya Reda Gaudiamo. Film ini di antaranya dibintangi oleh Luisa Adreena, Junior Liem, dan Irma Rihi. (H-2)
Google Year in Search 2025 menempatkan “Jumbo” sebagai kata paling dicari, disusul tren AI, lari, padel, hingga topik budaya dan figur publik sepanjang tahun.
Kemenangan itu diperoleh dari kategori Piala Antemas, sebuah kategori untuk film paling laris sepanjang tahun di bioskop.
Desain poster tetap menampilkan karakter utama seperti Don dan teman-temannya, namun seluruh tulisan mulai dari judul hingga daftar kru dan pemain, diterjemahkan ke dalam aksara Hanzi.
25 film tembus seleksi awal FFI 2025, dari Sore hingga Jumbo. Termasuk 5 karya sutradara perempuan siap bersaing merebut Piala Citra.
SETELAH kesuksesan film Jumbo dengan meraup lebih dari 10 Juta Penonton, film animasi karya anak bangsa itu kembali meraih kesuksesan setelah dialihwahanakan dalam Konser Jumbo
Melalui unggahan di media sosial, Si Juki, Jumbo, dan Adit Sopo Jarwo menunjukkan dukungan mereka terhadap pemutaran Papa Zola The Movie.
Di Indonesia, film ini juga memulai penayangan dengan sangat kuat. Pada akhir pekan pertama, Papa Zola The Movie berhasil meraih lebih dari 200 ribu penonton.
STUDIO animasi asal Malaysia, Monsta Studios kembali dengan film animasi layar lebar terbaru mereka, Papa Zola The Movie. Film ini telah lebih dulu tayang di jaringan bioskop Malaysia.
Selain karena mengedepankan genre film keluarga, larisnya film tersebut di Malaysia karena Papa Zola The Movie diyakini memiliki cerita yang dekat dengan masyarakat Malaysia.
Film anime legendaris karya sutradara Makoto Shinkai, 5 Centimeters Per Second (2007), akhirnya akan tayang di jaringan bioskop Indonesia mulai 16 Januari 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved