Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH kesuksesan film Jumbo dengan meraup lebih dari 10 Juta Penonton, film animasi karya anak bangsa itu kembali meraih kesuksesan setelah dialihwahanakan dalam bentuk konser. Pagelaran bertajuk 'Konser Jumbo : Keajaiban Musik dan Cerita Kita' itu, berhasil membius belasan ribu penonton di Beach City Internasional Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta pada Minggu (17/8).
Pantauan Media Indonesia, ribuan anak-anak bersama orang tua mereka tampak memadati BCIS. Beberapa diantara mereka terlihat mengenakan atribut khas Jumbo seperti baju dengan motif garis-garis berwarna biru, sebagian lain juga ada yang menggunakan busana dengan desain wajah Jumbo.
Berlangsung selama sekitar 1 jam 30 menit, para penonton diajak bernyanyi bersama sepanjang konser, lewat beberapa original soundtrack film Jumbo. beberapa adegan populer dalam film pun ditampilkan di atas panggung oleh Prince Poetiray (sebagai Don/Jumbo), Queen Salman (Meri), Graciella Abigail (Mae) dan Yusuf Ozka (Nurman).
Menarik perhatian saat Queen Salman yang memerankan karakter Meri, seorang peri kecil, muncul diatas panggung. Queen dengan penuh percaya diri tampil melayang dengan tali sling, kehadirannya pun mengundang decak kagum dan tepukan tangan dari para penonton.
Penonton pun bersorak Riuh saat lagu Selalu Ada Di Nadimu dibawakan, menambah semarak suasana kala lagu itu tidak hanya dinyanyikan Prince Poetiray sendiri, melainkan dibawakan bersama Ariel dan BCL. Semua penonton pun terlihat ikut bernyanyi bersama.
Lagu-lagu lain pada film seperti Kumpul Bocah, Dengar Hatimu, dan beberapa lagu Anak-anak lainnya seperti Tik Tik Bunyi Hujan sampai Bintang Kecil pun di tampilkan. Beberapa musisi ternama seperti Maliq and D'essentials, RAN sampai Vina Panduwinata turut menyemarakkan konser tersebut.
Di akhir konser, musisi legenda Vina Panduwinata tampil membawakan tembang lagu Kumpul Bocah bersama musisi lainnya yang terlibat. Menambah kemeriahan, balon dengan berbagai warna pun jatuh dari langit-langit ruang konser. Seluruh penonton pun terlihat bernyanyi dan berjoget bersama-sama. (Rif/M-3)
Google Year in Search 2025 menempatkan “Jumbo” sebagai kata paling dicari, disusul tren AI, lari, padel, hingga topik budaya dan figur publik sepanjang tahun.
Kemenangan itu diperoleh dari kategori Piala Antemas, sebuah kategori untuk film paling laris sepanjang tahun di bioskop.
Desain poster tetap menampilkan karakter utama seperti Don dan teman-temannya, namun seluruh tulisan mulai dari judul hingga daftar kru dan pemain, diterjemahkan ke dalam aksara Hanzi.
25 film tembus seleksi awal FFI 2025, dari Sore hingga Jumbo. Termasuk 5 karya sutradara perempuan siap bersaing merebut Piala Citra.
Konser ini serupa lanjutan dari pentas seni yang dilakukan oleh Don dan teman-temannya di film. Namun, ceritanya berkembang lebih luas dengan emosi karakternya yang lebih intens.
Pada Sabtu malam, 12 April di The Ballroom Djakarta Theatre, akan menjadi etalase bagi para musisi berdarah Minahasa, seperti Once Mekel hingga Vina Panduwinata.
Vina Panduwinata mengungkapkan, kepergian Titiek Puspa di usia 87 tahun meninggalkan duka mendalam bagi insan musik Tanah Air.
Film Jumbo dari Visinema Studios mengumumkan pengisi original soundtrack (OST) yang akan dibawakan oleh Maliq & D’Essentials.
FESTIVAL musik, seni, dan budaya Jogja, yakni Swara Prambanan, hadir kembali memeriahkan penghujung tahun 2024 di Taman Wisata Candi Prambanan, Yogyakarta.
Cerita tentang sebuah pengalaman nyata yang sarat akan emosi dan refleksi serta menyisakan kenangan dan penyesalan ini sangat menyentuh hati Loka Manya Prawiro.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved