Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
MALAM Anugerah Festival Film Indonesia (FFI) 2025 baru akan digelar pada 20 November. Namun, film animasi Jumbo sudah dipastikan akan mendapat satu kemenangan di FFI 2025. Kemenangan itu diperoleh dari kategori Piala Antemas, sebuah kategori untuk film paling laris sepanjang tahun di bioskop.
Sejak tayang pertama kali di momen lebaran tahun ini hingga turun layar, Jumbo telah meraih 10 juta lebih penonton. Pada FFI 2024, Piala Antemas dimenangkan oleh film Agak Laen yang meraih 9 juta lebih penonton. Piala Antemas kembali dihadirkan oleh FFI sejak 2024. Setelah terakhir dihadirkan menjadi bagian dari FFI pada 1992, dan pertama kali diberikan pada FFI 1974.
“Tahun ini akan ada pemberian Piala Antemas. Ini sudah diberikan mulai dari tahun lalu, dan sudah pernah dilakukan oleh FFI pada periode lama. Ini diberikan ke film yang meraih penonton terbanyak di bioskop,” kata Ketua Bidang Penjurian FFI 2025 Budi Irawanto saat konferensi pers pada Rabu (12/11), di Gedung A Kementerian Budaya, Jakarta.
“Piala Antemas diberikan karena dari sini bisa juga melihat sampai sejauh mana perkembangan industri perfilman kita. Dan yang tidak kalah penting sejauh mana film Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri, bisa dilihat dari capaian jumlah penontonnya,” imbuhnya.
Selain itu, di FFI 2025 juga bersaing untuk kategori utama Film Cerita Panjang Terbaik. Ini juga menjadi momentum sejarah karena film animasi bisa masuk kategori tersebut. Jumbo juga bersaing untuk kategori Film Animasi Panjang Terbaik.(M-2)
Film Na Willa merupakan karya terbaru dari rumah produksi Visinema Studios, yang pada lebaran tahun lalu sukses dengan film animasi Jumbo.
Google Year in Search 2025 menempatkan “Jumbo” sebagai kata paling dicari, disusul tren AI, lari, padel, hingga topik budaya dan figur publik sepanjang tahun.
Desain poster tetap menampilkan karakter utama seperti Don dan teman-temannya, namun seluruh tulisan mulai dari judul hingga daftar kru dan pemain, diterjemahkan ke dalam aksara Hanzi.
25 film tembus seleksi awal FFI 2025, dari Sore hingga Jumbo. Termasuk 5 karya sutradara perempuan siap bersaing merebut Piala Citra.
SETELAH kesuksesan film Jumbo dengan meraup lebih dari 10 Juta Penonton, film animasi karya anak bangsa itu kembali meraih kesuksesan setelah dialihwahanakan dalam Konser Jumbo
Film Na Willa merupakan karya terbaru dari rumah produksi Visinema Studios, yang pada lebaran tahun lalu sukses dengan film animasi Jumbo.
Melalui unggahan di media sosial, Si Juki, Jumbo, dan Adit Sopo Jarwo menunjukkan dukungan mereka terhadap pemutaran Papa Zola The Movie.
Di Indonesia, film ini juga memulai penayangan dengan sangat kuat. Pada akhir pekan pertama, Papa Zola The Movie berhasil meraih lebih dari 200 ribu penonton.
STUDIO animasi asal Malaysia, Monsta Studios kembali dengan film animasi layar lebar terbaru mereka, Papa Zola The Movie. Film ini telah lebih dulu tayang di jaringan bioskop Malaysia.
Selain karena mengedepankan genre film keluarga, larisnya film tersebut di Malaysia karena Papa Zola The Movie diyakini memiliki cerita yang dekat dengan masyarakat Malaysia.
Film anime legendaris karya sutradara Makoto Shinkai, 5 Centimeters Per Second (2007), akhirnya akan tayang di jaringan bioskop Indonesia mulai 16 Januari 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved