Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM proses pendalaman karakter untuk film Perayaan Mati Rasa, aktor Iqbaal Ramadhan mengungkapkan pengalaman yang sangat berarti baginya, terutama dalam memerankan tokoh Ian Antono.
Iqbaal, yang mengaku tidak pernah tahu bagaimana rasanya menjadi seorang anak pertama, merasa kesulitan saat pertama kali membaca naskah.
"Saya jujur ya, pertama kali baca scriptnya, saya sebel banget sama Ian. Saya kayak, kenapa deh kayak gini ya," ujar Iqbaal, dikutip Minggu (26/1).
Iqbaal menerangkan, Ian yang merupakan anak pertama dalam keluarga, memiliki pandangan dan perjuangan yang sangat berbeda dengan apa yang dialaminya sebagai pribadi.
Perasaan tersebut muncul karena Iqbaal tidak bisa langsung memahami keputusan-keputusan yang diambil oleh Ian, tokoh yang ia perankan, serta konsekuensi yang harus diterimanya.
Namun, seiring berjalannya waktu dan melalui proses pendalaman karakter, Iqbaal akhirnya bisa memahami kompleksitas pikiran dan perasaan Ian.
"Ketika mulai diteliti, diperdalam, dan akhirnya bisa masuk ke dalam dunia permasalahan pikiran dan perasaannya Ian Antono, baru kayak, 'Oh, masuk akal apa yang Ian pilih'," jelasnya.
Ia mengatakan, proses tersebut memberikan sebuah perspektif baru tentang bagaimana menjadi seorang kakak, serta mengajarkan pentingnya empati dalam hubungan keluarga.
Iqbaal juga berharap agar film ini bisa menjadi pengingat untuk selalu menjaga komunikasi dalam keluarga.
"Karena poinnya adalah kita tuh gak akan bisa ngerti apa yang kakak atau adik atau orang tua kita rasain sampe kita harus menjadi mereka.
Komunikasi harus selalu terjaga karena kita mungkin yang muda merasa punya waktu yang lama, tapi orangtua gak selamanya kita punya," ungkap Iqbaal.
Pada waktu yang sama, sutradara sekaligus pemain film Umay Shahab menceritakan pengalaman ketika mendalami karakter Uta, adik Ian Antono dalam film Perayaan Mati Rasa.
Umay Shahab mengungkapkan ia mendapat pengalaman berharga yang berkaitan erat dengan kehidupannya sendiri, khususnya dalam hubungannya dengan adiknya.
"Saat ngerjain peran ini, kebetulan adik gue lagi kuliah dan harus ngekos jauh dari rumah. Jadi, waktu itu di rumah kita cuma bertiga, gue,
nyokap, sama bokap. Biasanya kan kita semua berempat," cerita Umay.
Situasi ini ternyata memberi kesempatan baginya untuk lebih mendalami karakter Uta, seorang adik yang memiliki hubungan emosional dengan kakaknya.
Menurut Umay, pengalaman tersebut membantunya memahami lebih dalam tentang perasaan seorang adik yang sering kali membutuhkan perhatian dan validasi dari kakaknya.
"Ternyata adik tuh adalah fans terbesar untuk abangnya sendiri. Jadi gue akhirnya mendapatkan insight-insight baru yang buat gue makin
ngerti gimana caranya harus berkomunikasi sama adik sendiri," jelasnya.
Mengisahkan tentang drama di dalam keluarga, Perayaan Mati Rasa dinilai erat pada sebuah pesan penting yang selalu disampaikan oleh orang tuanya, yang turut menjadi salah satu pesan utama dalam film ini.
Ia berharap agar film ini dapat menjadi ruang bagi penonton, terutama keluarga untuk lebih dekat satu sama lain dan menikmati waktu bersama.
"Kalau sudut pandang terhadap kakak dan adik, sebenernya ada kalimat di filmnya yang itu selalu disampaikan sama orangtua gue setiap hari. Bahwa ketika mama sama papa udah gak ada, kalian itu cuma punya satu sama lain," kata Umay.
Perayaan Mati Rasa, yang diproduksi Sinemaku Pictures akan tayang di bioskop mulai 29 Januari 2025.
Adapun para pemainnya adalah Iqbaal Ramadhan, Umay Shahab, Dwi Sasono, Unique Priscilla, Devano Danendra, Randy Danistha, Abdul Qodir Jaelani, Priscilla Jamail, Tj Ruth, Lukman Sardi, Vonny Anggraini, Donny Alamsyah, Sadha Triyudha, serta penampilan spesial dari Iga Massardi dan Romantic Echoes. (Ant/Z-1)
Dalam trailer film Monster Pabrik Rambut (Sleep No More), aktor Iqbaal Ramadhan tampil sangat berbeda dari yang ditampilkan di berbagai film yang ia bintangi sebelumnya.
Teaser Lastri: Arawah Kembang Desa menjadi pembuka yang kuat sekaligus emosional, karena menampilkan sosok almarhum Gary Iskak sebagai Turenggo, serta Hana Saraswati sebagai Lastri.
Berlatar di sebuah penjara di Indonesia yang dikuasai kekerasan dan ketidakadilan, Ghost in the Cell bukan sekadar film genre yang menawarkan ketegangan.
Kehadiran hantu-hantu senior tersebut di film Sebelum Dijemput Nenek berfungsi untuk melengkapi teror yang ditebar oleh antagonis utama, Mbah Marsiyem.
Lebih dari 90 persen anggota Netflix di Indonesia menonton konten Indonesia pada 2025, dan 35 tayangan Indonesia berhasil masuk dalam daftar Top 10 Global Netflix.
The Bluff membawa penonton ke Kepulauan Cayman, sebuah wilayah yang kaya akan nilai sejarah dan budaya. Di sinilah kisah Ercell "Bloody Mary" Bodden dimulai.
Teaser Lastri: Arawah Kembang Desa menjadi pembuka yang kuat sekaligus emosional, karena menampilkan sosok almarhum Gary Iskak sebagai Turenggo, serta Hana Saraswati sebagai Lastri.
Aktor pemenang Piala Emmy, Timothy Busfield, 68, telah menjalani persidangan perdana setelah menyerahkan diri kepada pihak berwenang di Albuquerque, New Mexico.
Nopek Novian mengaku melakukan riset mendalam dengan mengamati berbagai referensi aktor yang pernah memerankan tokoh serupa, salah satunya adalah budayawan senior Sujiwo Tejo.
Menurut Oki Rengga, keberanian untuk mencoba genre yang berbeda merupakan upayanya untuk terus meningkatkan kualitas dan kapasitas akting di industri film tanah air.
Keberhasilan Oki Rengga dalam membawakan dialek Jawa tanpa jejak dialek Sumatra di film Sebelum Dijemput Nenek mengundang rasa penasaran mengenai proses pendalaman karakternya.
Melampaui sekadar akting di depan kamera, para aktor seperti Sri Isworowati, Dodit Mulyanto, hingga Oki Rengga harus menghadapi tantangan fisik dan emosional yang cukup berat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved