Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
NAMA Teshalonika Krisanti mungkin sudah tidak asing lagi di kalangan penikmat musik Tanah Air, khususnya mereka yang mengikuti ajang Pop Academy Indosiar 2020.
Penyanyi muda yang kini menetap di Bali itu tidak hanya dikenal sebagai penyanyi berbakat, tetapi juga sebagai pendidik yang berperan aktif dalam mengembangkan pendidikan musik dan bahasa di Bali.
Sebelum terjun ke dunia kompetisi musik, Teshalonika sudah lebih dulu mendirikan Tesha Voice Lab, sebuah sekolah vokal yang fokus pada pengembangan kemampuan vokal secara profesional.
Sekolah yang didirikan pada 2019 itu bertujuan untuk menciptakan ruang bagi para peminat musik, terutama yang ingin mengasah kemampuan vokal mereka.
“Tesha Voice Lab adalah wadah bagi generasi muda yang ingin belajar musik, bukan hanya untuk menjadi penyanyi, tetapi juga untuk mengerti lebih dalam tentang seni bermusik,” ujar Teshalonika.
Tahun 2020 menjadi babak penting bagi Teshalonika setelah ia mengikuti Pop Academy Indosiar. Kompetisi bergengsi ini memberi Teshalonika kesempatan untuk tampil di hadapan publik lebih luas, sekaligus membuka pintu bagi karier musiknya.
Meski tidak keluar sebagai pemenang, penampilan Teshalonika yang memukau berhasil menarik perhatian penonton dan juri, serta memperkenalkan namanya di industri musik Indonesia.
“Pop Academy memberi saya banyak pelajaran berharga, dari teknik vokal hingga bagaimana tampil profesional di atas panggung. Itu benar-benar membuka banyak peluang bagi saya,” kata Teshalonika.
Setelah penampilannya di Pop Academy, popularitas Tesha Voice Lab semakin meningkat. Banyak orang yang tertarik untuk belajar vokal dan musik, berkat nama besar yang dibawa Teshalonika.
Sekolah vokal ini pun kini semakin berkembang, dengan metode pelatihan vokal yang profesional, bekerja sama dengan musisi lokal, dan memberikan pelatihan untuk semua kalangan yang ingin mengeksplorasi kemampuan musikal mereka.
“Melalui Tesha Voice Lab, saya ingin berbagi ilmu dan pengalaman yang saya miliki, agar lebih banyak musisi muda yang tumbuh dan berkembang,” jelas Teshalonika.
Selain musik, Teshalonika juga aktif dalam dunia pendidikan. Pada 2016, ia mendirikan Kampoeng English Indonesia, sebuah organisasi nonpemerintah yang memberikan pelatihan bahasa Inggris gratis untuk masyarakat Bali.
Meskipun NGO ini sempat vakum selama pandemi, tetap ada dampak yang dirasakan masyarakat yang telah mendapatkan manfaat dari inisiatif tersebut.
Tidak hanya itu, pada 2020, Teshalonika juga memulai kursus Bahasa Indonesia untuk ekspatriat di Bali. Program ini bertujuan untuk membantu mereka lebih memahami bahasa dan budaya lokal, serta mempermudah adaptasi mereka di lingkungan sekitar.
“Kursus Bahasa Indonesia ini sangat membantu ekspatriat agar mereka bisa lebih mudah berkomunikasi dan merasa lebih dekat dengan budaya Bali,” tutur Teshalonika.
Teshalonika memutuskan untuk mendalami musik jazz sebagai jalan hidupnya. Sebagai seorang musisi, ia merasa bahwa jazz memberi ruang ekspresi yang luas dan mendalam.
Di Bali, ia berkolaborasi dengan banyak musisi jazz lokal untuk terus mengembangkan diri dan berbagi ilmu.
“Jazz adalah bentuk ekspresi diri yang sangat bebas. Melalui jazz, saya bisa menyampaikan perasaan dan cerita saya dengan cara yang berbeda,” ungkapnya.
Teshalonika memiliki visi besar untuk menjadikan Bali sebagai pusat kreativitas musik yang bisa menyatukan musisi lokal dan internasional.
Ia berharap Tesha Voice Lab bisa menjadi tempat untuk bertemu, belajar, dan berkembang bersama bagi musisi dari berbagai latar belakang.
“Bali memiliki potensi besar sebagai pusat seni dan budaya. Saya ingin berperan dalam menciptakan komunitas musik yang kuat dan penuh inspirasi,” jelasnya penuh semangat.
Dengan perjalanan karier yang penuh warna, Teshalonika Krisanti tidak hanya dikenal sebagai penyanyi, tetapi juga sebagai pendidik yang berkontribusi pada pengembangan musik dan pendidikan.
Dedikasinya pada dunia musik dan pendidikan menciptakan dampak positif yang luas, serta menginspirasi generasi muda untuk terus berkarya dan berinovasi di bidang seni. (Z-1)
Kisah inspiratif 7 selebritis dunia yang memulai karier dari jalanan (pengamen). Dari Rod Stewart hingga Ed Sheeran, simak perjuangan mereka menembus industri hiburan global.
Keputusan Vidi Aldiano untuk berhenti sejenak diambil agar ia bisa memusatkan perhatian pada pemulihan kesehatannya.
SEJUMLAH selebritas seperti Vidi Aldiano, Denny Sumargo (Densu), hingga Luna Maya bersaing dalam Tiktok Awards 2025.
Kylie Jenner melakukan pemotretan untuk kampanye koleksi jenama riasan miliknya King Kylie Collection dengan memakai mahkota karya perancang aksesoris Tanah Air, Rinaldy Yunardi.
Dalam unggahan di Instagram pribadinya, Raisa mengunggah sejumlah foto kegiatannya di Paris, salah satunya saat menjadi tamu undangan di salah satu acara brand kosmetik kenamaan Dior.
Ardina Rasti memilih tampil apa adanya terutama dalam perawatan wajahnya yang tampak awet muda tidak melakukan prosedur treatment ekstrem.
Melalui lagu Salam Sehat, ArumtaLa konsisten membawa ciri khas mereka: memadukan tema kehidupan sehari-hari yang dewasa namun jenaka, serta menyampaikannya secara apa adanya.
Kali ini, Judika keluar dari zona nyaman dengan mengeksplorasi nuansa musik Folk lewat single Terpikat Pada Cinta.
Cinta Tapi Terluka dari The Chasmala menggambarkan konflik batin dua insan yang masih saling mencintai, namun terjebak dalam lingkaran luka dan kekecewaan.
Mengenai makna di balik lagu Roomates, Hilary Duff mengungkapkan bahwa Roommates adalah potret dari hiruk-pikuk kehidupan orang dewasa yang sering kali terasa menyesakkan.
Tak Kancani terinspirasi dari pertemuan Ndarboy Genk dengan para musisi tunanetra yang mengamen di sudut-sudut Yogyakarta.
Melalui unggahan di media sosial, Harry Styles membagikan sampul album terbarunya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved