Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTOR Ajil Ditto mengaku sempat merasa canggung saat pertama kali memulai proses syuting bersama Adinia Wirasti di film terbarunya,Hidup Ini Terlalu Banyak Kamu (HITBK), yang akan tayang di bioskop Indonesia mulai 21 November 2024.
"Siapa yang nggak awkward (canggung)? Tapi, awal-awal memang rada deg-degan kayak, 'Ih, main sama Kak Adinia Wirasti'," kata Ajil, dikutip Senin (18/11).
"Lama-lama makin sering ketemu, makin sering ngobrol, akhirnya, 'Love Kak Asti'," sambungnya.
Dalam film tersebut, Ajil dan Adinia dipasangkan sebagai pemeran utama dengan kisah percintaan unik.
Ajil digambarkan sebagai seorang mahasiswa seni rupa murni bernama Sadali, sementara Adinia berperan sebagai Mera, yang merupakan pemilik dari galeri seni, kafe, sekaligus pemilik rumah sewa yang ditempati sementara oleh Sadali.
Dalam situasi tersebut, keduanya dihadapi pada percintaan tidak biasa antara pria yang lebih muda dengan perempuan yang lebih dewasa.
Gambaran situasi percintaan terpaut belasan tahun itu membuat Ajil dan Adinia harus membangun chemistry sebaik mungkin agar dapat tersampaikan dengan maksimal kepada penonton.
"Awalnya, dia (Ajil) awkward banget, langsung sampai, 'Haduh ini anak', jadinya gue juga awkward kayak salah bergerak terus, tapi nggak kok udah di break barrier-nya," timpal Adinia.
Beruntung, keduanya dapat bekerja secara profesional hingga akhirnya mampu menyatukan chemistry dengan baik.
Bukan tanpa alasan, kecanggungan Ajil juga disebabkan dengan pamor dan jam terbang Adinia yang sudah cukup lama di industri film, sehingga Ajil menghormatinya sebagai sesama pemeran.
Ajil pun berbagi pengalamannya saat memerankan karakter tidak biasa dalam film HITBK. Dengan persiapan syuting selama satu bulan lebih, Ajil berhasil mendalami karakter Sadali di film tersebut.
"Break down karakter Sadali menurutku cukup menantang karena aku sebenarnya nggak tau, 'Wow, ada ya karakter seperti ini'," kata Ajil.
Dia menambahkan, "Kalau nggak dibedah, dari awal gue nggak akan ngerti jalan pikiran Sadali ke arah mana sih."
Selain persiapan syuting dengan pelatih akting, Ajil juga melakukan rangkaian pelatihan melukis untuk mendalami karakternya.
Menariknya, Ajil pertama kali merasakan pengalaman melukis saat terlibat dalam film HITBK tersebut.
"Beberapa kali workshop yang nggak sebentar, bisa seharian gue melukis," kata Ajil.
"Ini benar-benar pengalaman pertama karena seumur hidup baru kali ini megang kuas dan kanvas," sambungnya.
Kini, Ajil dan seluruh tim produksi siap menantikan perilisan film Hidup Ini Terlalu Banyak Kamu. yang akan tayang di bioskop Indonesia mulai tanggal 21 November 2024.
Film tersebut dibintangi oleh Ajil Ditto, Adinia Wirasti, Hanggini, Grace JKT48, dan lainnya. (Ant/Z-1)
Gina S Noer memaparkan bahwa film Esok Tanpa Ibu bukan sekadar cerita tentang teknologi, melainkan sebuah eksplorasi mengenai relasi kompleks antara AI, sosok ibu, dan lingkungan hidup.
Aktris utama Dian Sastrowardoyo dilaporkan mengalami insiden jatuh dari kuda saat menjalani salah satu adegan penting saat syuting film Esok Tanpa Ibu.
Sutradara Timur Bekmambetov menjelaskan bahwa MERCY dirancang untuk memadukan ketegangan cerita dengan pendekatan visual berbasis layar digital atau Screenlife.
Selain kemitraan dengan Refinery Media dari Singapura, posisi sutradara film Esok Tanpa Ibudipercayakan kepada sineas asal Malaysia, Ho Wi-ding.
Meski berhasil memecahkan rekor untuk produksi Hollywood, Zootopia 2 harus mengakui keunggulan film animasi asal Tiongkok, Ne Zha 2.
Bagi Adinia Wirasti, bioskop bukan sekadar tempat menonton, melainkan ruang refleksi bagi manusia.
Teaser Lastri: Arawah Kembang Desa menjadi pembuka yang kuat sekaligus emosional, karena menampilkan sosok almarhum Gary Iskak sebagai Turenggo, serta Hana Saraswati sebagai Lastri.
Aktor pemenang Piala Emmy, Timothy Busfield, 68, telah menjalani persidangan perdana setelah menyerahkan diri kepada pihak berwenang di Albuquerque, New Mexico.
Nopek Novian mengaku melakukan riset mendalam dengan mengamati berbagai referensi aktor yang pernah memerankan tokoh serupa, salah satunya adalah budayawan senior Sujiwo Tejo.
Menurut Oki Rengga, keberanian untuk mencoba genre yang berbeda merupakan upayanya untuk terus meningkatkan kualitas dan kapasitas akting di industri film tanah air.
Keberhasilan Oki Rengga dalam membawakan dialek Jawa tanpa jejak dialek Sumatra di film Sebelum Dijemput Nenek mengundang rasa penasaran mengenai proses pendalaman karakternya.
Melampaui sekadar akting di depan kamera, para aktor seperti Sri Isworowati, Dodit Mulyanto, hingga Oki Rengga harus menghadapi tantangan fisik dan emosional yang cukup berat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved