Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SIAPA sangka pandemi bisa jadi titik awal yang bikin bisnis melesat? Inilah kisah Riski Rohmadhani, influencer sekaligus pengusaha muda yang sukses memanfaatkan media sosial buat membangun kerajaan digitalnya, Jupa Group.
Saat pandemi menghantam dan banyak orang terjebak dalam kebingungan, Riski justru melihat peluang emas. Alih-alih menyerah, ia malah mengambil langkah yang nggak disangka-sangka.
“Awal pandemi, semuanya berubah. Saya lihat banyak orang mulai bergeser ke transaksi digital, jadi saya mikir, kenapa nggak coba mulai bisnis di situ aja?” kata Riski mengingat momen penting tersebut.
Baca juga : Fundtastic Kolaborasi dengan Golftrovert Gelar Turnamen Golf FundtasticFour
Dengan modal dari tabungan yang ia kumpulkan selama menjadi muadzin di masjid Raudhatul Jannah Islamic Center Pekanbaru, Riski pun mendirikan Jupa Group pada 2020.
Lewat Jupa Group, Riski memperkenalkan empat aplikasi bisnis yang menyasar kebutuhan digital masyarakat, yaitu IndoJB, IndoPulsa, Pulsa Dana, dan Rekberin.
Setiap aplikasi punya fungsinya masing-masing, mulai dari jual beli akun gim, pulsa, hingga layanan transaksi digital yang terpercaya.
Baca juga : Berkat Mobile Legends, Pengusaha Muda Boy Chandra Kusuma Kian Popular
“Waktu itu, saya manfaatin media sosial, khususnya Instagram, buat promosiin aplikasi-aplikasi ini. Bener-bener jadi alat promosi yang ampuh banget,” jelas Riski.
Bicara soal medsos, Riski aktif membangun personal branding di Instagram, tempat ia punya lebih dari 35 ribu pengikut. Akun Instagramnya bahkan sudah diverifikasi oleh Meta.
Setiap hari, Riski memanfaatkan Instagram buat berbagi tips bisnis, pengalaman pribadi, dan tidak lupa, mempromosikan Jupa Group dengan cara yang unik dan menarik.
Baca juga : Jatuh Bangun Kembangkan Bisnis, Influencer asal Batang ini Kini Banjir Endorsement
“Media sosial itu powerful banget, kalau dipakai dengan strategi yang tepat,” tambah Riski.
Dengan strategi konten yang konsisten dan promosi kreatif, Riski sering mengadakan promo besar di momen-momen spesial seperti Ramadan dan Hari Kemerdekaan. Hal ini sukses menarik perhatian banyak pengguna baru dan bikin pengguna lama makin loyal.
“Promo di hari besar bikin orang makin tertarik buat pakai aplikasi kita. Ini salah satu trik yang paling efektif buat ningkatin loyalitas pelanggan,” ungkapnya.
Perjalanan Riski di dunia bisnis digital memang nggak instan. Di balik semua pencapaian ini, ada kerja keras dan konsistensi yang nggak bisa diabaikan. Dari nol, Jupa Group kini berkembang pesat dengan omzet yang udah tembus belasan juta rupiah. Tidak cuma itu, Riski juga terus menekankan pentingnya pantang menyerah dan terus belajar dari setiap tantangan yang ada.
“Di bisnis digital, nggak ada yang namanya jalan pintas. Kita harus konsisten, jangan gampang nyerah, dan terus belajar. Saya juga sempat ngalamin jatuh bangun, tapi dari situ saya belajar buat lebih kuat,” cerita Riski sekaligus mengakhiri pernyataannya. (Z-1)
Pelaku menyerang siapa saja yang mudah ditembus. Mereka tidak peduli apakah Anda perusahaan besar atau kecil. Jika Anda lengah, Anda akan menjadi korban.
BISNIS dan sufisme sebenarnya dua wilayah yang berbeda. Ketika orang berbicara tentang bisnis, ia akan segera lari kepada keuntungan-keuntunngan ekonomis.
MILITER Amerika Serikat (AS) mulai mengalihkan perhatian ke kawasan selatan. Sektor pertahanan kini melihat bisnis besar untuk menyuplai peralatan bagi jenis perang berbeda.
Usaha keluarga merupakan fondasi ekonomi Asia, dengan 85% perusahaan di kawasan Asia Pasifik dimiliki oleh keluarga, bersama UKM yang mencakup 97% bisnis di kawasan.
KEBUTUHAN efisiensi operasional dan konsistensi proses kerja di industri food & beverage (F&B) semakin meningkat seiring dengan bertambah outlet dan kompleksitas bisnis.
Rudolf mengaku belum tahu detail terkait gugatan yang dilayangkan Bali Towerindo kepada Pemkab Badung tersebut.
Masa depan persepsi politik publik sangat bergantung pada literasi media dan kesadaran kritis masyarakat.
ANGGOTA Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdullah, mendukung penuh instruksi pihak Istana kepada Polri untuk menginvestigasi rangkaian teror yang menimpa sejumlah aktivis dan influencer.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi meminta pihak kepolisian segera melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap dalang di balik aksi intimidasi tersebut.
KEBEBASAN berpendapat di media sosial menjadi salah satu wujud nyata demokrasi di era digital.
Pihak dari pemerintah atau yang merasa diri bagian dan penguasa? Itulah yang harus diungkap oleh jajaran pemerintahan Prabowo Subianto. Mampukah mereka?
LPSK membuka peluang perlindungan bagi aktivis dan influencer yang diduga mengalami intimidasi dan teror usai menyampaikan kritik, termasuk teror fisik dan digital.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved