Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMERANKAN sosok Natya, seorang perempuan yang FOMO (Fear of Missing Out) dan terobsesi dengan gaya hidup mewah, Ina Marika dihadapkan pada tantangan besar. Karakter Natya terlibat dalam dinamika keluarga besar yang penuh gejolak.
Ina mengaku bahwa set rumah tempat syuting, yang dirancang sangat penuh dan semrawut, benar-benar membuatnya pusing, tetapi juga sangat membantu membangun karakternya.
"Jujur, set rumah itu adalah set yang paling bikin aku sakit kepala" ungkap Ina dalam wawancara di Jakarta, Rabu (18/9).
Rumah tersebut dirancang untuk menggambarkan kehidupan tiga keluarga yang tinggal di bawah satu atap, dan semuanya terlihat sangat penuh dengan berbagai barang.
Bayangkan, tiga kulkas besar, barang-barang berserakan, mainan anak-anak yang bertebaran di lantai, serta pengambilan gambar yang sengaja dilakukan di ruang sempit untuk menambah kesan sumpek dan penuh.
"Setiap kali datang ke set itu, aku langsung sakit kepala karena suasana intens dan tegang dari adegan-adegan di keluarga ini. Tidak ada satu pun momen yang menyenangkan. Setnya dibuat se-real mungkin, dengan barang-barang yang melimpah dan ruang yang sesempit mungkin," jelas Ina.
Baca juga : Para Aktor Ungkap Kisah Lucu Selama Syuting Home Sweet Loan
Namun, meski membuatnya pusing, set rumah yang begitu penuh ternyata justru membantu Ina masuk lebih dalam ke karakter Natya.
Ia merasa kondisi tersebut mencerminkan kehidupan Natya yang penuh dinamika, sehingga secara tidak langsung, ia bisa merasakan bagaimana beratnya menjalani kehidupan yang begitu kacau.
"Walaupun bikin pusing, saat aku masuk ke set, aku langsung bisa merasakan suasana yang benar-benar menggambarkan kehidupan Natya. Itu sangat membantu aku untuk masuk ke dalam karakter. Jadi, meskipun setiap kali masuk set rasanya sakit kepala" tambahnya sambil tersenyum.
"Sakit kepala, tapi asli, membantu banget sih," tutup Ina, menunjukkan bahwa meskipun kondisi fisiknya terganggu, ia sangat berterima kasih pada set yang realistis tersebut karena bisa membantunya menjiwai karakter Natya dengan lebih mendalam. (Z-1)
Megan Domani mengungkapkan bahwa peran Annisa memberikan tantangan tersendiri, terutama dari sisi pendalaman karakter yang memiliki latar belakang keluarga yang kompleks.
Revalina S Temat membagikan pengalamannya menghadapi tuntutan peran yang menguras energi di film Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?
Bukan sekadar drama rumah tangga biasa, film Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku? dirancang sebagai sebuah eksplorasi spiritual dan perjalanan batin seorang perempuan.
Beby mengungkap cerita dalam film Tolong Saya! (Dowajuseyo) lahir dari kejadian mistis yang ia alami saat menjalani kehidupan sebagai mahasiswa Indonesia di Korsel.
Gina S Noer memaparkan bahwa film Esok Tanpa Ibu bukan sekadar cerita tentang teknologi, melainkan sebuah eksplorasi mengenai relasi kompleks antara AI, sosok ibu, dan lingkungan hidup.
Aktris utama Dian Sastrowardoyo dilaporkan mengalami insiden jatuh dari kuda saat menjalani salah satu adegan penting saat syuting film Esok Tanpa Ibu.
Teaser Lastri: Arawah Kembang Desa menjadi pembuka yang kuat sekaligus emosional, karena menampilkan sosok almarhum Gary Iskak sebagai Turenggo, serta Hana Saraswati sebagai Lastri.
Aktor pemenang Piala Emmy, Timothy Busfield, 68, telah menjalani persidangan perdana setelah menyerahkan diri kepada pihak berwenang di Albuquerque, New Mexico.
Nopek Novian mengaku melakukan riset mendalam dengan mengamati berbagai referensi aktor yang pernah memerankan tokoh serupa, salah satunya adalah budayawan senior Sujiwo Tejo.
Menurut Oki Rengga, keberanian untuk mencoba genre yang berbeda merupakan upayanya untuk terus meningkatkan kualitas dan kapasitas akting di industri film tanah air.
Keberhasilan Oki Rengga dalam membawakan dialek Jawa tanpa jejak dialek Sumatra di film Sebelum Dijemput Nenek mengundang rasa penasaran mengenai proses pendalaman karakternya.
Melampaui sekadar akting di depan kamera, para aktor seperti Sri Isworowati, Dodit Mulyanto, hingga Oki Rengga harus menghadapi tantangan fisik dan emosional yang cukup berat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved