Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA pemain film Home Sweet Loan berbagi pengalaman lucu selama syuting, mulai dari Fita Anggraini yang terkejut hingga terjatuh saat melihat ular, hingga kejadian syuting di dalam mobil di tengah pasar yang macet.
Selama proses syuting, khususnya untuk adegan Kaluna (Yunita Siregar) bersama tiga sahabatnya, Danan (Derby Romero), Miya (Fita Anggraini), dan Tanish (Risti Tagor), banyak momen tidak terduga yang mengundang gelak tawa.
Ada sebuah adegan ketika Kaluna sedang mencari rumah yang ingin ia beli. Saat itu, Kaluna beserta sahabatnya tengah menyurvei sebuah rumah yang memiliki konsep asri.
Baca juga : James McAvoy Ungkap Tolak Tawaran Main di Film Harry Potter
Di lokasi syuting, ternyata digunakan properti ular asli. Fita tidak sadar bahwa di atas atap rumah tersebut terdapat ular besar yang menjuntai. Ketika ia menyadari kehadiran ular itu, Fita terkejut hingga terjatuh. Kejadian tersebut membuat seluruh tim tertawa, termasuk para penonton yang melihat adegan itu.
“Yang ular itu, aku beneran terjatuh karena kaget banget lihat ularnya. Pas itu aku lagi pegang HP yang ada gelangnya, sampai putus gara-gara saking shock-nya,” cerita Fita sambil tertawa.
Saat mencari rumah untuk Kaluna, berbagai wilayah dikunjungi untuk menemukan tipe rumah yang sesuai dengan keinginan Kaluna. Namun, beberapa tempat ternyata tidak sesuai dengan iklan yang tersebar.
Baca juga : Idgitaf dan Visinema Pictures Rilis Berakhir di Aku, OST Home Sweet Loan
Salah satu adegan lucu terjadi ketika para pemain terjebak di dalam mobil di tengah pasar yang padat, penuh dengan truk ayam, angkot, dan motor yang lalu lalang. Meski tampak kacau, ada banyak momen di balik layar yang tak terekam kamera, namun berhasil mengundang gelak tawa.
“Tahu nggak, si Fita tuh nyender ke Risti, bayangin deh! Nih gue liatin fotonya,” ujar Derby sambil menunjukkan foto Fita yang tertidur pulas, bersandar pada Risti. Foto yang diperlihatkan Derby membuat semua orang tertawa terbahak-bahak.
Adegan di dalam mobil ini berlangsung dari pagi hingga siang, sehingga para pemain merasakan betul sensasi terjebak dalam kemacetan yang riuh.
Baca juga : Demi Film Tulang Belulang Tulang, Cornel Nadeak Belajar Menyetir Mobil
“Kita tuh benar-benar terjebak dari pagi sampai Dzuhur, beneran di dalam mobil! Itu momen yang nggak terlupakan, seru banget, ya kan, Kak Risty?” ujar Fita.
Keunikan lain selama syuting adalah kebiasaan Derby Romero yang selalu mengajak teman-temannya untuk membeli rumah yang mereka survei.
“Setiap kali lihat rumah, Derby selalu bilang, ‘Ayo patungan beli rumah ini.’ Dalam hati aku (Fita) cuma bisa bilang, ‘Der, gue nggak sekaya itu,’” ucap Fita sambil tertawa. (Z-1)
Selain kemitraan dengan Refinery Media dari Singapura, posisi sutradara film Esok Tanpa Ibudipercayakan kepada sineas asal Malaysia, Ho Wi-ding.
Meski berhasil memecahkan rekor untuk produksi Hollywood, Zootopia 2 harus mengakui keunggulan film animasi asal Tiongkok, Ne Zha 2.
Bagi Adinia Wirasti, bioskop bukan sekadar tempat menonton, melainkan ruang refleksi bagi manusia.
Dalam trailer film Monster Pabrik Rambut (Sleep No More), aktor Iqbaal Ramadhan tampil sangat berbeda dari yang ditampilkan di berbagai film yang ia bintangi sebelumnya.
Teaser Lastri: Arawah Kembang Desa menjadi pembuka yang kuat sekaligus emosional, karena menampilkan sosok almarhum Gary Iskak sebagai Turenggo, serta Hana Saraswati sebagai Lastri.
Berlatar di sebuah penjara di Indonesia yang dikuasai kekerasan dan ketidakadilan, Ghost in the Cell bukan sekadar film genre yang menawarkan ketegangan.
Teaser Lastri: Arawah Kembang Desa menjadi pembuka yang kuat sekaligus emosional, karena menampilkan sosok almarhum Gary Iskak sebagai Turenggo, serta Hana Saraswati sebagai Lastri.
Aktor pemenang Piala Emmy, Timothy Busfield, 68, telah menjalani persidangan perdana setelah menyerahkan diri kepada pihak berwenang di Albuquerque, New Mexico.
Nopek Novian mengaku melakukan riset mendalam dengan mengamati berbagai referensi aktor yang pernah memerankan tokoh serupa, salah satunya adalah budayawan senior Sujiwo Tejo.
Menurut Oki Rengga, keberanian untuk mencoba genre yang berbeda merupakan upayanya untuk terus meningkatkan kualitas dan kapasitas akting di industri film tanah air.
Keberhasilan Oki Rengga dalam membawakan dialek Jawa tanpa jejak dialek Sumatra di film Sebelum Dijemput Nenek mengundang rasa penasaran mengenai proses pendalaman karakternya.
Melampaui sekadar akting di depan kamera, para aktor seperti Sri Isworowati, Dodit Mulyanto, hingga Oki Rengga harus menghadapi tantangan fisik dan emosional yang cukup berat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved