Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
RUMAH produksi Yahywa Titi Mangsa merilis poster perdana film drama religi Tak Kenal Maka Taaruf, yang akan dirilis dalam beberapa waktu ke depan.
Dalam keterangan pers, dikutip Rabu (17/7), produser film Tak Kenal Maka Taaruf Wahyudi mengaku tertarik mengembangkan cerita yang diadaptasi dari novel berjudul sama ke dalam film. Hal ini karena kegelisahannya sebagai seorang ayah dan ingin menuangkannya melalui film tersebut.
"Jadi, bersama dengan Mohammad Salim dan Mim Yudiarto sebagai produser, kami itu gelisah. Kami bikin film ini sebagai bentuk perhatian seorang ayah untuk anaknya," kata Wahyudi.
Baca juga : Film Kaka Boss Rilis Poster Resmi, Tayang 29 Agustus 2024
"Semua yang terlibat dalam film ini punya anak, adik, saudara (laki laki atau perempuan) yang harus diperhatikan masa depannya. Dengan kekhawatiran kita dengan pergaulan yang membahayakan, interaksi antarlawan jenis yang terlalu bebas," sambungnya.
Film karya Sutradara Toma Margens tersebut merilis poster perdana yang menggambarkan tiga karakter utamanya, yakni Faris, Zoya, dan Cleo.
Dalam poster tersebut, terlihat karakter Faris yang diperankan Fadi Alaydrus yang tersenyum manis pada perempuan berhijab di depannya, sedangkan karakter Zoya dan Cleo terlihat sedang berbincang serius satu sama lain.
Baca juga : Film Seni Memahami Kekasih Rilis Poster dan Teasere
Sesuai dengan judulnya, film ini ingin memberikan gambaran ideal pergaulan remaja yang sehat. Melalui film ini, Wahyudi dan tim produksi ingin kembali memperkenalkan cara berkenalan dan bergaul dengan baik, terutama terhadap lawan jenis.
Sepakat dengan Wahyudi, Mim Yudiarto selaku produser film ini berharap karyanya dapat memberikan pesan kebaikan kepada penonton.
Baginya, taaruf bukan yang sulit dilakukan dan mustahil untuk dilakukan karena sudah ada tata cara khusus di dalamnya.
Baca juga : Film Dosen Ghaib: Sudah Malam atau Sudah Tahu Rilis Poster Terbaru
"Jadi, tidak benar apabila taaruf dibilang seperti membeli kucing dalam karung," kata Mim.
Dia menambahkan, "Pencarian cinta bisa dengan berbagai macam cara. Cara terbaik adalah yang diridhoi-Nya."
Saat ini, film Tak Kenal Maka Taaruf sedang memasuki tahap post production. Dalam beberapa waktu ke depan, film Tak Kenal Maka Taaruf akan dirilis dan dapat ditonton oleh masyarakat luas.
Film Tak Kenal Maka Taaruf dibintangi Fadi Alaydrus, Sadkia Chadwik, dan Dinda Mahira. (Ant/Z-1)
Sejak kemunculannya, Nussa telah menjadi ikon animasi yang lekat dengan nilai-nilai positif bagi anak-anak.
Christine Hakim tidak kuasa menahan air mata saat membagikan pengalamannya menghidupkan sosok Ibu Wibisana dalam film adaptasi novel karya Leila S Chudori, Laut Bercerita.
Menurut Dian Sastrowardoyo, sosok Kinan dalam film Laut Bercerita adalah representasi perempuan yang sangat inspiratif.
Reza Rahadian mengungkapkan bahwa dalam mendalami karakter Biru Laut, ia memilih untuk tetap setia pada pondasi awal yang telah dibangun penulis.
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Mengejar Restu menghadirkan kisah tentang kekuatan dan keteguhan hati seorang perempuan dalam menghadapi konflik, pilihan hidup, serta realitas yang kerap tak mudah dijalani.
Drama Korea terbaru “A Hundred Memories” kembali mencuri perhatian dengan merilis poster spesial yang menandai dimulainya paruh kedua perjalanan cerita.
Visual poster film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa ini menampilkan seorang yang tengah diikat di sebuah tiang kayu, dengan kobaran api yang mengelilinginya.
Tsabita dan tim mahasiswa KKN Unimus Semarang menggelar demonstrasi terapi rendam kaki air hangat di Desa Pranggong, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali.
Film Keluarga Super Irit menceritakan perjuangan keluarga Sukaharta dalam menjalani hidup hemat usai sang kepala keluarga kehilangan pekerjaan.
Sutradara Teddy Soeriaatmadja menjelaskan bahwa film Mungkin Kita Perlu Waktu menggambarkan realita bahwa setiap orang punya cara masing-masing dalam menghadapi trauma.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved