Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
IDN Pictures merilis teaser poster dan tampilan perdana film drama komedi romantis terbaru dari produser Susanti Dewi dan sutradara Jeihan Angga, Seni Memahami Kekasih, yang dijadwalkan tayang di bioskop pada 5 September 2024.
"Film Seni Memahami Kekasih merupakan cerita yang unik dari kisah pasangan Agus Mulyadi dan Kalis Mardiasih, dibalut dengan komedi romantis," kata Head of IDN Pictures dan produser film Susanti Dewi dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (7/7).
Poster film Seni Memahami Kasih menampilkan Elang El Gibran sebagai Agus Mulyadi (Agus Magelangan) dan Febby Rastanty sebagai Kalis Mardiasih, yang mengenakan helm dan mengendarai sepeda motor, dengan latar belakang para pemeran lain di antaranya Sisca Saras, Devina Aureel, Desy Genoveva, Yusril, dan Benecdivity.
Baca juga : Film Dosen Ghaib: Sudah Malam atau Sudah Tahu Rilis Poster Terbaru
Sementara, pada tampilan perdana (first look) menampilkan Elang El Gibran dan Febby Rastanty sebagai sepasang kekasih yang sederhana namun jenaka.
Baca juga : Film Si Juki The Movie: Harta Pulau Monyet Rilis Poster
Keduanya menjalin hubungan percintaan layaknya orang biasa pada umumnya, tetapi pada akhirnya dihadapkan pada kompleksitas hingga terjadi perselisihan dan salah paham.
Selain Elang El Gibran dan Febby Rastanty, tampilan perdana juga menampilkan Sisca Saras dan Devina Aureel sebagai sahabat Febby.
"Film ini ingin mengajak penonton dalam memahami orang yang kita cintai lewat perjalanan Agus dan Kalis. Seni Memahami Kekasih juga relatable dengan Gen Z untuk menjelajahi makna cinta dalam kehidupan yang serba kompleks saat ini, sehingga cerita di film ini akan terasa heartwarming," kata Susanti.
Baca juga : Film Laura Rilis Poster dan Cuplikan
Seni Memahami Kekasih merupakan adaptasi dari buku berjudul Sebuah Seni untuk Memahami Kekasih karya Agus Mulyadi yang menceritakan perjalanan penulis dalam menemukan cinta sejati.
Perjalanan romansa Agus Mulyadi yang tidak pernah mulus lalu berubah ketika bertemu dengan Kalis Mardiasih.
Film ini merupakan film panjang ketiga dari Jeihan Angga. Sebelumnya, ia telah menggarap Mekah I'm Coming dan Just Mom.
Di film terbarunya, Jeihan ingin menyampaikan perjuangan sepasang kekasih dalam memaknai cinta lewat karakter-karakternya yang sederhana.
"Ketika generasi saat ini dihadapkan pada semakin rumitnya memaknai arti cinta, film Seni Memahami Kekasih ingin mengajak para penonton, terutama penonton Gen Z, dalam menyelami perjuangan menemukan cinta sejati lewat kisah sederhana antara Agus dan Kalis," kata Jeihan. (Ant/Z-1)
Selain kemitraan dengan Refinery Media dari Singapura, posisi sutradara film Esok Tanpa Ibudipercayakan kepada sineas asal Malaysia, Ho Wi-ding.
Meski berhasil memecahkan rekor untuk produksi Hollywood, Zootopia 2 harus mengakui keunggulan film animasi asal Tiongkok, Ne Zha 2.
Bagi Adinia Wirasti, bioskop bukan sekadar tempat menonton, melainkan ruang refleksi bagi manusia.
Dalam trailer film Monster Pabrik Rambut (Sleep No More), aktor Iqbaal Ramadhan tampil sangat berbeda dari yang ditampilkan di berbagai film yang ia bintangi sebelumnya.
Teaser Lastri: Arawah Kembang Desa menjadi pembuka yang kuat sekaligus emosional, karena menampilkan sosok almarhum Gary Iskak sebagai Turenggo, serta Hana Saraswati sebagai Lastri.
Berlatar di sebuah penjara di Indonesia yang dikuasai kekerasan dan ketidakadilan, Ghost in the Cell bukan sekadar film genre yang menawarkan ketegangan.
Mengejar Restu menghadirkan kisah tentang kekuatan dan keteguhan hati seorang perempuan dalam menghadapi konflik, pilihan hidup, serta realitas yang kerap tak mudah dijalani.
Drama Korea terbaru “A Hundred Memories” kembali mencuri perhatian dengan merilis poster spesial yang menandai dimulainya paruh kedua perjalanan cerita.
Visual poster film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa ini menampilkan seorang yang tengah diikat di sebuah tiang kayu, dengan kobaran api yang mengelilinginya.
Tsabita dan tim mahasiswa KKN Unimus Semarang menggelar demonstrasi terapi rendam kaki air hangat di Desa Pranggong, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali.
Film Keluarga Super Irit menceritakan perjuangan keluarga Sukaharta dalam menjalani hidup hemat usai sang kepala keluarga kehilangan pekerjaan.
Sutradara Teddy Soeriaatmadja menjelaskan bahwa film Mungkin Kita Perlu Waktu menggambarkan realita bahwa setiap orang punya cara masing-masing dalam menghadapi trauma.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved