Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTOR Reza Rahadian mengubah penampilannya menjadi terlihat klasik ala 1960-an untuk menyesuaikan diri dengan perannya di film Gowok Kamasutra Jawa, yang berlatar pada periode tersebut.
"Sebetulnya iya, secara looks dikasih referensinya tuh dengan rambut klasik. Ya intinya berusaha mendekati itu supaya kostumnya yang sudah mendukung, make up mendukung sehingga saya harus membawakan karakter ya sebaik yang saya bisa," kata Reza, dikutip Selasa (16/7).
Reza juga tampil berkumis untuk menambah kesan klasik dari tokoh Denmas Kamanjaya yang diperankannya.
Baca juga : Reza Rahadian Klaim Heartbreak Motel Karya Adaptasi Buku Ika Natassa Terbaik
Tidak hanya merombak penampilan, Reza mengaku juga sampai menurunkan berat badan agar terlihat lebih ramping.
"Ya ini ternyata gak banyak, cuman 2,5 kilo ya," ujar Reza.
Film Gowok Kamasutra Jawa, yang berlatar di Tanah Jawa pada periode 1960-an membuat Reza perlu menyesuaikan bahasa dan aksen sesuai dengan masyarakat yang hidup pada saat itu.
Baca juga : Percaya Siksa Kubur, Reza Rahadian: Ada Sesuatu Setelah Kematian
"Di sini ada beberapa bahasa dan dialek yang agak ngapak itu yang coba dipertahankan dan dibantu dalam film ini, sehingga itu jadi suatu yang menarik di film ini," tuturnya.
Film Gowok Kamasutra Jawa mengangkat fenomena dukun seksual dalam masyarakat Jawa yang keberadaannya sudah ada sejak 1400-an.
Gowok adalah wanita yang bertugas mengajari laki-laki dari keluarga bangsawan mengenai seluk beluk kehidupan rumah tangga, termasuk pendidikan seks.
Selain Reza, film Gowok Kamasutra Jawa juga dibintangi Raihaanun, Lola Amaria, Ali Fikry, Nayla Purnama, dan lainnya.
Film garapan sutradara Hanung Bramantyo itu dijadwalkan tayang di bioskop pada 2025 mendatang. (Ant/Z-1)
Teaser Lastri: Arawah Kembang Desa menjadi pembuka yang kuat sekaligus emosional, karena menampilkan sosok almarhum Gary Iskak sebagai Turenggo, serta Hana Saraswati sebagai Lastri.
Aktor pemenang Piala Emmy, Timothy Busfield, 68, telah menjalani persidangan perdana setelah menyerahkan diri kepada pihak berwenang di Albuquerque, New Mexico.
Nopek Novian mengaku melakukan riset mendalam dengan mengamati berbagai referensi aktor yang pernah memerankan tokoh serupa, salah satunya adalah budayawan senior Sujiwo Tejo.
Menurut Oki Rengga, keberanian untuk mencoba genre yang berbeda merupakan upayanya untuk terus meningkatkan kualitas dan kapasitas akting di industri film tanah air.
Keberhasilan Oki Rengga dalam membawakan dialek Jawa tanpa jejak dialek Sumatra di film Sebelum Dijemput Nenek mengundang rasa penasaran mengenai proses pendalaman karakternya.
Melampaui sekadar akting di depan kamera, para aktor seperti Sri Isworowati, Dodit Mulyanto, hingga Oki Rengga harus menghadapi tantangan fisik dan emosional yang cukup berat.
Gina S Noer memaparkan bahwa film Esok Tanpa Ibu bukan sekadar cerita tentang teknologi, melainkan sebuah eksplorasi mengenai relasi kompleks antara AI, sosok ibu, dan lingkungan hidup.
Aktris utama Dian Sastrowardoyo dilaporkan mengalami insiden jatuh dari kuda saat menjalani salah satu adegan penting saat syuting film Esok Tanpa Ibu.
Sutradara Timur Bekmambetov menjelaskan bahwa MERCY dirancang untuk memadukan ketegangan cerita dengan pendekatan visual berbasis layar digital atau Screenlife.
Selain kemitraan dengan Refinery Media dari Singapura, posisi sutradara film Esok Tanpa Ibudipercayakan kepada sineas asal Malaysia, Ho Wi-ding.
Meski berhasil memecahkan rekor untuk produksi Hollywood, Zootopia 2 harus mengakui keunggulan film animasi asal Tiongkok, Ne Zha 2.
Bagi Adinia Wirasti, bioskop bukan sekadar tempat menonton, melainkan ruang refleksi bagi manusia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved