Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTOR Bukie B Mansyur mengungkapkan film Pusaka merupakan film horor pertamanya yang bergenre gore, yang banyak melibatkan aksi dan kekerasan.
"Ini pertama kalinya aku main di film yang sangat gory, penuh darah, dan pertama kalinya kerja sama Multivision, makanya langsung 'gas'," kata Bukie, dikutip Minggu (7/7).
Ia mengatakan yang membuatnya tertarik menyambut peran sebagai Randi Wisangko adalah karakter yang sangat menarik perhatiannya, yaitu sebagai pemilik benda pusaka. Selain itu juga karena film Pusaka disutradarai Rizal Mantovani, yang ia sebut terkenal dengan film dengan seni yang bagus.
Baca juga : Rendy Kjaernett Bintangi Film Solata [Teman Adalah Keluarga Yang Kita Pilih]
Bukie mengatakan untuk mendalami karakternya sebagai anak dari kolektor benda pusaka, ia berdiskusi dengan sutradara dan pelatih peran hingga menonton series horor agar bisa menyampaikan perannya dengan baik.
Baca juga : Reza Rahadian Klaim Heartbreak Motel Karya Adaptasi Buku Ika Natassa Terbaik
"Kalau aku sih kepo-in tentang perpusakaan karena secara karakter aku tuh ngewarisin pusaka dari papaku yang kolektor pusaka, ngobrol sama Mas Rizal, acting coach, gimana kita cara munculin karakternya supaya lebih masuk lagi, karena karakternya harus hidup dari kita, dan aku latihan stunt sama Susan Sameh juga," kata Bukie.
Menyadari perannya yang kompleks juga jadi tantangan tersendiri baginya untuk membangkitkan peran di film Pusaka.
Namun, ia merasa terbantu dengan pemeran lainnya yang turut menghadirkan suasana nyaman saat syuting sehingga tantangan tersebut tidak terlalu menyulitkan baginya.
Baca juga : Morgan Oey Pelajari Seni Tato untuk Peran di Film Romeo Ingkar Janji
"Justru kita akrabnya setelah selesai syuting, berasa kekeluargaannya, saat syuting makan bareng nggak hanya sama cast tapi sama kru juga," kata aktor yang pernah bermain di film Netflix Agak Laen itu.
Bukie mengatakan jika ada kesempatan, ia ingin bermain film di mana dirinya berperan sebagai psikopat, dan juga film yang bergenre art house horor dengan alur lambat.
Ia ingin bisa menyampaikan karakter yang sangat dalam dan dibalut teknik pengambilan gambar yang cantik.
Baca juga : Isi Suara di Film Si Juki The Movie: Harta Pulau Monyet, Indro Warkop Bernostalgia
Pusaka merupakan film bergenre horor gore yang menceritakan tentang sebuah rumah milik ayah dari Randi Wisangko (Bukie B Mansyur) yang memiliki banyak benda pusaka di dalamnya dan ingin dijadikan museum.
Setelah ditelusuri benda pusaka tersebut memiliki energi negatif yang mengancam semua yang terlibat di dalamnya.
Film Pusaka garapan sutradara Rizal Mantovani bersama MVP Pictures siap tayang di bioskop Indonesia mulai 18 Juli 2024. (Ant/Z-1)
Aktris utama Dian Sastrowardoyo dilaporkan mengalami insiden jatuh dari kuda saat menjalani salah satu adegan penting saat syuting film Esok Tanpa Ibu.
Sutradara Timur Bekmambetov menjelaskan bahwa MERCY dirancang untuk memadukan ketegangan cerita dengan pendekatan visual berbasis layar digital atau Screenlife.
Selain kemitraan dengan Refinery Media dari Singapura, posisi sutradara film Esok Tanpa Ibudipercayakan kepada sineas asal Malaysia, Ho Wi-ding.
Meski berhasil memecahkan rekor untuk produksi Hollywood, Zootopia 2 harus mengakui keunggulan film animasi asal Tiongkok, Ne Zha 2.
Bagi Adinia Wirasti, bioskop bukan sekadar tempat menonton, melainkan ruang refleksi bagi manusia.
Dalam trailer film Monster Pabrik Rambut (Sleep No More), aktor Iqbaal Ramadhan tampil sangat berbeda dari yang ditampilkan di berbagai film yang ia bintangi sebelumnya.
Teaser Lastri: Arawah Kembang Desa menjadi pembuka yang kuat sekaligus emosional, karena menampilkan sosok almarhum Gary Iskak sebagai Turenggo, serta Hana Saraswati sebagai Lastri.
Aktor pemenang Piala Emmy, Timothy Busfield, 68, telah menjalani persidangan perdana setelah menyerahkan diri kepada pihak berwenang di Albuquerque, New Mexico.
Nopek Novian mengaku melakukan riset mendalam dengan mengamati berbagai referensi aktor yang pernah memerankan tokoh serupa, salah satunya adalah budayawan senior Sujiwo Tejo.
Menurut Oki Rengga, keberanian untuk mencoba genre yang berbeda merupakan upayanya untuk terus meningkatkan kualitas dan kapasitas akting di industri film tanah air.
Keberhasilan Oki Rengga dalam membawakan dialek Jawa tanpa jejak dialek Sumatra di film Sebelum Dijemput Nenek mengundang rasa penasaran mengenai proses pendalaman karakternya.
Melampaui sekadar akting di depan kamera, para aktor seperti Sri Isworowati, Dodit Mulyanto, hingga Oki Rengga harus menghadapi tantangan fisik dan emosional yang cukup berat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved