Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYANYI Shakira mengungkapkan tantangannya menjadi ibu tunggal yang baik untuk kedua putranya Sasha, 9, dan Milan, 11, dalam wawancara dengan Rolling Stone.
Penyanyi berusia 47 tahun itu juga harus menyeimbangkan perannya sebagai ibu dengan karir musiknya.
"Saat kita menjadi ibu, kita tidak pernah menguranginya," kata Shakira kepada media tersebut. "Kita bisa terus bekerja, tetapi komitmen kita sebagai ibu tidak dapat dinegosiasikan."
Baca juga : Ini Tren Tontonan Anak Selama Satu Tahun Terakhir
"Kadang-kadang mencapai keseimbangan itu sulit, bukan? Berapa banyak waktu yang Anda dedikasikan untuk diri sendiri, untuk pekerjaan, untuk anak-anak? Tetapi anak-anak selalu menjadi prioritas dan yang paling menghabiskan energi kita," lanjutnya.
Berbagi bahwa perasaannya tentang keibuan semakin mendalam saat dia menjadi ibu tunggal, Shakira berkata, "Saya tidak pernah harus mengandalkan diri sendiri sebanyak yang saya lakukan dalam perjuangan untuk bertahan hidup dan kelangsungan hidup anak-anak saya. Saya pikir mereka telah melihat ibu mereka menangis. Saya pikir mereka telah melihatnya merayakan. Saya pikir mereka telah melihatnya tertawa. Saya pikir mereka telah melihatnya bekerja tanpa lelah."
"Dan itu: Saya ingin menunjukkan kepada mereka bahwa hidup itu tidak linear. Hidup tidak seperti yang digambarkan dalam film. Hal-hal tidak berjalan seperti yang kita inginkan dan kita harus menghadapi kekecewaan. Itu adalah bagian dari kondisi manusia. Itulah mengapa kita di sini," lanjutnya.
Baca juga : Mick Jagger Akui Jadi Ayah bukan Perkara Mudah
Dalam cerita sampul April untuk Allure, Shakira berbagi bahwa putranya tidak menyukai Barbie, mencatat bahwa dia juga tidak menyukai film tersebut.
"Anak-anak saya sangat membenci film itu," kata Shakira kepada media tersebut. "Mereka merasa itu merendahkan laki-laki. Dan saya setuju, sampai batas tertentu."
"Saya sedang membesarkan dua anak laki-laki. Saya ingin mereka merasa kuat juga sambil menghormati perempuan. Saya menyukai budaya pop saat mencoba memberdayakan perempuan tanpa merampas kemungkinan pria untuk menjadi pria, untuk melindungi dan menyediakan," lanjutnya. (People/Z-3)
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Kelima ikon musik itu adalah Michael Jackson, Freddy Mercury, Whitney Houston, John Lennon, dan Elvis Presley.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved