Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SUTRADARA film Malam Pencabut Nyawa, Sidharta Tata, mengungkapkan alasan menggunakan judul baru untuk karyanya itu, alih-alih memakai judul dari novel yang menjadi sumber adaptasi film tersebut, Respati.
Malam Pencabut Nyawa merupakan film horor yang kisahnya diadaptasi dari novel bertajuk Respati karya Ragil JP.
Sutradara yang akrab disapa Tata itu mengaku memilih judul Malam Pencabut Nyawa karena mempertimbangkan pasar perfilman di Indonesia yang masih menggandrungi genre film horor.
Baca juga : Film Malam Pencabut Nyawa akan Tayang di Bioskop Mulai 22 Mei
"Kita selalu melihat potensi pasar yang ada seperti apa dan ke sini kan memang horor masih menjadi primadona bagi para penonton Indonesia," kata Tata, dikutip Rabu (15/5).
Baca juga : Film Paku Tanah Jawa Angkat Kisah Gunung Tidar, Tayang 6 Juni 2024
Lebih lanjut, Tata menuturkan judul Malam Pencabut Nyawa dipilih agar kesan genre horor yang ingin disampaikan dalam film ini lebih mudah diserap oleh masyarakat.
Menurutnya, hal ini juga menjadi upaya tim produksi agar film tersebut lebih dekat dengan penonton.
"Penggunaan Malam Pencabut Nyawa itu adalah sesuatu yang menurut kami bersama puitis tapi tetap menjaga supaya kita masih bisa mendapatkan pasar di Indonesia," ujar Tata.
Baca juga : Film Malam Pencabut Nyawa Akan Tayang di 10 Negara
Produser film Aoura Lovenson Chandra menambahkan, pihaknya tidak memakai judul Respati karena nama tersebut dinilai belum familiar di telinga orang Indonesia. Sehingga judul yang lebih deskriptif menjadi pilihan agar tema film yang ingin dihadirkan lebih mudah diterima calon penonton.
"Lebih baik kita memberikan judul yang lebih deskriptif yang sedikit memberikan lebih informasi mengenai film dan ceritanya," ujar Aoura.
Film Malam Pencabut Nyawa arahan sutradara Sidharta Tata digarap rumah produksi BASE Entertainment. Film ini dibintangi Devano Danendra, Keisya Levronka, Mikha Hernan, Fajar Nugra, Ratu Felisha, Budi Ros, dan Kiki Narendra.
Baca juga : Bryan Domani Mengaku Kesal dengan Karakternya di Film Temurun
Malam Pencabut Nyawa akan tayang di bioskop Indonesia mulai 22 Mei 2024.
Selain di Indonesia, Malam Pencabut Nyawa juga akan ditayangkan di lebih dari 10 negara yakni Malaysia, Brunei, Singapura, Kamboja, Vietnam, Taiwan, Mongolia, CIS/Baltic (Rusia dan sekitarnya), dan Amerika Serikat.
Di bioskop mancanegara, film tersebut tayang dengan tetap memakai judul dari novelnya yaitu Respati. (Ant/Z-1)
Meski berhasil memecahkan rekor untuk produksi Hollywood, Zootopia 2 harus mengakui keunggulan film animasi asal Tiongkok, Ne Zha 2.
Bagi Adinia Wirasti, bioskop bukan sekadar tempat menonton, melainkan ruang refleksi bagi manusia.
Dalam trailer film Monster Pabrik Rambut (Sleep No More), aktor Iqbaal Ramadhan tampil sangat berbeda dari yang ditampilkan di berbagai film yang ia bintangi sebelumnya.
Teaser Lastri: Arawah Kembang Desa menjadi pembuka yang kuat sekaligus emosional, karena menampilkan sosok almarhum Gary Iskak sebagai Turenggo, serta Hana Saraswati sebagai Lastri.
Berlatar di sebuah penjara di Indonesia yang dikuasai kekerasan dan ketidakadilan, Ghost in the Cell bukan sekadar film genre yang menawarkan ketegangan.
Kehadiran hantu-hantu senior tersebut di film Sebelum Dijemput Nenek berfungsi untuk melengkapi teror yang ditebar oleh antagonis utama, Mbah Marsiyem.
Dibintangi Angga Yunanda, Dodit Mulyanto, dan Wafi Zihan, film ini mengangkat kisah saudara kembar yang terkutuk setelah sang nenek meninggal di hari keramat tanggal 6 bulan 6 jam 6.
Tora Sudiro bakal tampil dalam film Janur Ireng: Sewu Dino The Prequel, dijadwalkan tayang pada 24 Desember mendatang.
Setiap aktivitas dirancang berdasarkan misi utama Facebook: menciptakan hubungan yang tulus dan kebersamaan penuh tawa yang lahir dari partisipasi para pengguna di Indonesia.
Nagita Slavina yang menjadi produser eksekutif film Timur itu mengatakan bahwa film laga bisa menampilkan adegan perkelahian dan cerita dengan unsur drama yang menyentuh.
ARTIS Luna Maya terlibat dalam film horor terbaru berjudul Sosok Ketiga: Lintrik sebagai produser eksekutif
Tidak ada monolog batin atau dialog anjing seperti film keluarga biasanya. Sebaliknya, ekspresi, tatapan, dan gerakan tubuh Indy menjadi bahasa utama yang membangun atmosfer horor.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved