Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BERKARIER di industri film sejak 2001 lalu atau sekitar 24 tahun silam, Aktor Tora Sudiro akhirnya melakoni debut di film bergenre horor. Pria berusia 52 tahun itu bakal tampil dalam film Janur Ireng: Sewu Dino The Prequel, dijadwalkan tayang pada 24 Desember mendatang.
Di film itu, Tora memerankan karakter antagonis Arjo Kuncoro, yang juga tokoh penting dan merupakan sosok utama penyebab awalnya sebuah malapetaka. Tora pun menceritakan bagaimana awal mula dirinya mendapat kesempatan memerankan karakter itu.
"Ini pertama kali saya project film sama Kimo (sutradara), awalnya disuruh casting kirim satu video, tapi gue bikinin empat video tapi beda-beda karakter. Minimal saya tunjukkin kalau saya mau berjuang (untuk terlibat dalam film)," kata Tora dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (15/12).
Setelah berhasil mendapat karakter Arjo, Tora pun bercerita bagaimana sulitnya memerankan karakter tersebut. Pria yang lebih sering bermain film bergenre komedi ketimbang horor itu mengaku bahwa ada beberapa permintaan sutradara yang cukup jadi tantangan untuknya.
"Berat-berat asoy sih sebenarnya (memerankan karakter Arjo), kaya misalnya sepanjang film itu saya diminta agar senyumnya ga boleh terlalu lebar, Terus kalau ngomong suaranya harus rendah terus, sebenernya kan suara saya kadang cempreng juga kalau lagi excited, tapi uni sepanjang film suaranya harus rendah," ucap Tora.
Selain itu, suami dari Mieke Amalia itu pun menyatakan kalau dalam film tersebut dia juga beberapa kali harus melakoni adegan laga dengan lawan main serta harus menampilkan adegan menari jawa. Workshop intensif pun mesti dijalaninya untuk mendapatkan pendalaman karakter yang menjanjikan.
"Untuk film ini saya ada belajar nari juga dan belajar berantem, narinya itu nari jawa dan waktu itu saya latihan nari mungkin setiap hari dengan durasi 2 jam. Kalau adegan berantem untungnya aku adegannya sama Lio (Marthino Lio), Dia tuh udah profesional klo urusan fighting jadi cukup terbantu," jelas Tora.
Film Janur Ireng: Sewu Dino The Prequel berkisah tentang Sabdo dan Intan yang merupakan dua insan yang tak boleh dipersatukan, keluarga besar dan semua keturunannya percaya bahwa ketika keduanya bersatu mereka mempunyai kekuataan yang tak terkalahkan.
Hal ini kemudian memancing paman mereka Arjo Kuncoro untuk menguasai keduanya. Mereka dibawa ke rumah mewah milik keluarga Kuncoro, dijanjikan kekayaan, tapi ternyata ini semua adalah awal malapetaka untuk keduanya. Satu-satu nya yang bisa menyelamatkan mereka hanyalah, Janur Ireng, santet paling mematikan di tanah awa.
Deretan aktor seperti Rio Dewanto (Sugik), Marthino Lio (Sabdo), Ratu Rafa (Intan), Tora Sudiro (Arjo Kuncoro), hingga Masayu Anastasia (Lasmini) terlihat dalam trailer. Dibawah arahan Kimo Stamboel, beberapa adegan penuh darah terpampang dalam cuplikan trailer, seolah menegaskan bahwa film ini lebih dari sekadar film horor. (Z-1)
Teaser Lastri: Arawah Kembang Desa menjadi pembuka yang kuat sekaligus emosional, karena menampilkan sosok almarhum Gary Iskak sebagai Turenggo, serta Hana Saraswati sebagai Lastri.
Aktor pemenang Piala Emmy, Timothy Busfield, 68, telah menjalani persidangan perdana setelah menyerahkan diri kepada pihak berwenang di Albuquerque, New Mexico.
Nopek Novian mengaku melakukan riset mendalam dengan mengamati berbagai referensi aktor yang pernah memerankan tokoh serupa, salah satunya adalah budayawan senior Sujiwo Tejo.
Menurut Oki Rengga, keberanian untuk mencoba genre yang berbeda merupakan upayanya untuk terus meningkatkan kualitas dan kapasitas akting di industri film tanah air.
Keberhasilan Oki Rengga dalam membawakan dialek Jawa tanpa jejak dialek Sumatra di film Sebelum Dijemput Nenek mengundang rasa penasaran mengenai proses pendalaman karakternya.
Melampaui sekadar akting di depan kamera, para aktor seperti Sri Isworowati, Dodit Mulyanto, hingga Oki Rengga harus menghadapi tantangan fisik dan emosional yang cukup berat.
Gina S Noer memaparkan bahwa film Esok Tanpa Ibu bukan sekadar cerita tentang teknologi, melainkan sebuah eksplorasi mengenai relasi kompleks antara AI, sosok ibu, dan lingkungan hidup.
Aktris utama Dian Sastrowardoyo dilaporkan mengalami insiden jatuh dari kuda saat menjalani salah satu adegan penting saat syuting film Esok Tanpa Ibu.
Sutradara Timur Bekmambetov menjelaskan bahwa MERCY dirancang untuk memadukan ketegangan cerita dengan pendekatan visual berbasis layar digital atau Screenlife.
Selain kemitraan dengan Refinery Media dari Singapura, posisi sutradara film Esok Tanpa Ibudipercayakan kepada sineas asal Malaysia, Ho Wi-ding.
Meski berhasil memecahkan rekor untuk produksi Hollywood, Zootopia 2 harus mengakui keunggulan film animasi asal Tiongkok, Ne Zha 2.
Bagi Adinia Wirasti, bioskop bukan sekadar tempat menonton, melainkan ruang refleksi bagi manusia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved