Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTOR Tora Sudiro mengungkapkan bahwa film terbarunya, Yakin Nikah, merupakan proyek yang sangat berarti baginya. Untuk pertama kalinya, ia mendapatkan kesempatan untuk berperan sebagai seorang ayah.
Tora menyatakan keputusan ini merupakan bagian dari strategi untuk beralih ke peran yang lebih dewasa dalam kariernya.
Ia dengan jujur mengakui bahwa menjadi seorang ayah menawarkan tantangan baru yang menarik, serta dapat memberikan kestabilan karier di kemudian hari.
Ia menyadari bahwa peran-peran ini tidak seberat karakter antagonis atau protagonis, namun tetap memberikan imbalan yang baik.
"Kalau saya jadi bapak-bapak, nggak terlalu capek, tapi bayaran bagus," ujar Tora bercanda di Plaza Senayan, Selasa (9/9).
Aktor yang dikenal dengan peran komedinya ini menyebutkan bahwa ia terinspirasi oleh teman-teman sebayanya yang telah berhasil memerankan karakter ayah di film.
"Surya Saputra dan yang lain, semua angkatan saya sudah jadi bapak-bapak. Saya belum pernah," tuturnya.
Akhirnya, ia pun memutuskan bahwa inilah saat yang tepat untuk mencoba peran yang lebih bijak.
Peran Hendar: Mempelajari Menjadi Ayah yang Bijaksana
Dalam film ini, Tora memerankan Hendar, ayah dari tokoh utama Niken (yang diperankan oleh Enzy Storia). Ia mengaku awalnya berpikir karakter ini akan mudah untuk dimainkan, mengingat ia juga seorang ayah di kehidupan aslinya.
Namun, sutradara Pritagita Arianegara memandunya untuk menggambarkan Hendar dengan sikap yang lebih lembut dan bijaksana.
"Saya sudah merasa bahwa saya yang paling menyenangkan. Saya bersama anak saya. Wah, rasanya saya harus berakting, harus lebih sederhana," katanya.
Tora menjelaskan bahwa karakternya dalam film sangat berbeda dari dirinya. Ia harus belajar menampilkan kasih sayang seorang ayah dengan tulus tanpa berlebihan.
Ia bahkan sempat meminta bantuan sutradara karena khawatir terlihat "aneh" saat harus berpelukan dengan lawan mainnya. Menariknya, setelah film dirilis, anak-anak Tora sendiri mengagumi karakternya sebagai "bapak-bapak impian".
Dinamika di Balik Layar yang Dipenuhi Dengan Tawa
Selain tantangan berakting, Tora juga menceritakan perjuangannya menahan tawa saat beradu akting dengan Enzy. Tora sering kali melontarkan lelucon, bahkan saat Enzy berakting serius dan harus menangis, ia sempat membuat pernyataan konyol.
Meskipun demikian, pengalaman ini justru mempererat hubungan Tora dengan Enzy. Mereka tidak hanya membangun chemistry sebagai ayah dan anak di layar, tetapi juga semakin dekat di luar lokasi syuting.
Tora kini bahkan memanggil Enzy dengan nama "Kakak", menunjukkan kedekatan di antara mereka. Pengalaman ini pun menjadi pelajaran berharga yang disyukuri Tora dalam perjalanan karier aktingnya. (Z-1)
Chuck Norris bukan sekadar meme. Lewat Chun Kuk Do, ia merevolusi bela diri Barat dengan sistem hybrid dan kode etik ksatria yang mendunia.
Hanya sembilan hari sebelum kepergiannya, Chuck Norris sempat mengunggah video di media sosial yang kini menjadi sangat emosional bagi para penggemar.
Chuck Norris mengembuskan napas terakhirnya di sebuah fasilitas medis di Pulau Kaua'i, Hawaii, pada Kamis (19/3/2026) pagi waktu setempat.
Aktor laga legendaris Chuck Norris meninggal dunia di usia 86 tahun di Hawaii. Simak perjalanan karier bela diri dan daftar film ikoniknya.
Leo Pictures perkenalkan 10 aktor baru hasil online casting untuk film Jangan Buang Ibu. Simak daftar pemain dan perjalanan sukses Saputra Kori di sini.
Mengisi suara karakter robot bernama Batik, Bimo tidak hanya sekadar memberikan vokal mekanis, melainkan menghadirkan sosok pelindung yang terinspirasi dari realitas kehidupan keluarga.
The King's Warden sendiri merupakan sebuah drama sejarah atau sageuk yang mengangkat kisah emosional Raja Danjong, raja keenam dari Dinasti Joseon yang penuh dengan intrik politik.
Leo Pictures perkenalkan 10 aktor baru hasil online casting untuk film Jangan Buang Ibu. Simak daftar pemain dan perjalanan sukses Saputra Kori di sini.
Rio Dewanto menegaskan bahwa Pelangi di Mars dirancang agar pesan dan ceritanya dapat dicerna dengan baik oleh anak-anak maupun orang dewasa.
Dalam film Jangan Buang Ibu, Nirina Zubir bertransformasi secara drastis untuk memerankan karakter Ristiana melalui tiga fase usia yang berbeda.
Bagi Reza Rahadian, bergabung dalam jagat sinema Suzzanna merupakan penantian yang cukup panjang.
Mengisi suara karakter robot bernama Batik, Bimo tidak hanya sekadar memberikan vokal mekanis, melainkan menghadirkan sosok pelindung yang terinspirasi dari realitas kehidupan keluarga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved