Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
KOTA Jakarta menyimpan berjuta kisah, tidak terkecuali Jakarta Selatan. Tinggal, bekerja, nongkrong, dan berkarya di sana, rupanya menggugah musisi multitalenta Farrel Hilal untuk menuangkannya ke dalam sebuah lagu yang siap menjadi single debutnya di bawah naungan label Sony Music Entertainment Indonesia, Di Selatan Jakarta.
Tidak hanya bertindak sebagai komposer lagunya, pria kelahiran Jakarta, 27 November 2000, itu juga turun langsung sebagai produser.
Bagi Farrel, tidak ada alasan khusus memilih lagu ini sebagai perkenalannya kepada para pencinta musik, hanya ia merasa bahwa lagu ini yang paling relate dan relevan dengan para pendengar.
Baca juga : Shye Rilis Single Can't You See
“Aku suka berkendara bareng pasangan, jadi dari situlah, inspirasi untuk lagu ini muncul. Aku ingin menangkap kebiasaan orang Jakarta yang suka naik kendaraan untuk keliling-keliling kota, baik itu kendaraan pribadi atau pun umum. Kenapa Jakarta Selatan? Karena semua kehidupanku ada di sini dan aku ingin memperlihatkan bahwa hidup di Jakarta Selatan itu seru dan variatif. Di sini, kita bisa jatuh cinta, berkeliling di saat senja, atau mengunjungi tempat-tempat ikoniknya meski semua itu kadang dibarengi dengan polusi udara atau polusi mata,” ungkapnya.
Lagu ini rupanya sudah dibuat Farrel sejak 2022. Mulai dari penulisan lagu hingga pembuatan demo (termasuk take vocal) hanya memakan waktu dua hari.
Setelah terpilih menjadi single debutnya pada 2024, penyuka genre musik RnB dan Soul ini melakukan take vocal ulang bersama tim Sony Music.
Baca juga : Laufey Rilis Film Pendek untuk Single Goddess
“Saat rekaman ulang bersama SMEI, aku tidak hanya menyanyikan lagu yang sudah jadi, tapi juga memodifikasi sedikit beberapa notasi dan nada serta memberi tambahan instrumen dengan tujuan memberikan kesan klimaks pada lagu ini,” kata Farrel
Farrel mengakui Di Selatan Jakarta memberi tantangan tersendiri untuk ia nyanyikan karena perubahan genre yang ada di luar zona nyamannya.
“Aku merasa lagu ini kental sekali dengan rasa musik pop, cukup keluar dari kebiasaanku belakangan ini yang lebih sering menyanyikan RnB dan Soul. Dengan treatment yang berbeda, tantangannya adalah bagaimana menjadikan lagu ini tetap nyaman untuk aku nyanyikan dan enak didengar,” ujarnya.
Baca juga : Uap Widya Bicara Soal Cinta Lewat Single Worth
Namun, penggemar mendiang Glenn Fredly, Matthew Sayersz, dan Teddy Adhitya ini bersyukur bahwa ia mendapat bantuan dari tim Sony Music dalam mengerjakan single debutnya ini.
“Aku senang karena selalu mendapat dukungan penuh dalam pengerjaan single Di Selatan Jakarta sehingga apa pun kesulitan yang aku hadapi bisa teratasi,” ucapnya.
Dengan rilisnya Di Selatan Jakarta, Farrel ingin orang-orang yang mendengarkan bisa merasa terhubung dengan lagunya.
Baca juga : Devin Kennedy Rilis Lagu Cinta Berjudul Annie
“Selain itu, aku ingin mengajak mereka yang tinggal, bekerja, atau suka main ke Jakarta Selatan untuk menerima apa pun situasi yang ada. Kota ini mungkin tidak sempurna, tapi akan tetap terasa seperti rumah yang nyaman dan menyambut siapa pun yang datang dengan tangan terbuka. Semoga lagu ini bisa memberikan gambaran untuk orang-orang di luar Jakarta bahwa seperti inilah Jakarta Selatan,” tegasnya.
Penyuka Justin Bieber ini juga mengungkapkan harapannya untuk karier bermusik di masa mendatang.
“Bergabung dengan label Sony Music Entertainment Indonesia adalah sebuah kesempatan besar dan aku senang kareana diterima dengan baik oleh teman-teman di SMEI. Semoga dengan bergabungnya aku di SMEI, karier bermusikku bisa berkembang lebih luas lagi dan memberikan dampak yang baik lewat berbagai karya yang aku buat,” pungkas Farrel.
Single debut Farrel Hilal, Di Selatan Jakarta, bisa didengar di platform musik digital mulai besok, Jumat (19/4). (RO/Z-1)
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Kelima ikon musik itu adalah Michael Jackson, Freddy Mercury, Whitney Houston, John Lennon, dan Elvis Presley.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Melalui liriknya, Wali menggunakan metafora dua peristiwa besar dalam sejarah Islam, Perang Badar dan Perang Uhud, untuk menggambarkan dinamika kehidupan masyarakat modern.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang kerap identik dengan perayaan momentum tertentu, Menuju Cahaya dari Marcell Siahaan justru menitikberatkan pada proses personal yang mendalam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved