Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYANYI, penulis lagu, dan produser asal Singapura, Shye, merilis single pertamanya pada 2024. Berjudul Can't You See, single baru Shye itu menceritakan tentang usaha mengungkapkan rasa cinta kepada seseorang selain lewat kata-kata.
Musisi-musisi internasional seperti Rex Orange Country menjadi inspirasi Shye di lagu ini.
Shye menjelaskan, "Untuk single pertamaku di tahun ini, aku ingin membagikan sesuatu yang ringan dan santai. Aku waktu itu sedang merasa sedikit nostaljik terhadap tren musik dream-pop pada 2018 dan 2019. Hal itu kemudian menginspirasiku untuk membuat lagu ini yang terinspirasi musisi-musisi seperti Boy Pablo, Clairo, Dayglow, and Rex Orange County."
Baca juga : Vania Abby Rilis Single LouD!
Mengenai arah musik dari single Can't You See, Shye mengatakan, "EP '9LIVES' yang aku rilis Oktober lalu penuh dengan nuansa rock alternatif yang penuh distorsi. Hampir bertolak belakang dengan jenis musik yang aku buat saat aku pertama kali merilis musik yaitu lewat lagu-lagu bergenre dream pop dan aku seakan selalu kembali ke genre itu. Suara bell synth yang ringan di lagu ini adalah suara yang aku pakai di EP debutku 'Augus7ine'."
Baca juga : Debut di Kancah Musik Tanah Air, Rhea Asmara Rilis Single Perdana Berjudul 'Glue'
Shye adalah seorang musisi independen, produser, dan penulis lagu berusia 20 tahun dari Singapura.
Seorang musisi yang menjunjung tinggi semangat do it yourself (diy), Shye juga menulis, merekam, dan melakukan mixing dan mastering musiknya sendiri dari rumah.
Musiknya terinspirasi oleh beragam genre mulai dari pop elektronik yang dreamy, pop-punk 2000an, dan band-band rock Inggris tahun 80an.
Baca juga : Berteman Saja Dulu, Single Kedua Rakhano Dirilis Selang Enam Bulan
Shye belajar musik secara otodidak dan memulai perjalanan musiknya di umur 16 tahun saat ia berpartisipasi dalam sebuah kompetisi musik secara iseng pada 2018.
Secara tidak terduga, ia keluar sebagai juara dan tidak lama baginya untuk kemudian merilis EP perdananya berjudul 'Augus7ine' di tahun yang sama.
Shye dikenal sebagai musisi yang produktif. Pada 2020, Shye merilis album perdananya berjudul Days to Morning Glory, yang menampilkan 14 lagu.
Baca juga : Yaya Bey Rilis Single Chasing The Bus
EP kedua Shye berjudul Hello TRINITY dirilis pada 2021 dan disusul oleh EP IDK It's Complicated' pada 2022.
Proyek musik terbarunya '9LIVES' yang bernuansa rock alternatif dirilis pada Oktober 2023.
Shye telah menjadi musisi pembuka untuk beberapa musisi internasional termasuk Daniel Caesar, Clairo, Superorganism, Sales, Men I Trust, dan The Chairs.
Ia juga telah tampil di berbagai festival musik seperti Tiger Den SXSW di Austin, Texas (2023), Asia Rolling Music Festival di Taiwan (2022), Urbanscapes di Malaysia, (2019), Baybeats di Singapura (2023, 2019), dan secara virtual di Music Lane Okinawa (2021) dan Bangkok Music City (2020).
Kerja keras Shye mendapatkan afirmasi secara global saat wajahnya terpampang di billboard Times Square, New York saat ia difitur dalam kampanye EQUAL Spotify pada 2021.
Shye juga didaulat sebagai Best New Act from Asia di gelaran 2022 BandLab NME Awards.
Sebagai musisi independen, Shye mensponsori konser tunggalnya di Singapura yang semua tiketnya habis terjual pada Oktober 2022.
Tahun lalu, Shye juga masuk ke daftar Forbes Asia 30 Under 30. Dari segi layar kaca, Shye akhir-akhir ini juga berpartisipasi dalam reality show di Tiongkok dan Chuang Asia Thailand. (RO/Z-1)
Lagu Born in February dari WUSS merupakan narasi perlawanan terhadap stigma bahwa menjadi yang kedua berarti menjadi bayangan atau pengganti.
Lagu Sementara atau Selamanya dari Trisouls menyentuh sisi kerentanan seseorang saat memendam kekaguman dan kegugupan yang melanda ketika ingin mengungkapkan perasaan.
Berbeda dengan dua pendahulu dari Indra Dinda, Turun Di Sini Dulu hadir dengan sentuhan aransemen musik pop alternatif.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang sarat akan pesan tersurat, Hidup Tanpa Kata justru menonjolkan kekuatan dalam kesunyian.
Bagi Cakra Khan, proyek kolaborasi dengan Chrisye ini bukan sekadar pekerjaan profesional biasa, melainkan salah satu pencapaian tertinggi dalam perjalanan kariernya.
Meski baru berusia 16 tahun, Katyana Mawira membawa bekal pendidikan vokal formal yang telah ia tekuni sejak 2015 sebagai fondasi kuat dalam berkarya.
Lagu Born in February dari WUSS merupakan narasi perlawanan terhadap stigma bahwa menjadi yang kedua berarti menjadi bayangan atau pengganti.
Sebagai pemenang Grand Prix dari 48.000 peserta, LIL LEAGUE kini memosisikan diri sebagai representasi energi segar bagi generasi baru pop Jepang.
Mark Sonnenblick, penulis lagu di balik kesuksesan film pertama K-Pop Demon Hunters, mengungkapkan bahwa tim produksi sedang mempersiapkan kelanjutan kisah para pemburu setan tersebut
Lagu Sementara atau Selamanya dari Trisouls menyentuh sisi kerentanan seseorang saat memendam kekaguman dan kegugupan yang melanda ketika ingin mengungkapkan perasaan.
Berbeda dengan dua pendahulu dari Indra Dinda, Turun Di Sini Dulu hadir dengan sentuhan aransemen musik pop alternatif.
Tajuk Typhoon diambil dari titik balik krusial dalam hidup Luke Chiang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved