Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
SEPEKAN menjelang dirilisnya film action persembahan Visinema Pictures, 13 Bom di Jakarta merilis poster character tim Badan Kontra Terorisme Indonesia (ICTA) yang dipimpin Damaskus (Rukman Rosadi).
Setelah merilis poster karakter para geng pengusaha mata uang digital yang dibintangi Ardhito Pramono, Chicco Kurniawan, dan Lutesha, poster karakter tim ICTA terlihat nuansa yang sangat dingin dan serius dari masing-masing karakter.
Damaskus (Rukman Rosadi) mengenakan setelan jas tampak begitu solid dengan tangannya bertumpu di meja. Menunjukkan ia sebagai Kepala dari Badan Kontra Terorisme Indonesia yang tengah menghadapi situasi genting.
Baca juga: Arditho Pramono Bersyukur Keputusannya Kembali Berakting Dapat Dukungan Keluarga
Sementara itu, Karin (Putri Ayudya), yang merupakan Deputi Cyber ICTA, Gita (Niken Anjani), dan Fajar (Andri Mashadi) sebagai Staff Divisi Cyber ICTA juga tampak serius dengan peralatan gawai mereka dalam memantau pergerakan para teroris dan seluruh pergerakan lewat dunia maya serta mengkoordinasi tim lapangan.
Emil (Ganindra Bimo), yang merupakan Deputi Antiteror ICTA tampil berbeda dari keempat rekannya di tim ICTA. Poster karakter Emil didesain dengan tone warna yang lebih hangat kecoklatan dengan nuansa penuh asap dan api sebagai latarnya.
Emil juga satu-satunya di poster yang memegang senjata dari tim ICTA, yang akan menunjukkan ia sebagai karakter paling depan berhadapan dengan tim Arok.
Baca juga: Film 13 Bom di Jakarta Rilis Trailer Resmi Kedua
Andri Mashadi, yang berperan sebagai Staff Divisi Cyber ICTA, menceritakan pengalamannya syuting dengan seluruh pemeran yang berada di ruangan ICTA, yang dibuat secara khusus di sebuah studio oleh production designer untuk film 13 Bom di Jakarta.
“Senang sekali rasanya mendapat kesempatan untuk bekerja sama dengan Visinema, Mas Angga sebagai sutradara, dan semua cast dan kru yang ada di 13 Bom di Jakarta. Bahkan saya suka banget dengan jajaran ensemble cast-nya. Saya banyak mendapatkan scene di kantor ICTA. Hari pertama syuting, sudah dapat chemistry dengan semua karakter staf ICTA di ruangan itu. Karena kami ada di sebuah ruangan divisi Cyber ICTA untuk mengintai segala macam yang terjadi di Indonesia, terutama di Jakarta,” cerita Andri Mashadi tentang pengalamannya bermain di film 13 Bom di Jakarta.
Film 13 Bom di Jakarta merupakan film action pertama bagi Niken Anjani. Perannya sebagai Gita, salah satu Staff Divisi Cyber ICTA juga menjadi pengalaman barunya.
“Aku bersyukur banget bisa ada di film ini karena aku menantang diriku. Sebelumnya aku lebih banyak bermain di film drama. Jadi begitu aku ditawari untuk jadi bagian dari film ini, malah jadi tertantang. Film 13 Bom di Jakarta ini bakal jadi pionir film aksi-spionase di Indonesia dan aku harap penonton juga akan merasakan pengalaman dan keseruan yang sama dengan yang kami alami di lokasi syuting,” kata Niken Anjani.
Film 13 Bom di Jakarta akan tayang serentak mulai 28 Desember 2023 di seluruh bioskop Indonesia. (RO/Z-1)
Film ini mengisahkan tentang seorang mantan agen elit bernama Oscar Mandalika, yang harus kembali terjun ke dunia yang pernah ia tinggalkan.
“Di akting, gue bisa dapetin peran yang gue butuhin dalam hidup, bisa jadi siapa pun. Tapi, kalau nyanyi dan bermusik, gue bisa luapkan semua emosi gue," ujar Ardhito.
Sempat sulit mengatur keseimbangan porsi bekerja dan menikmati hidup, Ardhito mengungkapkan dirinya sampai dinasehati dan diberi banyak masukan oleh teman-temannya.
Selama ini, untuk menjaga kesehatannya, Bimo banyak minum air putih dan tidak mengonsumsi minuman manis.
Ardhito Pramono berperan sebagai William, sosok anak muda pendiri perusahaan mata uang digital yang mahir di bidang teknologi.
Dalam kehidupan nyata, ternyata Ardhito sendiri pernah merasakan diteror secara personal. Ia mendapatkan pesan berisi ancaman melalui internet dari orang yang tak dikenal.
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia Estianty genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Berkaca dari kasus Boiyen, simak aturan hukum Cerai Gugat di Pengadilan Agama. Apa bedanya dengan talak, syarat pengajuan, dan prosedur mediasinya?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved