Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
TENGAH sibuk memproduseri sebuah pertunjukan teater kolosal, Marcella Zalianty mengaku pekerjaan itu lebih sulit dari pada memproduksi sebuah film layar lebar.
Marcella mengatakan memproduksi sebuah pertunjukan teater jauh berbeda dengan memproduksi sebuah film. Selain ditampilkan secara langsung di hadapan penonton, pertunjukan teater melibatkan banyak pemain dari berbagai latar dan keahlian.
"Pemeran teater itu butuh fokus yang luar biasa karena ditampilkan secara langsung tanpa ada pengulangan, lebih dari film, menurutku. Dari segi memproduksi juga banyak sekali hal yang perlu diperhatikan, enggak hanya soal kreatif dan teknis, tapi, ini melibatkan tim yang begitu besar, bagaimana energi kita bisa bersatu," ujar Marcella, dikutip Jumat (8/9)
Baca juga: Cut Mini Jajal Main Teater
Di bawah naungan rumah produksi miliknya, Keana Film, Marcella kini tengah menggarap pertunjukan teater Jalasena Laksamana Malahayati, yang mengangkat kisah perjuangan laksamana perempuan pertama di dunia asal Aceh, Malahayati, di masa perang melawan Portugis dan invasi armada Belanda.
Perempuan kelahiran 7 Maret 1980 itu tidak hanya memproduseri pertunjukan teater tersebut namun, juga mengamankan posisi sebagai pemeran utama, yakni Laksamana Malahayati.
"Lebih susah berakting di atas panggung, film juga susah, tapi lebih karena hidup matinya teater itu tidak ada pengulangan, live di atas panggung, jadi intensitas ketegangannya itu lebih tinggi," kata Marcella.
Baca juga: Marcella Zalianty Perankan Laksamana Malahayati, Pelajari Logat Aceh dan Silat
Marcella tidak main-main dalam peranannya kali ini, selain telah berlatih dengan 62 pemain lainnya selama dua bulan, dia mengaku telah melakukan riset mengenai sosok Malahayati selama lebih dari dua tahun.
Upaya itu dilakukannya, selain karena ketertarikan akan kisah sosok yang begitu berjasa dan dihormati, adalah untuk menjiwai karakter yang akan dia bawakan tersebut.
"Dengan mempelajari sosoknya, membantu masuk ke jiwa, jadi, mau tidak mau aku lebih menghayati kisah perjalanan Malahayati. Saya ketika membaca naskah untuk pertama kalinya, wah, menangis, sih, karena seperti bisa merasakan apa yang diperjuangkan," ungkap Marcella
Tidak hanya itu, Marcella juga dituntut untuk mampu berdialog dengan logat Aceh hingga memperagakan ilmu bela diri silat. Bahkan, dia sempat harus dilarikan ke rumah sakit pascamengalami insiden saat berlatih.
Insiden itu terjadi saat adegan pertarungan satu lawan satu antara Laksamana Malahayati dengan Cornelis de Houtman yang diperankan Willem Bevers. Ketika replika pedang tengah diayunkan oleh Willem, tanpa sengaja mengenai tepat sisi dahi kiri dari Marcella Zalianty dan menyebabkan luka sobek.
Marcella pun sempat ditangani secara medis serta mendapatkan lima jahitan di dahinya.
Pementasan teater kolosal Jalasena Laksamana Malahayati akan disuguhkan untuk umum pada 9 September 2023, di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat. (Ant/Z-1)
Para pemerannya ialah Adi Kurniawan, Fauzi Afriansyah, Fhatoni, Rio Tantowi, Ichsan Abimaya, Egi Junaedi, dan jurnalis Media Indonesia Despian Nurhidayat.
YOON Suk-hwa, tokoh besar dalam kancah teater modern Korea, meninggal dunia pada Selasa pagi di usia 69 tahun setelah berjuang melawan tumor otak. Ia mengembuskan napas terakhir di Seoul
Anak-anak itu tampil percaya diri, berani, dan menyebarkan semangat positif melalui penampilan mereka yang dihiasi senyuman di atas panggung Red Nose
Bagi Slank, pementasan ini bukan hanya bentuk refleksi, tetapi pengingat perjalanan panjang yang tidak mudah.
Festival Teater Indonesia (FTI) hadir sebagai titik pertemuan lintas kota serta ruang berekspresi bagi ekosistem teater tanah air.
Resital Kelas Akting Titimangsa 2025 menghadirkan empat pertunjukan yang semuanya bersifat absurd namun dengan ciri absurd yang berbeda.
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia Estianty genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Berkaca dari kasus Boiyen, simak aturan hukum Cerai Gugat di Pengadilan Agama. Apa bedanya dengan talak, syarat pengajuan, dan prosedur mediasinya?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved