Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
YOON Suk-hwa, tokoh besar dalam kancah teater modern Korea, meninggal dunia pada Selasa pagi di usia 69 tahun setelah berjuang melawan tumor otak. Ia mengembuskan napas terakhir pada pukul 09.54 waktu setempat di Rumah Sakit Severance, Seoul.
Kepastian kematiannya muncul setelah sempat terjadi kekeliruan informasi yang singkat. Pada Selasa dini hari, Asosiasi Aktor Korea merilis pernyataan prematur yang mengklaim Yoon telah meninggal pada malam sebelumnya.
Pengumuman tersebut dengan cepat dikutip oleh berbagai media sebelum akhirnya ditarik kembali oleh pihak asosiasi beberapa jam kemudian, dengan klarifikasi ia masih hidup namun dalam kondisi kritis.
“Yoon Suk-hwa saat ini dalam kondisi yang sangat serius akibat tumor otak, tetapi ia masih hidup di bawah perawatan keluarganya,” bunyi pernyataan yang telah dikoreksi tersebut, dikutip The Korea Times, Jumat, (19/12).
“Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kebingungan yang dialami pihak keluarga dan para penggemar, dan kami bertanggung jawab penuh atas kegagalan dalam mengonfirmasi fakta terlebih dahulu.”
Kematiannya secara resmi diumumkan tak lama setelah klarifikasi tersebut. Yoon telah berjuang melawan tumor otak ganas dan menjalani operasi pada Oktober 2022, yang kemudian membuatnya menarik diri dari kehidupan publik untuk fokus pada pengobatan. Penampilan panggung terakhirnya terjadi pada tahun 2023, saat ia tampil singkat sebagai tamu dalam lakon Toccata di LG Arts Center, Seoul.
Dikenal luas sebagai salah satu pilar generasi pertama teater modern Korea, karier Yoon telah membentang selama puluhan tahun. Ia sangat dihormati karena karisma panggungnya yang kuat serta kontribusi pionirnya bagi seni pertunjukan Korea. (H-4)
Anak-anak itu tampil percaya diri, berani, dan menyebarkan semangat positif melalui penampilan mereka yang dihiasi senyuman di atas panggung Red Nose
Bagi Slank, pementasan ini bukan hanya bentuk refleksi, tetapi pengingat perjalanan panjang yang tidak mudah.
Festival Teater Indonesia (FTI) hadir sebagai titik pertemuan lintas kota serta ruang berekspresi bagi ekosistem teater tanah air.
Resital Kelas Akting Titimangsa 2025 menghadirkan empat pertunjukan yang semuanya bersifat absurd namun dengan ciri absurd yang berbeda.
Festival Teater Indonesia (FTI) digagas oleh founder Titimangsa Happy Salma dan Direktur Titimangsa Pradetya Novitri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved