Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Odyssey Project Ramaikan Teater Indonesia Lewat Pementasan Glengarry Glen Ross

Despian Nurhidayat
02/2/2026 18:22
Odyssey Project Ramaikan Teater Indonesia Lewat Pementasan Glengarry Glen Ross
Ilustrasi(Dok Istimewa)

Odyssey Project, komunitas teater yang baru terbentuk pada September 2025 lalu, membawakan pementasan Glengarry Glen Ross karya David Mamet di Gedung Kesenian Jakarta, Jumat (30/1) malam. Ini merupakan pertama kalinya teater di Indonesia mengadaptasi pementasan dari naskah pemenang penghargaan Pulitzer 1984. 

Beberapa aktor terkenal sudah memainkan naskah Glengarry Glen Ross seperti Joe Mantegna, Al Pacino, sampai yang terbaru dibawakan di Broadway pada 10 Maret 2025 lalu dengan menggandeng Kieran Culkin dan Bob Odenkrik.

Pementasan ini disutradari oleh Mussab Askarullah dan para pemerannya ialah Adi Kurniawan, Fauzi Afriansyah, Fhatoni, Rio Tantowi, Ichsan Abimaya, Egi Junaedi, dan jurnalis Media Indonesia Despian Nurhidayat. 

Mussab selaku sutradara menjelaskan bahwa Odyssey Project terbentuk atas dasar kerinduan pada panggung pertunjukan. 

“Isinya adalah orang-orang yang semasa kuliah sering membuat pertunjukan teater bersama, namun terpisah selama bertahun-tahun karena kesibukan masing-masing setelah keluar dari kampus,” kata dia kepada Media Indonesia, Senin (2/2). 

Lebih lanjut, menurutnya dalam mewujudkan pementasan ini, terdapat berbagai tantangan yang tentunya harus dihadapi bersama. 

”Tantangan pertama adalah soal mengaktifkan kembali tubuh dan pikiran artistik seluruh tim yang sudah lama redup. Bukan hanya sutradara dan para aktor, namun juga tim produksi di belakang layar. Tapi, setelah menjalani diskusi dan latihan rutin, perlahan kami mulai kembali menemukan ritme,” ujar Mussab. 

“Proses persiapan berjalan dengan sangat menyenangkan. Kami kembali ke panggung untuk bersenang-senang, dan kami harap penonton juga ikut merasakan hal yang sama,” sambungnya. 

Dia mengatakan, Glengarry Glen Ross dipilih untuk menjadi materi pertunjukan perdana dan sangat menarik karena bercerita soal dinamika dan konflik seputar persaingan di dunia kerja yang kejam dan cukup relevan dengan para pemain yang sebagian besar adalah pekerja. 

”Harapannya, di sela rutinitas dan kesibukan kerja, kami bisa terus konsisten menjaga semangat untuk selalu kembali bersenang-senang di atas panggung teater,” kata Mussab. 

Di tempat yang sama, Rista Trihandayani selaku pimpinan produksi pementasan ini mengatakan bahwa pementasan Glengarry Glen Ross merupakan karya debut Odyssey Project yang berlandaskan dari kerinduan untuk kembali ke panggung teater melalui proses yang singkat, tetapi tetap terencana. 

“Berbagai tantangan dalam pengaturan waktu, tenaga, dan kerja sama antarbagian dihadapi bersama agar pertunjukan dapat berjalan dengan baik. Selain memperhatikan aspek teknis, produksi ini juga berupaya mengangkat isu-isu sosial yang dekat dengan kehidupan sehari-hari agar pertunjukan tidak hanya menghibur, tetapi dekat dengan kehidupan masyarakat atau penonton,” tegasnya. 

Melalui pementasan ini, Odyssey Project berharap dapat terus berkembang dan konsisten menghadirkan pertunjukan teater yang relevan dan berkelanjutan, serta dapat dikenal sebagai komunitas teater yang aktif di Jakarta. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya