Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTRIS Atiqah Hasiholan akhirnya kembali menghiasi tayangan film horor Tanah Air setelah 15 tahun, dalam film yang akan segera digarap mulai 27 Juli besok, yakni The Parcel.
"Aku sudah lama enggak main film horor, terakhir itu main film horor tahun 2008 ya, 15 tahun lalu, dulu banget diawal karir saya" kata Atiqah seperti dilansir dari Antara.
Terakhir kalinya, anak bungsu Ratna Sarumpaet itu berperan sebagai Sarah, tokoh utama pada film Suster N: Dendam Suster Ngesot yang disutradarai oleh Viva Westi. Pada masa itu ia beradu peran dengan Wulan Guritno, Bob Seven dan Ardina Rasti.
Baca juga: Atiqah Hasiholan Sampaikan Pesan Positif dalam Film Scandal
Kali ini, pada film horor keduanya, Atiqah kembali digaet sebagai pemeran utama oleh Sutradara Andibachtiar Yusuf, juga Nashrul Nasir dan Alif Nabil selaku Eksekutif Produser.
"Aku berperan sebagai Radha, seorang ibu yang sangat mencintai anaknya. Kecintaannya itu membuat hidupnya menjadi tidak nyata, karena saking besarnya cinta. Karakternya keren lah," ujar istri Rio Dewanto itu.
Akan segera memasuki proses syuting kurang dari dua hari lagi, The Parcel mengisahkan tentang sosok perempuan bernama Radha, seorang jurnalis foto. Nasibnya di kantor tengah berada di ujung tanduk karena sebuah kasus.
Baca juga: Atiqah Hasiholan Bagi Tips Cegah Pneumonia Anak
Dengan kondisi keuangan yang morat-marit, Radha dan anak laki-lakinya harus pindah ke rumah susun (rusun). Anehnya, Radha menempati sebuah rusun di mana di dalamnya sudah ada sebuah ruangan khusus untuk memproses pencucian klise foto. Sayang, tak ada tetangga berkenan memberi tahu kisah lama pemilik sebelumnya.
Misteri dimulai saat ia menerima sebuah paket (parcel) tanpa nama dan alamat jelas yang membawa teror mencekam pada rusun, salah satunya tetangga Radha yang meninggal mendadak dengan kondisi mengenaskan. (Z-6)
Sejak kemunculannya, Nussa telah menjadi ikon animasi yang lekat dengan nilai-nilai positif bagi anak-anak.
Christine Hakim tidak kuasa menahan air mata saat membagikan pengalamannya menghidupkan sosok Ibu Wibisana dalam film adaptasi novel karya Leila S Chudori, Laut Bercerita.
Menurut Dian Sastrowardoyo, sosok Kinan dalam film Laut Bercerita adalah representasi perempuan yang sangat inspiratif.
Reza Rahadian mengungkapkan bahwa dalam mendalami karakter Biru Laut, ia memilih untuk tetap setia pada pondasi awal yang telah dibangun penulis.
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Film ini biasanya menampilkan unsur menyeramkan seperti makhluk gaib, misteri, suasana gelap, atau kejadian menegangkan.
Luna Maya kembali berperan di film horor Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bersama Reza Rahadian. Tahun 2026, ini menjadi satu-satunya film Luna yang dijadwalkan tayang pada lebaran.
Reza Rahadian akhirnya kembali lewat film horor, Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa.
Tujuan utama film horor bukan hanya menakut-nakuti, tetapi juga membangun emosi, adrenalin, dan rasa penasaran penonton. Beberapa film horor juga menyelipkan pesan moral, budaya
PERSPEKTIF berbeda dari kisah tentang makhluk Mistis Kuyang dihadirkan dalam film drama-horor terbaru berjudul ‘Kuyank’. Film Kuyank dijadwalkan tayang pada 29 Januari.
Sepanjang 2025 sempat muncul kekhawatiran minat penonton akan menurun terutama karena persaingan padat dan jadwal terbatas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved