Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Trilogi Guardians of The Galaxy memang sudah berakhir. Namun, petualangan tim pahlawan luar angkasa itu rasanya masih akan terus berlanjut. Di bawah komando baru, Rocket Raccon, Guardians of The Galaxy terlihat lebih segar.
Formasi anyar pelindung galaksi dimunculkan dalam waktu yang singkat di post-credit scene pertama Guardians of The Galaxy Volume 3. Di formasi itu, terlihat Rocket Raccon, Groot, Kraglin, Cosmo, Adam Warlock dan satu gadis kecil siap untuk bertarung melawan musuh.
Yang menjadi pertanyaan, siapa gadis kecil di dalam tim tersebut? Bagaimana bisa bocah selucu itu meyakinkan Rocket untuk merekrutnya?
Baca juga: Formasi Baru Muncul di Post-Credit Guardians of The Galaxy Volume 3, Siapa Saja Mereka?
Sebelum muncul di post-credit scene, dia sempat terlihat sebagai objek uji coba High Evolutionary. Dia merupakan bagian dari kelompok anak yang diculik untuk keperluan eksperimen.
Gadis berambut pirang itu adalah Phyla-Vell. Di versi komik, dia adalah putri dari pasangan Elysius, bangsa Titan, sama seperti Thanos, dan Mar-Vell, kaum Kree yang merupakan the original Captain Marvel.
Baca juga: Guardians of The Galaxy Volume 3, Akhir yang Sedih namun Bahagia
Masih merujuk pada kisah di komik, Phyla-Vell memiliki kekuatan di atas rata-rata kaumnya. Ia juga memiliki kemampuan untuk terbang, menembakkan energi kosmik dan menyerap serangan yang ditujukan kepadanya. Ia juga ahli dalam pertarungan pedang. Ia memiliki pedang khusus bernama Quantum Sword.
Di jagat sinematik, masih belum jelas bagaimana kisah asli dari Phyla-Vell. Kemampuan supernya juga tidak diperlihatkan. Namun, jika melihat kehebatannya di dalam komik, karakter ini tentu sangat menarik untuk ditunggu perkembangannya ke depan.
Sayangnya, sejauh ini, belum ada tanda-tanda bahwa Guardians of The Galaxy akan berlanjut ke volume 4. Sutradara James Gunn pun secara resmi sudah mundur dari proyek tersebut. Ia kini dipercaya untuk membangun dunia sinematik DC.
Namun, jika melihat latar kehidupan Phyla-Vell yang berada di luar angkasa, bukan tidak mungkin kita bisa menemuinya lagi di film-film yang melibatkan Captain Marvel, Eternals atau bahkan Fantastic Four. (Marvel/Z-11)
Guardians of the Galaxy Vol 3 menceritakan kelanjutan petualangan kelompok super hero yang kini hidup di Knowhere. Tapi tidak lama kemudian hidup mereka dikacaukan oleh masa lalu Rocket.
Film superhero Marvel, Guardians of the Galaxy Vol 3, sukses bertahan di puncak Box Office untuk pekan kedua secara beruntun setelah meraup pendapatan sebesar US$60,5 juta
Meski mendapatkan ulasan yang begitu luar biasa positif di banyak belahan dunia, pada kenyataannya, performa Guardians of The Galaxy Volume 3 dari segi bisnis tidak terlalu mentereng.
James Gunn akan menyatakan membawa serta pemain di Guardians of The Galaxy ke semesta DC, lebih tepatnya ke film Superman: Legacy.
Ini adalah pertama kalinya Groot berbicara selain 'I am Groot' (jika 'We are Groot' di volume 1 tidak masuk hitungan) di sepanjang Marvel Cinematic Universe (MCU) berjalan.
Dalam Guardian of The Galaxy Vol. 3, Gunn kembali piawai memunculkan kedalaman karakter pada film pahlawan supernya
Selain kemitraan dengan Refinery Media dari Singapura, posisi sutradara film Esok Tanpa Ibudipercayakan kepada sineas asal Malaysia, Ho Wi-ding.
Meski berhasil memecahkan rekor untuk produksi Hollywood, Zootopia 2 harus mengakui keunggulan film animasi asal Tiongkok, Ne Zha 2.
Bagi Adinia Wirasti, bioskop bukan sekadar tempat menonton, melainkan ruang refleksi bagi manusia.
Dalam trailer film Monster Pabrik Rambut (Sleep No More), aktor Iqbaal Ramadhan tampil sangat berbeda dari yang ditampilkan di berbagai film yang ia bintangi sebelumnya.
Teaser Lastri: Arawah Kembang Desa menjadi pembuka yang kuat sekaligus emosional, karena menampilkan sosok almarhum Gary Iskak sebagai Turenggo, serta Hana Saraswati sebagai Lastri.
Berlatar di sebuah penjara di Indonesia yang dikuasai kekerasan dan ketidakadilan, Ghost in the Cell bukan sekadar film genre yang menawarkan ketegangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved