Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Trilogi Guardians of The Galaxy telah usai. Namun, apakah tim pahlawan super luar angkasa itu benar-benar bubar? Sepertinya tidak.
Di mid-credit scene Guardians of The Galaxy Volume 3, kita disuguhkan secara jelas sebuah formasi baru yang terasa lebih segar. Sebagian personel adalah wajah-wajah lama yang memang telah muncul di trilogi Guardians of The Galaxy. Namun, ada juga karakter baru yang mungkin masih awam bagi para penonton.
Mari kita kupas satu per satu personel di tim baru Guardians of The Galaxy.
Rocket Raccoon:

Marvel
Di akhir Guardians of The Galaxy Volume 3, Peter Quill memutuskan untuk ke luar dari tim dan melepas statusnya sebagai kapten. Jabatan itu kemudian ia serahkan kepada Rocket. Setelah menjalani tiga film, terutama setelah tragedi di Volume 3, Rocket memang terlihat jauh lebih dewasa. Dengan pengalaman dan kemampuannya, ia layak memimpin tim tersebut.
Baca juga: Guardians of The Galaxy Volume 3, Akhir yang Sedih namun Bahagia
Groot:

Marvel
Begitu banyak perubahan yang terjadi dalam diri Groot. Dari segi postur tubuh, tentu. Namun, tidak hanya itu. Dia juga memperlihatkan kemampuan yang tidak pernah muncul di volume 1 dan 2. Yang lebih mengagetkan lagi, di film terbaru, ia bisa mengucap kalimat selain 'I am Groot'.
Kraglin:

Marvel
Anggota Ravagers ini mengalami perubahan drastis dari kemunculannya di awal, yaitu pada Volume 1. Dia jauh lebih pemberani dan yang terpenting, akhirnya, dia bisa menguasai Yaka Arrow peninggalan bosnya, Yondu. Dalam satu kesempatan, karena kemampuannya itu, ia menjadi sangat sombong.
Baca juga: Kenali Adam Warlock sebelum Menonton Guardians of The Galaxy Volume 3
Cosmo:

Marvel
Anjing astronot ini merupakan salah satu wajah baru di Guardians of The Galaxy. Sebenarnya, dia sudah muncul di episode Holiday Special tetapi perannya tidak terlalu signifikan. Baru di Volume 3 karakternya dikupas secara lebih jauh. James Gunn juga mengeksploitasi kekuatannya dengan sangat baik. Kehadiran Cosmo tentu menjadi sebuah keunggulan bagi tim.
Adam Warlock:
.jpg)
Marvel
Karakter yang sangat kompleks namun menjanjikan. Penjahat yang berubah menjadi jagoan memang kerap asik untuk disuguhkan. Meskipun belum menunjukkan 100% kekuatannya di Volume 3, Adam Warlock bisa dianggap sebagai salah satu anggota penting di Guardians of The Galaxy. Dia hanya perlu lebih banyak pengalaman dan petualangan. Wajar saja, walaupun badannya besar, dia hanyalah anak yang belum lama lahir ke dunia.
Phyla-Vell:
Karakter ini benar-benar baru. Bahkan, ia baru muncul di 1/3 akhir film. Jika kalian bingung, Phyla-Vell adalah sosok gadis kecil berambut putih yang menjadi bagian dari kelompok anak yang dikurung High Evolutinary.
Siapa dan apa kemampuannya masih menjadi misteri di jagat Marvel Cinematic Universe.
Di versi komik, Phyla-Vell diceritakan sebagai putri dari Mar-Vell, alias the original Captain Marvel. Ia pun sempat memakai sebutan itu untuk beberapa waktu.
Namun, mungkin, di versi sinematik, origin Phyla-Vell akan diubah. Sangat menarik untuk ditunggu bagaimana karakter baru ini akan dibangun ke depan.
Jadi, apakah kalian suka dengan formasi baru Guardians of The Galaxy era Rocket Raccoon?
Guardians of the Galaxy Vol 3 menceritakan kelanjutan petualangan kelompok super hero yang kini hidup di Knowhere. Tapi tidak lama kemudian hidup mereka dikacaukan oleh masa lalu Rocket.
Film superhero Marvel, Guardians of the Galaxy Vol 3, sukses bertahan di puncak Box Office untuk pekan kedua secara beruntun setelah meraup pendapatan sebesar US$60,5 juta
Meski mendapatkan ulasan yang begitu luar biasa positif di banyak belahan dunia, pada kenyataannya, performa Guardians of The Galaxy Volume 3 dari segi bisnis tidak terlalu mentereng.
James Gunn akan menyatakan membawa serta pemain di Guardians of The Galaxy ke semesta DC, lebih tepatnya ke film Superman: Legacy.
Ini adalah pertama kalinya Groot berbicara selain 'I am Groot' (jika 'We are Groot' di volume 1 tidak masuk hitungan) di sepanjang Marvel Cinematic Universe (MCU) berjalan.
Dalam Guardian of The Galaxy Vol. 3, Gunn kembali piawai memunculkan kedalaman karakter pada film pahlawan supernya
Selain kemitraan dengan Refinery Media dari Singapura, posisi sutradara film Esok Tanpa Ibudipercayakan kepada sineas asal Malaysia, Ho Wi-ding.
Meski berhasil memecahkan rekor untuk produksi Hollywood, Zootopia 2 harus mengakui keunggulan film animasi asal Tiongkok, Ne Zha 2.
Bagi Adinia Wirasti, bioskop bukan sekadar tempat menonton, melainkan ruang refleksi bagi manusia.
Dalam trailer film Monster Pabrik Rambut (Sleep No More), aktor Iqbaal Ramadhan tampil sangat berbeda dari yang ditampilkan di berbagai film yang ia bintangi sebelumnya.
Teaser Lastri: Arawah Kembang Desa menjadi pembuka yang kuat sekaligus emosional, karena menampilkan sosok almarhum Gary Iskak sebagai Turenggo, serta Hana Saraswati sebagai Lastri.
Berlatar di sebuah penjara di Indonesia yang dikuasai kekerasan dan ketidakadilan, Ghost in the Cell bukan sekadar film genre yang menawarkan ketegangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved