Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYANYI, penulis lagu, dan produser Shye baru saja merilis single pertamanya di 2023, Safe. Sebuah lagu tentang menemukan tempat yang aman bagi diri kita sendiri, Shye terus menyempurnakan musiknya dengan membawakan berbagai sound dan suasana berbeda sepanjang Safe.
Shye bercerita, "Aku rasa hidup kadang penuh dengan tantangan, dan sulit menemukan orang-orang yang dapat membuat kita merasa nyaman dekat mereka. Aku sendiri juga masih berjuang dalam hal ini."
"Jadi, aku ingin menulis lagu tentang bagaimana rasanya berada di sekitar orang lain dan khususnya, berada di sekitar orang yang kita percayai di mana kita bisa merasa aman. Lagu ini pada dasarnya bercerita tentang keinginan agar mereka juga bisa merasakan hal yang sama seperti yang kita rasakan saat berada di dekat mereka," lanjutnya.
Baca juga: Shye Rilis EP IDK It's Complicated
Lagu melankolis ini merupakan kelanjutan dari EP Shye, yang dirilis tahun lalu berjudul IDK It's Complicated.
EP itu menampilkan musik Shye yang kembali ke musik bedroom pop khasnya, yang membahas tentang perjalanan menghadapi jatuh cinta, pertemanan, dan menemukan tempat di mana kita bisa merasa nyaman.
Shye adalah seorang musisi independen, produser, dan penulis lagu berusia 20 tahun dari Singapura, yang juga menulis, merekam, dan melakukan mixing dan mastering untuk musiknya sendiri dari rumah.
Perjalanan musiknya berawal ketika ia mencoba membuat musik sendiri melalui video-video tutorial di YouTube di usia 15 tahun.
Ia mulai merekam cover dari berbagai lagu, dan kemudian menulis dan merilis lagu-lagu original di SoundCloud, sebelum merilis single pertamanya One Fine Day pada Mei 2018, yang membawanya memenangkan Vans Musicians Wanted di umurnya yang baru menginjak 16 tahun.
Kemenangan ini membawanya tampil di show pertamanya di Guangzhou dan ia pun semakin populer di Singapura sebelum akhirnya tampil di festival musik lokal serta festival musik seperti Baybeats dan acara malam tahun baru di acara TV nasional, Let's Celebrate 2021, yang turut menampilkan Jason Derulo.
Shye telah tampil sebagai pembuka untuk berbagai musisi internasional seperti Clairo, Superorganism, dan Sales saat mereka konser di Singapura.
Ia juga tampil di festival musik regional seperti Urbanscapes di Malaysia (2019) dan Asia Rolling Music Festival di Taiwan (2022) dan secara virtual di Music Lane Okinawa dan Bangkok Music City (2020).
Sejak EP perdananya, Augustine (2018), Shye terus menetapkan jalurnya sendiri dalam bermusik dan telah merilis tiga karya yang ia produksi sendiri.
Album perdananya yang berisi 14 lagu berjudul Days to Morning Glory' (2020), lalu EP keduanya Hello TRINITY' (2021), dan EP terbarunya, Idk It's Complicated' (2022) yang ia rilis pada headline show pertamanya yang terjual habis.
Album perdananya Days to Morning Glory berhasil masuk dalam NME's 25 Best Albums in Asia (2020) dan memenangkan Album of the Year di Singapore Youth Music Awards (2021).
Sedangkan EP terbarunya, Idk It's Complicated juga masuk ke daftar Bandwagon Asia's Best 7 albums of 2022.
Shye juga dinobatkan sebagai Best New Act from Asia di 2022 BandLab NME Awards dan meraih 2022 KKBOX Rising Star Award. Ia juga merupakan Spotify RADAR artist dan difitur di billboard untuk Spotify Equal's Campaign di Times Square NYC pada Desember 2021.
Sebagai seorang musisi yang terus berkarya, Shye percaya selalu ada ruang untuk berkembang, dan dengan setiap rilisan barunya, selalu ada pelajaran berharga yang ia dapatkan.
"Lebih baik menjadi seperti berlian dengan sedikit noda dibandingkan seperti kerikil walaupun tanpa noda," ungkapnya.
Shye terus menantang dirinya sendiri sambil mengeksplorasi dan menemukan kembali suara dan gaya musiknya.
Dengan single pertamanya di tahun ini, Safe, dan rilisan-rilisan barunya yang akan datang, Shye berharap dapat membagikan warna dan rasa yang berbeda dari suaranya kepada para pencinta musik di seluruh dunia.
Selain bermusik, Shye juga suka dengan fotografi dan videografi, travelling, fashion, menari, Kpop, dan binatang peliharaannya.
Ia memiliki seekor kucing dan dua anjing, namun ia sangat menyayangi kucingnya yang baginya merupakan sumber kegembiraan dan serotonin terbaik.
Shye telah tampil di berbagai majalah fashion dan ditampilkan di sampul FEMALE Singapore, NYLON Singapore, Men's Folio, dan PinPrestige. Ia juga telah berkolaborasi dengan berbagai brand ternama seperti Chanel, Dior, Gucci, Fendi, Longchamp Loewe, MCM, Prada, Valentino, Tory Burch, Acne Studio, Adidas, Converse, Calvin Klein, dan YSL Beauty. (RO/OL-1)
Kisah inspiratif 7 selebritis dunia yang memulai karier dari jalanan (pengamen). Dari Rod Stewart hingga Ed Sheeran, simak perjuangan mereka menembus industri hiburan global.
Keputusan Vidi Aldiano untuk berhenti sejenak diambil agar ia bisa memusatkan perhatian pada pemulihan kesehatannya.
SEJUMLAH selebritas seperti Vidi Aldiano, Denny Sumargo (Densu), hingga Luna Maya bersaing dalam Tiktok Awards 2025.
Kylie Jenner melakukan pemotretan untuk kampanye koleksi jenama riasan miliknya King Kylie Collection dengan memakai mahkota karya perancang aksesoris Tanah Air, Rinaldy Yunardi.
Dalam unggahan di Instagram pribadinya, Raisa mengunggah sejumlah foto kegiatannya di Paris, salah satunya saat menjadi tamu undangan di salah satu acara brand kosmetik kenamaan Dior.
Ardina Rasti memilih tampil apa adanya terutama dalam perawatan wajahnya yang tampak awet muda tidak melakukan prosedur treatment ekstrem.
Berbeda dari karya Shye sebelumnya, Signs menampilkan nuansa indie-rock yang lebih kuat, dihiasi permainan gitar yang khas dan lapisan vokal yang halus.
Too Late dari Shye menceritakan tentang suara kecil dari rasa sakit kita saat rasa kasih tak sampai ke orang yang dituju.
Bernuansa dream-pop dan shoegaze, Shed dari Shye membahas tentang kesedihan masa lalu yang tidak bisa kita ubah.
Bernuansa atmosferik yang menghantui, single All At Once dari Shye membahas rasa hancur sunyi yang hadir akibat patah hati.
Melalui Waited for you, Shye menggambarkan sebuah momen perasaan rapuh saat kita mempertanyakan apakah sebuah hubungan masih layak untuk diperjuangkan?
Lewat Cecilia, Shye ingin menjelajahi ruang-ruang musik berbeda yang belum pernah ia masuki.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved