Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
PENULIS Inggris Salman Rushdie mengaku dirinya kini kesulitan menulis setelah menjadi korban aksi penusukan pada tahun lalu. Hal itu terungkap dalam wawancara yang diterbitkan Senin (6/2) menjelang perilisan novel terbaru Rushdir, Victory City.
Victory City, yang berkisah mengenai seorang perempuan di abad ke-14 yang melawan aturan patriacki untuk memimpin sebuah kota mulai dijual di toko buku pada hari ini, Selasa (7/2).
Rushdie menyebut penusukan yang dialami dirinya membawa pengaruh mental yang berat.
Baca juga: Cukilan dari Novel Terbaru Salman Rushdie Dirilis
"PTSD itu benar-benar ada," ujar penulis berusia 75 tahun itu kepada majalah New Yorker dalam wawancara pertama sejak penusukan pada 12 Guatus lalu di sebuah konferensi di New York.
"Saya mengalami kesulitan yang amat sangat untuk menulis. Ketika saya duduk untuk menulis, tidak ada yang muncul, Saya menulis namun yang muncul hanya kosong dan sampah. Saya menulis dan kemudian menghapusnya besok. Saya belum keluar dari hal itu saat ini," lanjutnya.
Novelis yang kini berkewarganegaraan Amerika Serikat (AS) dan sudah tinggal di New York selama 20 tahun, kehilangan penglihatan di salah satu matanya dan tidak bisa menggerakan salah satu tangannya.
Rushdie mengaku meski luka-luka yang dialaminya telah sembuh, dia masih belum bisa mengetik dengan baik karena masih kehilangan rasa di sejumlah jarinya.
Rushdie bersembunyi selama bertahun-tahun setelah pemimpin Iran Ayatollah Ruhollah Khomeini memerintahkan agar penulis itu dibunuh karena dianggap melecehkan Islam lewat buku Ayat-Ayat Setan, yang terbit pada 1988. (AFP/OL-1)
Menurut Eka Kurniawan, kunci utama untuk meningkatkan kemampuan menulis terletak pada kombinasi antara asupan literasi yang beragam dan latihan fisik yang konsisten.
Profil Pandji Pragiwaksono, komika Indonesia dan pendiri Stand Up Indo. Simak perjalanan karier, karya, dan kiprahnya di dunia stand up comedy.
Beby mengungkap cerita dalam film Tolong Saya! (Dowajuseyo) lahir dari kejadian mistis yang ia alami saat menjalani kehidupan sebagai mahasiswa Indonesia di Korsel.
Banyak karya akademik yang ia tangani berubah menjadi buku yang lebih komunikatif dan dapat dibaca masyarakat luas.
IRCOMM Group menghadirkan program khusus bagi peneliti dan akademisi. Sebanyak 12 penulis terpilih yang berhasil submit dan lolos tahap editorial review akan mendapatkan sejumlah manfaat.
Menurut Oh Su Hyang, berbicara itu bukan hanya tentang menyusun kata tapi juga bagaimana berbicara itu bisa memikat orang atau bahkan bermakna bagi orang.
Lewat buku Swipe Therapy, Mira merangkum fase paling rapuh dalam hidupnya, mulai dari rencana pernikahan yang batal hingga kembali menavigasi labirin dunia dating apps.
Total nilai dari ketiga jam tangan yang biasa dikenakan Bill Gates sehari-hari hanya mencapai US$124 atau sekitar Rp2,1 juta saja.
BBW Surabaya 2026 akan diselenggarakan di Convention Hall, Tunjungan Plaza 3, Lantai 6, mulai dari 29 Januari hingga 8 Februari 2026.
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Buku Tumpeng Indonesia: Dari Dapur Tradisional Menuju Meja Bangsa disusun untuk memberikan perspektif luas mengenai tumpeng sebagai bagian dari kebudayaan.
Dalam memoarnya, Aurelie Maoeremans menceritakan bahwa pertemuannya dengan sosok "Bobby" terjadi saat ia masih berusia 15 tahun di sebuah lokasi syuting iklan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved