Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
FILM horor-romance Tolong Saya! (Dowajuseyo) tidak hanya menawarkan kisah fiksi penuh ketegangan, tetapi juga berangkat dari pengalaman nyata yang dialami langsung oleh penulisnya, Beby Salsabila.
Beby mengungkap cerita dalam film ini lahir dari kejadian mistis yang ia alami saat menjalani kehidupan sebagai mahasiswa Indonesia di Korea Selatan (Korsel).
Beby menuturkan, sosok Tania dalam film merupakan representasi dirinya. Sementara karakter arwah penasaran Min Yong serta dokter Park Min-jae juga terinspirasi dari figur-figur yang ia yakini benar-benar hadir dalam pengalaman hidupnya.
“Tania itu aku. Min Yong itu sosok yang aku alami langsung, begitu juga dengan dokter Park,” ujar Beby di XXI Epicentrum Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (21/1).
Kisah bermula saat Beby menjalani dua jenjang pendidikan sekaligus kuliah S1 di Indonesia dan diploma di Korsel. Rutinitas belajar hingga dini hari membawanya ke sebuah study cafe yang belakangan ia ketahui berada di kawasan yang memiliki sejarah kelam.
Pada suatu malam menjelang pagi, Beby mengaku melihat sosok perempuan hamil yang mondar-mandir di dalam kafe. Anehnya, tak seorang pun pengunjung lain menyadari kehadiran sosok tersebut.
Situasi semakin mencekam ketika menjelang pukul lima pagi, sosok itu berjalan keluar saat hujan rintik turun.
Dalam kondisi panik, Beby berlari keluar cafe hingga terjatuh dan mengaku sempat jatuh tepat di atas tubuh seorang jenazah di lokasi yang berdekatan dengan rumah sakit dan area krematorium. Pengalaman traumatis tersebut menjadi titik awal gangguan-gangguan mistis yang terus ia alami.
Beby mengungkap dampak dari kejadian itu sangat serius. Ia sering mengalami kesurupan hingga akhirnya harus pindah tempat tinggal dan memutuskan pulang ke Indonesia untuk menjalani proses pemulihan spiritual.
“Itu bukan cerita yang aku buat-buat. Ada yang ditambah untuk kebutuhan dramatik film, tapi intinya semua pengalaman itu nyata,” katanya.
Dalam proses pengembangan cerita menjadi film layar lebar, Beby mengaku melakukan berbagai langkah kehati-hatian, termasuk meminta izin secara spiritual sesuai kepercayaan lokal Korea.
Ia juga mempelajari praktik mudang atau syaman, serta berkomunikasi menggunakan bahasa Korea untuk menghormati budaya setempat. Proses syuting pun tidak mudah, terutama dalam urusan perizinan lokasi.
Awalnya, tim berencana melakukan pengambilan gambar di Seoul, namun keterbatasan izin membuat lokasi syuting dipindahkan ke Busan. Di sana, Beby mendapat bantuan dari salah satu profesornya untuk mengurus perizinan resmi.
“Tanpa bantuan akademik, sangat sulit bagi kami sebagai pendatang untuk bisa syuting di Korea,” ujarnya.
Film Tolong Saya! (Dowajuseyo) dijadwalkan tayang di bioskop mulai 29 Januari 2026 di bioskop Indonesia. (Z-1)
The King's Warden sendiri merupakan sebuah drama sejarah atau sageuk yang mengangkat kisah emosional Raja Danjong, raja keenam dari Dinasti Joseon yang penuh dengan intrik politik.
Leo Pictures perkenalkan 10 aktor baru hasil online casting untuk film Jangan Buang Ibu. Simak daftar pemain dan perjalanan sukses Saputra Kori di sini.
Rio Dewanto menegaskan bahwa Pelangi di Mars dirancang agar pesan dan ceritanya dapat dicerna dengan baik oleh anak-anak maupun orang dewasa.
Dalam film Jangan Buang Ibu, Nirina Zubir bertransformasi secara drastis untuk memerankan karakter Ristiana melalui tiga fase usia yang berbeda.
Bagi Reza Rahadian, bergabung dalam jagat sinema Suzzanna merupakan penantian yang cukup panjang.
Mengisi suara karakter robot bernama Batik, Bimo tidak hanya sekadar memberikan vokal mekanis, melainkan menghadirkan sosok pelindung yang terinspirasi dari realitas kehidupan keluarga.
Berbeda dari tema film keluarga lainnya, Rapi Film menghadirkan Tunggu Aku Sukses Nanti yang membawa tema besar pada kumpul keluarga saat Lebaran.
Menurut Eka Kurniawan, kunci utama untuk meningkatkan kemampuan menulis terletak pada kombinasi antara asupan literasi yang beragam dan latihan fisik yang konsisten.
Profil Pandji Pragiwaksono, komika Indonesia dan pendiri Stand Up Indo. Simak perjalanan karier, karya, dan kiprahnya di dunia stand up comedy.
Banyak karya akademik yang ia tangani berubah menjadi buku yang lebih komunikatif dan dapat dibaca masyarakat luas.
IRCOMM Group menghadirkan program khusus bagi peneliti dan akademisi. Sebanyak 12 penulis terpilih yang berhasil submit dan lolos tahap editorial review akan mendapatkan sejumlah manfaat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved