Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Aktis Lulu Tobing bercerita bagaimana sutradara Fajar Nugros secara mendadak menawari dirinya berperan sebagai ibu Roy dalam “Balada Si Roy”.
Lulu bercerita bahwa ketika sedang bersantai di rumah Fajar tiba-tiba menelepon.
"Terus dia bilang mau bantuin nggak? Dia mengajak saya untuk berperan di Balada Si Roy sebagai ibunya Roy. Tapi saya ditelepon Nugros itu lima hari sebelum syuting," ujar Lulu di Jakarta, Selasa.
Di sisi lain, Fajar pun menanggapi bahwa alasan dirinya mendadak mengajak Lulu Tobing untuk bergabung dalam film tersebut karena pemain yang awalnya ditetapkan sebagai ibu Roy mengalami covid-19.
"Itu karena aktor yang sebelumnya memerankan karakter itu kena covid. Jadi saya telepon Mba Lulu. Saya bilang daripada nggak ngapa-ngapain mending syuting yuk," kata Fajar.
Kendati demikian, Lulu dikatakan sempat protes lantaran mendadak harus bergabung syuting “Balada Si Roy” tanpa ada persiapan terutama proses "reading". Akhirnya Fajar memperpanjang waktu persiapan menjadi tiga minggu.
“Memang, saya sangat menikmati proses reading. Karena saya bisa tahu karakter saya, bisa tahu karakter pemain lainnya, bisa jadi akrab," kata Lulu.
Lulu merasa persiapan ini menjadi sangat penting, karena dia merasa kehilangan waktu untuk mengenal lawan mainnya, akibat peran yang ditawarkan secara mendadak itu.
Saat mendatangi lokasi syuting, Lulu pun langsung melakukan pendekatan dengan Abizar Al Ghifari yang berperan sebagai Roy dalam film tersebut. Dia pun bersyukur, Abizar merupakan anak yang hangat sehingga memudahkannya untuk membangun kedekatan.
"Begitu sampai di Banten, yang saya kejar cuma mau ngobrol sama Abi. Karena saya banyak peran sama Abi sebagai ibunya Abi," terang Lulu.
"Untung anak ini hangat sekali. Sangat karismatik. Jadi sangat membantu saya jadi nggak kaku walaupun nggak ada proses reading," pungkasnya. (Ant/OL-12)
Gina S Noer memaparkan bahwa film Esok Tanpa Ibu bukan sekadar cerita tentang teknologi, melainkan sebuah eksplorasi mengenai relasi kompleks antara AI, sosok ibu, dan lingkungan hidup.
Aktris utama Dian Sastrowardoyo dilaporkan mengalami insiden jatuh dari kuda saat menjalani salah satu adegan penting saat syuting film Esok Tanpa Ibu.
Sutradara Timur Bekmambetov menjelaskan bahwa MERCY dirancang untuk memadukan ketegangan cerita dengan pendekatan visual berbasis layar digital atau Screenlife.
Selain kemitraan dengan Refinery Media dari Singapura, posisi sutradara film Esok Tanpa Ibudipercayakan kepada sineas asal Malaysia, Ho Wi-ding.
Meski berhasil memecahkan rekor untuk produksi Hollywood, Zootopia 2 harus mengakui keunggulan film animasi asal Tiongkok, Ne Zha 2.
Bagi Adinia Wirasti, bioskop bukan sekadar tempat menonton, melainkan ruang refleksi bagi manusia.
Tinggal di Singkawang, Kalimantan Barat, Morgan kecil beberapa kali pernah mengalami kejadian mistis.
Nugros menerangkan film Ratu Sihir bukan sekadar film horor yang menakutkan, tapi film ini hadir untuk mendobrak stigma yang dialami para perempuan terkait dengan mitos Bahu Laweyan.
Eko atau biasa disapa Koko adalah putra dari almarhum Teguh Rahardjo dan Djudjuk Djuariah.
Film ini mengikuti perjalanan grup lawak asal Solo, Jawa Tengah, Srimulat dalam menggapai kesuksesan di ibukota Jakarta lewat layar kaca.
Film Srimulat: Hidup Memang Komedi akan menceritakan perjuangan grup lawak asal daerah, Srimulat, dalam upaya mencapai popularitas sebagai bintang televisi.
Insan kreatif harus memosisikan diri mereka seolah tengah berbicara dengan orang lain saat membuat karya berbentuk audio-visual, seperti video pendek dan film.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved