Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTOR Morgan Oey bakal melakukan debut film horor pertamanya. Setelah sekitar 9 tahun terjun di Industri film, Morgan akhirnya memberanikan diri bermain di film genre horor berjudul Ratu Sihir.
Ditemui usai konferensi pers Ratu Sihir, Morgan mengungkapkan, bukan hal mudah untuk mengambil tawaran bermain film horor, memiliki traumatis dengan hal-hal misteri saat kecil, kondisi itu membuat Morgan belum bermain film Horor meski sudah 9 tahun terjun di Industri film.
"Jadi kalau untuk bermain di film horor dari dulu memang sudah ada beberapa yang ngajak, tapi selalu enggak cocok aja, entah gak bisa atau lainnya, dan dari saya sendiri juga belum siap," kata Morgan di Jakarta, Senin (20/11).
Tinggal di Singkawang, Kalimantan Barat, Morgan kecil beberapa kali pernah mengalami kejadian mistis. Pernah suatu ketika saat terjadi pemadaman listrik di kediamannya, dia merasa seperti ada sosok wanita yang menyerupai ibunya, padahal saat itu ibunya tidak ada di rumah.
"Jadi waktu kecil, saya kan dari Singkawang, Kalimantan Barat, dan di sana itu kerap pemadaman listrik. Jadi kalau di sana itu pemadaman listrik itu sudah ada jadwalnya," tutur Morgan.
"Pas pemadaman listrik itu, saya kaya ngebayangin ada sosok wanita menyerupai ibu, tapi saya tahu ibu saya gak ada di rumah. Jadi banyak sekali kejadian-kejadian yang dari kecil bikin saya terauma terhadap horor," imbuhnya.
Disinggung terkait alasanya memberanikan diri bermain Ratu Sihir, Morgan mengungkapkan dirinya tertarik dengan tema, cerita serta karakter yang ditawarkan. Baginya, Ratu Sihir memiliki cerita yang berbeda dengan film horor lainnya.
Selain itu, penggarapan Ratu Sihir yang di sutradarai Fajar Nugros juga menjadi alasan Morgan tidak berfikir panjang saat ditawarkan bermain di film tersebut. Dia mengaku jatuh cinta dengan karya-karya Nugros.
"Saat mas Nugros menawarkan skrip Ratu Sihir, pas baca, terus pas tau saya memerankan Bana, saya langsung tertarik. Biasanya saya memang harus jatuh cinta dulu dengan karakter yang saya perankan, dan saya excited untuk mengeksplor katakter di film Ratu Sihir ini. Jadi yaudah deh, 'oke, let's do it', " jelas Morgan.
Debut di film horor, Morgan mengatakan banyak persiapan yang dilakukannya sebelum memulai proses produksi. Tidak hanya fisik, Morgan juga harus melakukan persiapan mental agar hasil filmnya memuaskan.
"Untuk persiapannya paling fisik dan mental, karena saya memang dari kecil untuk hal-hal berbau mistis itu agak-agak takut. Jadi kayaknya kalau untuk syuting film Ratu Sihir, selain fisik, yang juga perlu disiapin adalah mental," ujar Morgan. (M-2)
Film Alas Roban kian mengukuhkan dominasinya di bioskop. Berdasarkan Cinepoint Tracking, horor-drama ini menambah estimasi +93.551 penonton
Film Check Out Sekarang, Pay Later (CAPER) tayang 5 Februari 2026. Amanda Manopo dan Fajar Sadboy beradu akting dalam drama komedi berlatar fenomena pinjaman online.
Beberapa judul yang menjadi sorotan utama di antaranya kisah romantis Sore: Istri dari Masa Depan yang menampilkan chemistry antara Dion Wiyoko dan Sheila Dara, serta film Tinggal Meninggal
Pelatihan menghadirkan para pakar dan praktisi terkait teknis produksi, hukum, hak cipta, hingga distribusi dan komersialisasi karya.
Kuartet Agak Laen kembali beraksi lewat film Agak Laen: Menyala Pantiku, menggabungkan komedi dan empati di tengah kehidupan panti jompo.
Alie Ishala Samantha yang diperankan Anantya Kirana adalah gadis remaja berusia 16 tahun, anak bungsu dari lima bersaudara dan satu-satunya anak perempuan dalam keluarganya.
Nugros menerangkan film Ratu Sihir bukan sekadar film horor yang menakutkan, tapi film ini hadir untuk mendobrak stigma yang dialami para perempuan terkait dengan mitos Bahu Laweyan.
Eko atau biasa disapa Koko adalah putra dari almarhum Teguh Rahardjo dan Djudjuk Djuariah.
Film ini mengikuti perjalanan grup lawak asal Solo, Jawa Tengah, Srimulat dalam menggapai kesuksesan di ibukota Jakarta lewat layar kaca.
Film Srimulat: Hidup Memang Komedi akan menceritakan perjuangan grup lawak asal daerah, Srimulat, dalam upaya mencapai popularitas sebagai bintang televisi.
Insan kreatif harus memosisikan diri mereka seolah tengah berbicara dengan orang lain saat membuat karya berbentuk audio-visual, seperti video pendek dan film.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved