Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
GRUP musik folk-pop Daun Jatuh resmi merilis EP (Extended Player) perdana mereka, yang bertajuk Seroja, yang terdiri dari enam lagu.
Seroja diciptakan terinspirasi dari bunga Seroja yang memiliki kehidupan indah meski berada di air yang keruh.
"Semua lagu yang kita tulis di EP ini berdasarkan pengalaman pahit dari masing-masing kita. Jadi, kita menganggap karya kita di EP ini seperti bunga Seroja. EP ini berisi karya yang kita tulis berdasarkan pengalaman pahit namun dapat menghasilkan karya yang indah setidaknya menurut kami,"ujar vokalis Daun Jatuh Verrel mengenai kisah di balik Seroja lewat siaran pers, dikutip Senin (24/10).
Baca juga: Daun Jatuh Gandeng Souljah Rilis Gelegak Darah Muda
Adapun enam lagu yang ada di dalam album itu terdiri dari dua lagu baru dan empat lagu yang sebelumnya telah dirilis Daun Jatuh.
William, anggota Daun Jatuh lainnya, menceritakan kisah di balik proses produksi EP perdana mereka.
Seroja lahir dari periode yang bertahap,mulanya dibuka dengan perilisan single Momen pada Juli 2021.
Setelah itu, lagu-lagu lainnya menyusul dirilis dan diciptakan, akhirnya album itu pun rampung dalam periode satu tahun terakhir.
"Proses rekaman dilakukan secara bertahap per lagu dan di setiap lagu pada EP ini terdapat keunikan contohnya seperti merekam suara sapu lidi. Selain itu proses produksi dilakukan di tengah pandemi, banyak tantangan dan hal baru yang dihadapi, tetapi proses produksi EP Seroja ini tetap berjalan dengan lancar dan maksimal," papar William.
Adapun lagu-lagu yang hadir di antaranya Momen, Bungkam, Malang, Tak Selaras, Biru, dan Memadam.
Daun Jauh mempercayakan posisi produser kepada Ibnu Dian dari Matter Halo untuk mewujudkan EP perdananya ini.
Biru, yang menjadi focus track dari EP Seroja,menceritakan mengenai titik nadir seseorang dalam hidupnya.
Bersamaan dengan perilisan Biru, Daun Jatuh juga merilis video musiknya yang mengisahkan kehidupan seorang pria yang bermukim di pinggir laut.
Daun Jatuh berharap penggemarnya, yang disebut Hamparan Hijau, dan seluruh pendengar musik di Indonesia menyukai karya mereka.
Seroja juga diharapkan bisa memberikan kekuatan bagi orang-orang yang tengah mengalami masalah hidup.
"Kami berharap dengan hadirnya Seroja, teman-teman semua yang mendengarkan akan dikuatkan dan ditemani dengan harapan bahwa hal indah, bermakna, dan berarti bisa juga lahir dan ada melalui kejadian dan peristiwa pahit di hidup kita," tutup anggota Daun Jatuh lainnya Timothy.
EP Seroja kini sudah bisa didengar di seluruh digital streaming platform di Tanah Air. Sementara untuk video musik resmi dari Biru bisa disaksikan di kanal YouTube Daun Jatuh. (Ant/OL-1)
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia Estianty genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Berkaca dari kasus Boiyen, simak aturan hukum Cerai Gugat di Pengadilan Agama. Apa bedanya dengan talak, syarat pengajuan, dan prosedur mediasinya?
Lagu Diam Seribu Diam dari Daun Jatuh dan Syiqin Azln membawa pendengar menyelami sisi rapuh sebuah hubungan.
Yuks nyanyi lagu Tuk Singgah. Ini lirik lagu hasil kolaborasi Daun Jatuh dengan Prilly Latuconsina.
Prilly Latuconsina sempat menui teguran ayahnya yang merasa lirik "Tuk Singgah", mencerminkan kerentanan hatinya.
Prilly Latuconsina berkolaborasi dengan band pop folk, Daun Jatuh, dalam lagu "Tuk Singgah," yang mengisahkan tantangan berkomitmen dalam hubungan cinta.
Lagu Semoga Masih Ada Waktu menghadirkan kembali ciri khas Daun Jatuh yaitu lirik puitis dan bernuasa sendu dikemas dalam durasi 3 menit 56 detik.
Lagu Kini dibalut dengan nuansa yang beragam yaitu full version, stripped down, instrumental, dan stripped down instrumental. Seluruhnya dirancang untuk dapat dinikmati di waktu senja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved