Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
BERKECIMPUNG di dunia anak yang menyenangkan dan selalu aktif bergerak dalam kehidupan sehari-hari membuat Kak Seto, panggilan akrab dari psikolog Seto Mulyadi, tetap sehat dan awet muda meski usianya sudah menginjak kepala tujuh.
"Saya bukan Kak Seto, tapi (ka) kek Seto," seloroh pencipta karakter Si Komo itu di Jakarta, Kamis (25/8).
"Sebentar lagi saya ulang tahun ke-17," lanjut Seto. Pada 28 Agustus mendatang, Seto akan merayakan ulang tahun ke-71.
Baca juga: Kak Seto Usul Tahanan Rumah untuk Istri Sambo karena Punya Anak Bayi
Meski usianya sudah tidak muda, Seto Mulyadi tetap bugar karena gaya hidup sehat yang dianutnya sejak muda.
"Saya senang bergerak, tapi tidak dipaksakan, sejak muda saya sudah biasa," ujar pendiri sekolah alternatif Homeschooling Kak Seto.
Setiap hari, dia rutin berlari sejauh empat hingga lima kilometer. Aktivitas itu dilakukan tanpa paksaan, justru olahraga adalah sesuatu yang ia nikmati.
Saat pandemi, dia tetap menjalankan kebiasaannya di tempat yang lebih terbuka sehingga dapat menghirup udara segar.
Istirahat teratur dan menyantap makanan sehat tidak lepas dari rutinitasnya setiap hari. Keseimbangan hidup dicapainya dengan turut menjaga kesehatan mental lewat berdoa, beribadah, dan senantiasa bersyukur.
Kesehatannya juga teruji saat pandemi. Psikolog yang punya gaya rambut khas itu bersyukur bisa tetap terlindung dari covid-19 ketika anggota keluarganya yang lain sempat terinfeksi.
Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) itu menambahkan, aktivitas yang erat kaitannya dengan anak-anak, yang identik dengan kegembiraan menjadi sumber kekuatannya.
Anak-anak, lanjutnya, adalah guru yang mengajarkannya untuk tetap bahagia, kreatif serta hidup tanpa dendam.
"Mari berguru kepada anak-anak," tutup dia. (Ant/OL-1)
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia Estianty genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Berkaca dari kasus Boiyen, simak aturan hukum Cerai Gugat di Pengadilan Agama. Apa bedanya dengan talak, syarat pengajuan, dan prosedur mediasinya?
Sekitar 19 persen orang mengalami kenaikan berat badan saat Ramadan akibat pola makan berlebih saat berbuka.
Secara medis, perut kembung disebabkan oleh penumpukan gas di saluran pencernaan.
Di tengah antusiasme menjalankan ibadah puasa, masyarakat diingatkan untuk tetap memperhatikan pola makan, khususnya dalam mengonsumsi asupan manis saat berbuka.
Kebiasaan menyimpan makanan sisa yang sudah matang sempurna untuk kemudian dipanaskan kembali adalah praktik yang kurang baik bagi kesehatan dan kualitas nutrisi.
Masyarakat diingatkan untuk memperhatikan asupan mikronutrien guna menjaga daya tahan tubuh, terutama karena Ramadan tahun ini diprediksi bertepatan dengan musim hujan.
Mahasiswa tetap bisa memenuhi kebutuhan gizi meski dengan anggaran terbatas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved