Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KETIKA tersebar berita bahwa komik web Yumi's Cells akan diadaptasi menjadi serial drama, penggemar punya reaksi yang berbeda, ada yang menyambut hangat, ada juga yang khawatir apakah adaptasi itu akan sesuai ekspektasi.
Namun, serial yang memadukan antara live action dan animasi itu berhasil menarik hati penonton lewat kisah yang disampaikan lewat akting pemeran utama Kim Go-eun.
"Saya merasa serial ini mencakup berbagai genre yang bisa disuguhkan dalam sebuah seri. Awalnya, tidak ada yang bisa membayangkan bagaimana ini akan dibuat. Semua berpikir, 'Apa mungkin?' dan kami menunjukkan bahwa memadukan live action dan animasi itu mungkin," kata salah satu penulis serial Yumi's Cells, Song Jae-jeong, dalam wawancara dengan Korea Times.
Baca juga: Season 2 Yumi's Cells akan Tayang Juni 2022
"Sebagai penulis, serial ini sangat berarti karena saya punya kesempatan menemukan alur yang tepat (dalam membuat adaptasi)," lanjutnya.
Serial Yumi's Cells berkisah tentang Yumi, perempuan lajang usia 30-an yang gerak-geriknya diatur oleh sel yang berbeda.
Berkat bantuan selnya, yang digambarkan seperti karakter animasi, Yumi menjalani hidup untuk mencari kebahagiaan dalam kehidupan pribadi, percintaan, dan pekerjaan.
Setelah musim pertama tayang September silam, musim kedua menyusul dan tamat baru-baru ini.
Di musim kedua, Yumi menjalin hubungan asmara dengan rekan sekantor, Babi (Park Jin-young), dan menjalani profesi baru sebagai penulis.
Musim kedua ini menuai kesuksesan di platform streaming Tving dan populer di luar negeri, tayang secara streaming di 160 wilayah lewat platform global Rakuten Viki.
Kreator drama Yumi's Cells, sutradara Lee Sang-yeob beserta penulis Kim Kyung-ran dan Song- turut bahagia dengan kesuksesan serial tersebut.
"Sangat menyenangkan banyak orang merespons (serial ini). Saya bisa merasakan (popularitas) lebih kuat di musim kedua dibandingkan musim pertama. Kami bicara tentang bagaimana penonton di luar negeri mungkin juga menyukainya saat kami membuat animasi. Dan kami senang ketika mendengar ada yang memujinya," kata Kim.
"Seperti judulnya, Yumi's Cells, saya ingin pesan yang tersampaikan bahwa hidup Yumi adalah miliknya. Meski dia melewati banyak hal, saya ingin membesarkan hatinya bahwa 'Kau mungkin membuat kesalahan dan punya penyesalan tapi kamu baik-baik saja'. Itu mungkin ditujukan untuk saya sendiri atau penonton," lanjutnya.
Mengadaptasi komik populer punya pro dan kontra. Menurut Song, hal terbaik adalah dirinya punya bahan yang luar biasa untuk diadaptasi. Di sisi lain, komik tersebut sangat populer sehingga tidak ada faktor kejutan.
Musim pertama berkutat tentang membuat sel-sel menjadi hidup dan mengubah komik web menjadi live action, sementara musim kedua fokus tentang mengembangkan plot original kisah cinta Yumi dan Babi.
Dalam versi komik, keduanya memutuskan hubungan karena Babi tertarik kepada perempuan lain. Namun, cerita sedikit diubah di versi drama. Bagian perselingkuhan diperhalus dan ada lebih banyak melodrama antara Yumi dan Babi, di saat pasangan ini berusaha memperbaiki hubungan yang retak.
"Saya pikir akan membosankan untuk memakai pola yang sama untuk musim kedua. Karena Babi banyak dibenci oleh penggemar (komik web), saya pikir penonton bakal merasa tak ada yang dinantikan di musim kedua," kata Song.
"Jadi, kami membuat banyak perubahan dalam cerita untuk memberikan harapan bahwa (Yumi dan Babi) mungkin bisa langgeng," tambahnya.
Para kreator mengatakan, komikus Lee Dong-geun, yang membuat Yumi's Cells memberi kebebasan kreatif bagi mereka dalam mengadaptasi cerita.
"Kreator Lee Dong-geon menyerahkan sepenuhnya kepada kami, jadi kami bisa bekerja dengan lancar. Sebagian besar kami minta persetujuan soal Babi karena itu mengubah lapisan-lapisan cerita," kata Song.
"Kami bertanya apakah bisa mengubah akhir Babi dan Yumi untuk penonton serial dan Lee mengatakan, 'Saya tak keberatan. Kau boleh melakukan apa yang kau mau'," ungkapnya.
Plot dari versi komik terus berlanjut setelah Yumi dan Babi putus, di mana Yumi mengasah kemampuannya sebagai penulis dan akhirnya bertemu dengan editor baru bernama Soon-rok yang pada akhirnya menjadi pasangan hidupnya.
Ketika ditanya apakah musim ketiga akan mengisahkan plot yang sama seperti komik, sutradara mengatakan belum ada keputusan apa pun.
"Tidak banyak yang bisa dikatakan karena belum ada keputusan apa pun. Tapi pertama-tama aktor dan tim produksi harus beristirahat karena kami sudah mengerjakan serial ini sejak lama," katanya.
"Kami bergurau bahwa kami harus punya (bintang besar) seperti Timothee Chalamet untuk karakter baru, karena Ahn Bo-hyun sudah bekerja dengan baik di musim pertama dan Park Jin-young untuk musim kedua," pungkas dia. (Ant/OL-1)
Berbeda dengan Legaly Blonde yang berlatar dunia hukum dan universitas, serial Elle akan membawa penonton kembali ke masa SMA.
Bercinta Dengan Maut
Serial drama Korea Siren’s Kiss menyoroti kisah penuh intrik antara seorang penyelidik asuransi dan seorang perempuan misterius yang berada di pusat pusaran kematian.
Demi menghidupkan karakter utama di serial Algojo, Arya rela menghabiskan waktu selama dua bulan untuk mendalami teknik bela diri dan melakukan riset mendalam ke sisi kelam dunia jalanan.
Sejak episode perdana Shine On Me, chemistry emosional yang kuat antara keduanya menjadi daya tarik utama yang memikat penonton untuk terus mengikuti perkembangan cerita.
Serial Algojo menjadikan wilayah Jakarta Utara sebagai arena utama pertarungan moral dan fisik para karakternya.
Netflix resmi memperkenalkan drama Korea terbaru berjudul Tantara dalam ajang Next on Netflix 2026 Korea yang digelar pada 21 Januari.
Aktris Korea Selatan Go Youn Jung sukses membuat penggemar K-Drama di Indonesia heboh.
Aktor Korea Selatan Kim Seon-ho mengungkap fakta menarik di balik salah satu adegan paling ikonik dalam episode pertama drama Can This Love Be Translated?.
AKTOR Korea Selatan, Kim Seon-ho, kembali memikat perhatian penggemar lewat drama terbaru Netflix berjudul Can This Love Be Translated?. Seon-ho mengungkapkan pendekatannya unik
Kim Seon ho dan Go Youn-jung mengunjungi Indonesia untuk berjumpa dengan fan pada Jumat, (16/1) promosi serial terbaru Netflix Can This Love Be Translated?
Rekomendasi 40+ drama Korea romantis terbaik tahun 2025. Dari office romance, sageuk, hingga kisah cinta paling menyayat hati.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved