Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTRIS Prilly Latuconsina mengisi soundtrack film '12 Cerita Glen Anggara' melalui lagu berjudul Luka Kecil yang video musiknya dirilis hari ini, Senin (18/7). Film tersebut merupakan produksi Falcon Pictures bersama Starvision Plus.
Prilly bercerita, memilih sendiri lagu tersebut untuk dijadikan soundtrack film "12 Cerita Glen Anggara".
"Aku dikasih beberapa pilihan lagu, kemudian aku dengerin satu-satu sambil aku membayangkan adegannya dan ini yang paling relate," kata Prilly usai konferensi pers di Jakarta, Senin (18/7).
"Luka Kecil" merupakan lagu karangan Choki "Cassandra" Simanjuntak. Menurut Prilly, lagu tersebut sangat menggambarkan karakter utama wanita di film "12 Cerita Glen Anggara" yang merasa sedih karena harus siap menghadapi perpisahan dengan orang terkasihnya.
"Ini relate dengan perasaan Shena, kenapa harus ketemu kalau akhirnya pisah juga. Mungkin pertemuannya singkat, lukanya kecil, tapi justru sangat deep," ujar Prilly.
Baca juga: Prilly Latuconsina dan Umay Shahab kembali Berduet di Dear Stranger
Sementara itu, produser dari Falcon Pictures Frederica mengatakan pihaknya sengaja memilih Prilly Latuconsina untuk menyanyikan soundtrack film tersebut karena sang artis dinilai sangat multitalenta.
"Prilly ini artis yang multitalenta. Seneng banget dia bisa bergabung di sini, terus suaranya juga bagus, aktingnya bagus, jadi kenapa enggak," katanya.
Disutradarai oleh Fajar Bustomi, "12 Cerita Glen Anggara" merupakan film yang diadaptasi dari novel dengan judul sama karya Luluk HF. Film tersebut merupakan spin-off dari film "Mariposa" yang rilis pada 2020.
"12 Cerita Glen Anggara" bercerita tentang Glen Anggara, seorang pemuda yang berasal dari keluarga kaya raya namun memiliki kepintaran di bawah rata-rata. Meski begitu, Glen selalu berusaha melakukan hal-hal yang membuatnya bahagia.
Suatu hari, Glen bertemu dengan Shena yang meminta dia untuk menjadi pacarnya. Rupanya, Shena mengidap sebuah penyakit dan hidupnya divonis tak lama lagi. Namun, Shena memiliki 12 keinginan yang sangat ingin diwujudkan sebelum hidupnya berakhir.
Selain mengisi soundtrack, Prilly berperan sebagai Shena. Dia beradu akting dengan Junior Roberts, Angga Yunanda, Adhisty Zara, Abun Sungkar, Dannia Salsabilla, hingga Alya Rohali. "12 Cerita Glen Anggara" dijadwalkan tayang perdana pada 18 Agustus 2022.(Ant/OL-5)
Mengenai makna di balik lagu Roomates, Hilary Duff mengungkapkan bahwa Roommates adalah potret dari hiruk-pikuk kehidupan orang dewasa yang sering kali terasa menyesakkan.
Tak Kancani terinspirasi dari pertemuan Ndarboy Genk dengan para musisi tunanetra yang mengamen di sudut-sudut Yogyakarta.
Melalui unggahan di media sosial, Harry Styles membagikan sampul album terbarunya.
Berkolaborasi dengan TransJakarta, Nidji menghadirkan instalasi interaktif bertajuk Booth Manifestasi Hati 2026 di tiga titik strategis transportasi publik ibu kota.
Lagu Hati Bertali dari Bumiy hadir bukan sekadar sebagai rilisan musik biasa, melainkan sebuah ruang refleksi dan penguat jiwa bagi mereka yang tengah diuji oleh perpisahan.
Musisi legendaris Sting dilaporkan telah membayar lebih dari setengah juta pound sterling kepada mantan rekan bandnya di The Police, Andy Summers dan Stewart Copeland.
Sutradara Fajar Martha Santosa ingin memastikan penonton Film Sebelum Dijemput Nenek dapat sepenuhnya tenggelam dalam narasi film tanpa terdistraksi oleh elemen musik vokal.
Kampiun merupakan salah satu nomor unggulan dari album debut Rimba yang bertajuk Technicolor Meeting. Album tersebut sebelumnya telah dilepas ke pasaran pada 14 November 2025.
Mengusung genre Dark Pop, Suatu Hari Kamu Akan Mengerti yang dibawakan Ardi, etna Rasti dirancang untuk memberikan nuansa emosional yang kelam, intim, sekaligus penuh ketegangan.
Lagu Tidurlah, Nak dari Bonita dan Adoi menjadi salah satu soundtrack (OST) film Bara dan Hutan Rahasia produksi High Angle Picture.
Mengejar Restu menghadirkan kisah tentang kekuatan dan keteguhan hati seorang perempuan dalam menghadapi konflik, pilihan hidup, serta realitas yang kerap tak mudah dijalani.
Dengan energi yang kuat dan kedalaman emosinya, Hoko menandai babak baru yang kuat dalam evolusi artistik Tomonari Sora.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved