Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTRIS Prilly Latuconsina mengisi soundtrack film '12 Cerita Glen Anggara' melalui lagu berjudul Luka Kecil yang video musiknya dirilis hari ini, Senin (18/7). Film tersebut merupakan produksi Falcon Pictures bersama Starvision Plus.
Prilly bercerita, memilih sendiri lagu tersebut untuk dijadikan soundtrack film "12 Cerita Glen Anggara".
"Aku dikasih beberapa pilihan lagu, kemudian aku dengerin satu-satu sambil aku membayangkan adegannya dan ini yang paling relate," kata Prilly usai konferensi pers di Jakarta, Senin (18/7).
"Luka Kecil" merupakan lagu karangan Choki "Cassandra" Simanjuntak. Menurut Prilly, lagu tersebut sangat menggambarkan karakter utama wanita di film "12 Cerita Glen Anggara" yang merasa sedih karena harus siap menghadapi perpisahan dengan orang terkasihnya.
"Ini relate dengan perasaan Shena, kenapa harus ketemu kalau akhirnya pisah juga. Mungkin pertemuannya singkat, lukanya kecil, tapi justru sangat deep," ujar Prilly.
Baca juga: Prilly Latuconsina dan Umay Shahab kembali Berduet di Dear Stranger
Sementara itu, produser dari Falcon Pictures Frederica mengatakan pihaknya sengaja memilih Prilly Latuconsina untuk menyanyikan soundtrack film tersebut karena sang artis dinilai sangat multitalenta.
"Prilly ini artis yang multitalenta. Seneng banget dia bisa bergabung di sini, terus suaranya juga bagus, aktingnya bagus, jadi kenapa enggak," katanya.
Disutradarai oleh Fajar Bustomi, "12 Cerita Glen Anggara" merupakan film yang diadaptasi dari novel dengan judul sama karya Luluk HF. Film tersebut merupakan spin-off dari film "Mariposa" yang rilis pada 2020.
"12 Cerita Glen Anggara" bercerita tentang Glen Anggara, seorang pemuda yang berasal dari keluarga kaya raya namun memiliki kepintaran di bawah rata-rata. Meski begitu, Glen selalu berusaha melakukan hal-hal yang membuatnya bahagia.
Suatu hari, Glen bertemu dengan Shena yang meminta dia untuk menjadi pacarnya. Rupanya, Shena mengidap sebuah penyakit dan hidupnya divonis tak lama lagi. Namun, Shena memiliki 12 keinginan yang sangat ingin diwujudkan sebelum hidupnya berakhir.
Selain mengisi soundtrack, Prilly berperan sebagai Shena. Dia beradu akting dengan Junior Roberts, Angga Yunanda, Adhisty Zara, Abun Sungkar, Dannia Salsabilla, hingga Alya Rohali. "12 Cerita Glen Anggara" dijadwalkan tayang perdana pada 18 Agustus 2022.(Ant/OL-5)
Nama Theresa Kusumadjaja bersanding dengan jajaran sineas dan musisi global dalam kategori yang sangat kompetitif, yakni Best Music Video.
Scoring dari film Phantom Thread, yang dikomposisi oleh Jonny Greenwood dan disutradarai oleh Paul Thomas Anderson, muncul dalam film dokumenter Melania tanpa izin.
Berbeda dengan versi aslinya yang kental dengan nuansa pop-rock era 90-an, Chandra Satria membawa nyawa baru ke dalam lagu Dan.
Bagi Sayap Lepas, musik bukan sekadar hiburan, melainkan medium untuk menyampaikan rasa dan cerita secara tulus.
Westlife tampil di Indonesia dalam konser bertajuk A Gala Evening, yang digelar di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), BSD City, Selasa (10/2) malam.
Alih-alih narasi perpisahan yang penuh amarah atau pertikaian, lagu Berjarak dari Cocolite memotret fase persimpangan ketika dua orang yang saling mencintai mulai merasa lelah dan bimbang.
Menurut Dewi Gita, membuat soundtrack sulit karena penulis lagu harus menyesuaikan dengan cerita film serta tujuan dari film tersebut.
Pementasan Musikal Perahu Kertas akan menyajikan total 21 lagu, di mana 18 di antaranya merupakan lagu baru yang diciptakan khusus.
Star Flower dari Chilli Beans mencoba menerjemahkan berbagai manifestasi "cahaya" yang menjadi inti cerita anime Love Through a Prism.
Sutradara Fajar Martha Santosa ingin memastikan penonton Film Sebelum Dijemput Nenek dapat sepenuhnya tenggelam dalam narasi film tanpa terdistraksi oleh elemen musik vokal.
Kampiun merupakan salah satu nomor unggulan dari album debut Rimba yang bertajuk Technicolor Meeting. Album tersebut sebelumnya telah dilepas ke pasaran pada 14 November 2025.
Mengusung genre Dark Pop, Suatu Hari Kamu Akan Mengerti yang dibawakan Ardi, etna Rasti dirancang untuk memberikan nuansa emosional yang kelam, intim, sekaligus penuh ketegangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved