Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
SUTRADARA Angga Dwimas Sasongko membagikan pandangannya serta kiat untuk meramu sebuah cerita dalam film agar menarik sehingga karya tersebut akan terus diikuti banyak penonton.
"Apa sih yang membuat sebuah cerita menarik buat banyak orang? Apa sih yang bikin sebuah film menarik untuk terus diikuti? Banyak yang bilang plot, tapi buat saya yang paling penting itu karakter," kata Angga dalam sebuah jumpa pers, dikutip Jumat (17/6).
Menurutnya, karakter yang unik akan membentuk plot. Sebaliknya, plot belum tentu bisa membentuk karakter menjadi unik.
Baca juga: Gunakan Senjata Asli di Ben & Jody, Ini Alasan Angga Dwimas Sasongko
Angga mengatakan setiap belokan plot biasanya didorong oleh motif dan latar belakang karakter sehingga berjalannya plot akan sangat dipengaruhi oleh keunikan karakter.
"Jadi (pembuat film) harus mampu membentuk atau membuat karakter yang baik dan unik," tuturnya.
Untuk menciptakan karakter yang unik, menurut Angga, seorang pembuat cerita seyogianya mampu menjalani hidup dengan pikiran yang terbuka (open minded).
Hal tersebut, lanjutnya, bertujuan agar pembuat cerita dapat melihat atau mengamati kehidupan di sekitarnya dengan lebih jernih dibanding dengan anggapan-anggapan yang telah ada di masyarakat.
Angga sendiri percaya ide hanya memakan porsi 1% dari sebuah karya, sementara 99% atau sisanya yang terpenting yaitu eksekusi.
"Maksudnya ide bisa apa saja. Ide bisa ditulis, bisa di-print, difotokopi, terus semua orang baca dan semua orang kagum. Tapi kalau nggak mampu mengeksekusinya dengan baik, ya, sama saja bohong," ujarnya.
Angga mengatakan kemajuan dan kemudahan teknologi saat ini semestinya dapat mendorong para sineas, terutama pembuat film independen dan amatir, untuk menghasilkan karya dengan langsung mengeksekusi ide.
"Kalau punya ide, langsung eksekusi saja. Karena ide tanpa dieksekusi, ya, cuma jadi sesuatu yang ngawang-ngawang," katanya.
Dengan bermodalkan kamera ponsel, misalnya, Angga mengatakan pembuat film atau konten dapat merekam dengan mudah, dimulai dari kehidupan yang ditemui sehari-hari, kemudian dapat langsung menyunting gambar di perangkat yang sama dan membuat cerita saat itu juga.
"Itu dimungkinkan sekali. Jadi benar-benar apa yang kalian yang punya di kepala langsung eksekusi saja," ujar Angga.
Ia memandang industri film Indonesia memiliki kebutuhan yang besar terhadap konten mengingat industri tersebut terus bertumbuh selama sepuluh tahun terakhir, mulai dari jumlah layar, jumlah penonton, hingga jumlah platform digital.
"Dan kita butuh talenta-talenta baru yang segar dan berbakat, yang bisa profesional, supaya jalur distribusi ini bisa diisi oleh konten-konten yang luar biasa. Dan, menurut saya, kesempatan ini besar banget," pungkasnya. (Ant/OL-1)
Dalam keseharian yang sepenuhnya ia atur sendiri, Aruma mulai disiplin menjaga waktu tidur dan menyisakan ruang jeda di tengah kesibukan.
Sebelum memutuskan untuk berkonsultasi dengan ahli, Audy Item sempat mencoba berbagai metode diet dan olahraga berdasarkan informasi dari internet maupun rekomendasi teman.
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Setelah sebelumnya sukses mengarahkan serial Pertaruhan, Sidharta Tata menyebut film Ikatan Darah sebagai ambisi lama yang akhirnya mendapatkan momentum untuk diwujudkan.
Berbeda dari tema film keluarga lainnya, Rapi Film menghadirkan Tunggu Aku Sukses Nanti yang membawa tema besar pada kumpul keluarga saat Lebaran.
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Joko Anwar menjelaskan bahwa pemilihan latar penjara di film Ghost in the Cell bukan sekadar untuk membangun suasana seram, melainkan sebagai metafora kondisi masyarakat.
Produser dan sutradara kompak menyebut telah menyiapkan universe untuk Pelangi di Mars, baik itu berupa sekuel, prekuel ataupun spin-off.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved