Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
SUTRADARA Jepang Hirokazu Kore-eda mengatakan pengalaman yang didapat dari bekerja sama dengan Song Kang-ho adalah hal baru baginya.
"Selama syuting, saya pikir dia lebih dari sekadar pria berkaliber tinggi. Untuk adegan, dia tampil menyegarkan dan berbeda-beda, bahkan untuk take berulang-ulang," kata sutradara itu, seperti dikutip dari Yonhap, Jumat (3/6).
"Saya belum pernah merasakan hal ini dengan aktor lain sebelumnya. Saya terpukau dengan penampilannya dan penasaran bagaimana dia bisa melakukannya," lanjutnya.
Baca juga: Bene Dion Angkat Keresahan Anak Batak Lewat Film
Song Kang-ho menerima penghargaan Aktor Terbaik di Festival Film Cannes lewat akting sebagai Sang-hyun di film teranyar Kore-eda, Broker, drama keluarga yang mengisahkan perjalanan orang-orang yang mencari orangtua adopsi untuk bayi yang ditinggalkan di kotak bayi.
Ini adalah proyek Korea pertama untuk sang sutradara yang bekerja sama dengan pemeran-pemeran asal Negeri Ginseng, termasuk Bae Doo-na dan Lee Ji-eun alias bintang K-pop IU, serta Gang Dong-won.
Kore-eda, peraih penghargaan Palme d'Or di Cannes untuk film Shoplifter pada 2018, mengatakan kehadiran Song mencolok saat syuting adegan di mana Sang-hyun dan timnya menemukan bocah bernama Hae-jin dari panti asuhan lokal ikut menumpang van dan ingin bergabung dengan kelompok tersebut.
"Adegan itu saya ambil beberapa kali. Tapi di setiap adegan, reaksi Song berbeda dan dialognya selalu baru. Luar biasa," puji dia.
"Kalau film ini nanti dirilis dalam DVD, saya ingin memasukkan semua adegan itu agar penonton bisa menikmati penampilan Song," imbuhnya.
Kore-eda juga turut berbahagia dengan penghargaan yang didapat sang aktor di Cannes. Itu adalah penghargaan Cannes pertama untuk Song Kang-ho meski dia membintangi film-film yang memenangi Cannes, termasuk Parasite dan Thirst.
"Saya bahagia Song mendapat penghargaan. Sebagai sutradara, saya tidak percaya bila dipuji, tapi bila aktor-aktor saya dapat penghargaan, saya selalu bahagia. Tak ada keraguan," ungkap Kore-eda.
Broker adalah film kedua Kore-eda yang pemeran utamanya membawa pulang penghargaan aktor terbaik di Cannes setelah Nobody Knows (2004) mengantarkan Yuya Yagira jadi pemenang termuda di usia 14 tahun.
Sutradara Jepang itu mengaku tidak masalah mendengar kritik tentang film yang menceritakan sekelompok penculik mencuri bayi dan menjualnya untuk diadopsi secara ilegal.
"Saya tidak mau membuat film yang jelas membuat batasan antara mana yang benar dan salah. Saya ingin menampilkan dunia di zona abu-abu," kata dia, merujuk kepada film Shoplifters, yang menceritakan sekelompok pencuri bergabung menjadi keluarga yang tidak konvensional.
"Jika plot tidak sesuai dengan ekspektasi penonton sejak awal, memang itu yang saya maksud," pungkasnya. (Ant./OL-1)
Setelah sebelumnya sukses mengarahkan serial Pertaruhan, Sidharta Tata menyebut film Ikatan Darah sebagai ambisi lama yang akhirnya mendapatkan momentum untuk diwujudkan.
Berbeda dari tema film keluarga lainnya, Rapi Film menghadirkan Tunggu Aku Sukses Nanti yang membawa tema besar pada kumpul keluarga saat Lebaran.
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Joko Anwar menjelaskan bahwa pemilihan latar penjara di film Ghost in the Cell bukan sekadar untuk membangun suasana seram, melainkan sebagai metafora kondisi masyarakat.
Produser dan sutradara kompak menyebut telah menyiapkan universe untuk Pelangi di Mars, baik itu berupa sekuel, prekuel ataupun spin-off.
Sebelum memutuskan untuk berkonsultasi dengan ahli, Audy Item sempat mencoba berbagai metode diet dan olahraga berdasarkan informasi dari internet maupun rekomendasi teman.
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia Estianty genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved