Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
MANTAN artis cilik sekaligus founder Green Movement Indonesia Tasya Kamila mengatakan dirinya percaya setiap masyarakat, khususnya anak muda dapat mengatasi masalah dan tantangan lingkungan jika dilakukan bersama-sama.
"Menurutku, masing-masing dari kita sudah memiliki andil (menjaga lingkungan). Semuanya bisa kok untuk menanggulangi masalah dan tantangan lingkungan. Apalagi anak muda yang mana punya kapabilitas lebih untuk bisa beradaptasi dengan kebiasaan-kebiasaan baru. Dan kita lebih terbuka untuk menerima perubahan," kata Tasya saat diskusi daring, dikutip Senin (7/3).
Menurut dia, upaya-upaya itu bisa dimulai dari hal-hal yang bisa lakukan di rumah, seperti memilah sampah.
Baca juga : Tasya Kamila Optimis Lagu Anak Indonesia Bisa Bersaing
Baca juga : Tasya Kamila Optimis Lagu Anak Indonesia Bisa Bersaing
Tasya percaya perubahan ke arah ramah lingkungan jika dilakukan secara konsisten akan membentuk kebiasaan dan bukan lagi menjadi beban.
Lebih lanjut Tasya mengatakan, tindakan sekecil apa pun akan sangat berdampak terhadap lingkungan. Misalnya, seperti kebiasaan meremehkan membuang sampah sembarangan. Kebiasaan tersebut pun tentu tidak hanya akan berdampak pada diri sendiri tetapi juga orang lain dan lingkungan.
Baca juga : Pemprov Kalsel Bagikan 18 Perahu untuk Atasi Sampah di Sungai Martapura
"Aku percaya apa yang kita lakukan sehari-hari, di tiap keputusan yang kita ambil, akan ada dampaknya bagi lingkungan di sekitar kita. Pokoknya apa pun yang kita lakukan untuk alam ini, lingkungan itu akan ada dampaknya nih buat kita," kata Tasya.
Baca juga : Pemprov Kalsel Bagikan 18 Perahu untuk Atasi Sampah di Sungai Martapura
"Misal sesimpel kadang suka mikir, "Aduh buang sampah sembarangan, udahlah satu doang apa sih ngaruhnya untuk hidup?". Tapi kalau tindakan ini dilakukan atau dipikirkan 1 juta orang maka sudah ada 1 juta sampah yang dibuang sembarangan," tambahnya.
Baca juga : Bersih-Bersih Kali Pulo Melalui Program BRI Jaga Sungai Jaga Kehidupan
Jika pemikiran itu terus terjadi di masyarakat, penimbunan sampah pun akan mengakibatkan dampak yang bermacam-macam termasuk pemanasan global dan perubahan iklim.
Meskipun sudah tertib membuang sampah pada tempatnya, jika sampah di rumah tidak dipilah dan diolah tentu tetap akan menjadi tumpukan sampah di empat pembuangan akhir (TPA) yang akhirnya akan menghasilkan gas metana.
Baca juga : Bersih-Bersih Kali Pulo Melalui Program BRI Jaga Sungai Jaga Kehidupan
Baca juga : Langkah Membummi Festival Wujudkan Kolaborasi Hadapi Tantangan Iklim
Oleh sebab itu, dia pun mengajak masyarakat agar bersama-sama menumbuhkan kebiasaan memilah dan mengolah sampah dengan baik dan benar.
"Walaupun kita sudah tertib buang sampah pada tempatnya, tapi kalau sampah itu nggak dikelola dari rumah kita sendiri, nanti kan akan diangkut ke TPA. Nah, sampah-sampah yang di TPA itu nggak semua bisa langsung diproses. Seringnya sampah itu menumpuk dan akan menghasilkan gas metana yang tentunya berkontribusi juga tentunya terhadap pemanasan global dan perubahan iklim," jelas Tasya.
"Jadikan pengelolaan sampah di rumah ini jadi kebiasaan sehari-hari. Bikin sistem olahan sampah yang bisa diikuti sama semua anggota keluarga di rumah. Ajak orang rumah untuk ikut berpartisipasi memilah dan mengolah sampah. Bagikan juga pengalaman itu di sosmed supaya banyak yang terinspirasi dan mau bergerak," tutupnya. (Ant/OL-1)
Baca juga : Pelajari dan Dukung Implementasi Teknologi BBJP, Kementerian Korea Selatan Kunjungi Kota Cilegon
Jika masalah sampah tidak segera dibenahi, sejumlah TPA diperkirakan mencapai batas maksimal pada 2028.
Persoalan sampah ini harus dilakukan melalui langkah nyata dan terukur. Ini harus kita kerjakan bersama-sama
SEBAGAI bagian dari perayaan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 yang jatuh setiap tanggal 21 Februari, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) terus melakukan berbagai inisiatif.
Tempat sampah AI Srikandi yang dikembangkan Nusabin kini memasuki fase implementasi.
PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong pariwisata berkelanjutan melalui aksi Beach Clean Up di Pantai Kelan, Bali.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq bersama jajaran KLH melanjutkan rangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026.
KECINTAAN Justisia Dewi pada jam tangan, dan kepeduliannya terhadap lingkungan menjadi salah satu sumber inspirasi usahanya. Ia menghadirkan Ma.ja Watch pada tahun 2021
PTPN IV PalmCo memperkuat mitigasi Karhutla 2026 melalui kolaborasi dengan TNI-Polri dan pemantauan digital berbasis AI ARFINA.
Robot bawah laut otonom Mako diuji di Great Barrier Reef untuk menanam benih lamun secara presisi. Teknologi ini diklaim mampu mempercepat restorasi.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan rencana pembangunan PLTSa di Sunter, Rorotan, Bantargebang, dan Jakarta Barat.
sudah ada inovasi dalam mengatasi masalah sampah dalam skala rumah tangga hingga satu desa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved