Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PASANGAN selebritas Alyssa Soebandono dan Dude Harlino mengapresiasi tayangan-tayangan ramah anak yang mulai bermunculan sehingga mereka tidak was-was dalam memilih konten untuk buah hati.
"Kami sangat berterimakasih kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dalam pemantauan, memudahkan kita orangtua memilih mana tayangan ramah anak," kata Alyssa dalam konferensi pers Anugerah KPI 2021, Selasa (14/12).
Alyssa mengatakan, dengan adanya kategorisasi tayangan yang diperuntukkan untuk anak, dia dan Dude lebih mudah memilih mana tontonan yang boleh ditonton oleh buah hati mereka.
Baca juga: Reza Artamevia Sebut Penyanyi Harus Punya Jiwa Melayani
"Kami bersyukur banyak masyarakat dan KPI yang aware sama tayangan yang pantas ditonton anak-anak," katanya sembari tersenyum.
Alyssa menuturkan, dia dan Dude kini sedang membintangi sinetron yang ceritanya ditujukan untuk anak-anak dengan pemeran yang juga diramaikan aktor-aktor cilik.
Jam penayangannya juga siang hari sehingga bisa ditonton semua umur.
Alyssa mengatakan, proyek ini merupakan terobosan baru di dunia sinetron yang sejak dulu didominasi tema percintaan dewasa.
"Setelah cukup lama sinetron secara tema dan pemain ditujukan untuk dewasa, di sinetron sekarang karakter anak-anaknya banyak. Kami harap untuk anak-anak di Indonesia bisa ambil pesan positif tapi orangtua harus tetap mendampingi," ungkapnya.
Alyssa dan Dude menjadi salah satu pembaca nominasi Anugerah Komisi Penyiaran Indonesia 2021 yang akan tayang pada 17 Desember 2021. (Ant/OL-1)
Minat pada film nasional terus bertumbuh, pada 2025 dari 130 juta tiket bioskop yang terjual, sebanyak 60% di antaranya merupakan karya sineas lokal.
Berlatar di sebuah apartemen mewah di New York City, film They Will Kill You mengikuti kisah Asia (Zazie Beetz), seorang mantan narapidana yang mencoba menata ulang hidupnya.
Maudy Ayunda membawakan dua lagu sekaligus untuk soundtrack Para Perasuk yaitu Aku yang Engkau Cari dan Di Tepi Lamunan di bawah arahan produser musik Lafa Pratomo.
Meski proses aplikasi riasan memakan waktu, Angga Yunanda menyebut tantangan terberat justru muncul saat proses pembersihan setelah syuting selesai.
Kisah nyata pembebasan 36 sandera di Selat Malaka yang penuh ketegangan diangkat ke layar lebar dengan judul The Hostage's Hero.
Tim produksi menemukan bahwa Uluwatu bukan sekadar destinasi wisata, melainkan ruang refleksi yang menawarkan keseimbangan antara kemewahan dan spiritualitas alam.
Psikolog Sani B. Hermawan menyarankan anak di bawah 16 tahun berkolaborasi di akun orangtua guna mematuhi PP Tunas dan menjaga keamanan digital.
Psikolog UI Prof. Rose Mini dan Alva Paramitha menyarankan orangtua kreatif berikan alternatif kegiatan nyata untuk kurangi ketergantungan gawai anak.
Penggunaan gawai justru memutus kebutuhan stimulasi tersebut karena sifatnya yang searah. Anak cenderung hanya menjadi peniru pasif tanpa memahami makna di balik kata-kata yang didengar.
Jika orangtua melarang anak bermain ponsel namun mereka sendiri sibuk dengan perangkatnya, hal itu akan mengirimkan pesan yang bertentangan bagi anak.
Anak-anak adalah peniru ulung yang belajar dari apa yang mereka lihat sehari-hari.
Perlindungan ruang digital memerlukan langkah komprehensif yang mencakup edukasi publik dan penguatan kapasitas pengguna dalam memahami risiko siber.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved