Rabu 20 Oktober 2021, 06:30 WIB

Collabonation Road to Unity Episode Terakhir Hadirkan Shaggydog

Basuki Eka Purnama | Hiburan
Collabonation Road to Unity Episode Terakhir Hadirkan Shaggydog

Dok Collabonation Road to Unity
Cuplikan adegan dalam serial dokumenter Collabonation Road to Unity

 

MIGUNANI tumraping liyan - hidup itu harus berguna untuk yang lain. Pesan itu disampaikan Heru Wahyono, vokalis Shaggydog, membuka episode terakhir dari tayangan serial dokumenter Collabonation Road to Unity - Bersatu untuk Bangkit. 

Episode bertema 'Bergerak Bersama Tanpa Henti Bersama Shaggydog' menceritakan perjalanan Iga Massardi, Kunto Aji, dan Sal Priadi yang mengunjungi Shaggydog di Yogyakarta.

Kunjungan Iga, Aji dan Sal dimulai dengan mendatangi Doggy House yang memajang berbagai karya perjalanan Shaggydog yang telah berkarya selama 24 tahun. 

Baca juga: Tanjung Perak Jazz Siap Kembali Digelar pada 21 Oktober 2021

Berbagai penghargaan telah diraih Shaggydog. Namun, bagi mereka, menjadi sebuah band tidak melulu mengenai panggung pertunjukkan. Di masa pandemi ini, Shaggydog bahkan merasa merupakan momentum yang tepat untuk kembali melihat apa yang selama ini mereka kerjakan dan lakukan, learn to pause. 

Shaggydog selalu berusaha bermusyawarah dalam menghadapi setiap permasalahan yang dihadapi, termasuk bagaimana mereka bersama-sama berusaha membantu orang-orang terdekatnya.

Untuk membantu para crew, Shaggydog memberikan kesempatan pada mereka untuk melakukan konser virtual dengan membawakan lagu Shaggydog. Hasil dari penjualan tiket dari konser virtual tersebut kemudian dibagikan kepada seluruh crew Shaggydog dan crew band lain di Yogyakarta.

Shaggydog turut membagikan cerita kepada Iga, Aji dan Sal mengenai latar belakang lagu legendarisnya yang bertajuk Di Sayidan, yang diciptakan di Sayidan, sebuah tempat personel Shaggydog sering berkumpul bersama. 

Baru-baru ini, Shaggydog merekam ulang versi keroncong dari lagu Di Sayidan. Versi ini dibuat dengan berkolaborasi bersama Puspa Jelita, grup seniman orkes keroncong di Yogyakarta yang juga menjadi karya produktif Lilik Sugiyarto, keyboardist Shaggydog. 

Heru Wahyono bercerita, "Di Yogjakarta, para seniman tradisional merupakan kelompok yang sangat terdampak pandemi. Oleh karena itu, kami berharap dengan dibuatnya versi keroncong dari lagu Di Sayidan, kami dapat bersinergi untuk menciptakan sebuah karya dan juga energi baru sekaligus membantu para seniman tradisional yang ada di Yogya, khususnya seniman keroncong".

Melalui perjalanan ini, Iga Massardi, Kunto Aji, dan Sal Priadi berkesempatan menyaksikan kolaborasi Shaggydog dengan Puspa Jelita. 

Shaggydog percaya mereka perlu dapat berkarya karena lagu yang diciptakan bisa menjadi banyak hal, tidak hanya mampu memberikan manfaat nyata  bagi masyarakat setempat namun juga terus memberikan energi positif untuk dapat bersama-sama bangkit dari situasi ini.

Dalam kesempatan yang sama, Iga Massardi turut berbagi perspektifnya terhadap cerita yang ia dapatkan, "Shaggydog bukan hanya sebuah unit musikal, namun juga memiliki dampak sosial terhadap orang-orang di sekitarnya. Melalui pembuatan label, merchandise, hingga menciptakan kolaborasi penampilan. Ini tentunya sangat memiliki dampak positif ke roda perekonomian orang-orang di sekitar yang tentunya sangat bermanfaat, khususnya di masa-masa seperti saat ini"

Tidak hanya menyampaikan cerita inspiratif dari rangkaian kegiatan Shaggydog dalam membantu sesama selama masa pandemi ini, episode ini juga menampilkan kolaborasi penampilan dari Iga Massardi, Kunto Aji, dan Sal Priadi bersama Shaggydog. Lagu berjudul 'Kembali Berdansa' sebagai kolaborasi penampilan yang kisah perjalanan ke Yogyakarta. Sementara Di Sayidan versi keroncong menjadi kolaborasi penampilan yang mengakhiri perjalanan di Yogyakarta.

Melalui rangkaian episode dari tayangan serial dokumenter Collabonation Road to Unity, Iga Massardi, Kunto Aji, dan Sal Priadi belajar bahwa karya yang istimewa tidak lahir dari hitungan hari, namun dibutuhkan perjalanan panjang untuk bangun, bangkit dan tetap bertahan dalam satu kesatuan. 

Perjalanan ini begitu banyak mengajarkan bahwa sesuatu yang lahir dari hati, tidak hanya melahirkan karya-karya terbaik, namun juga formulasi untuk banyak melewati masa sulit. Dengan tetap berjalan bersama dan membuka diri untuk berkolaborasi, kita tidak hanya mampu bangkit dan bertahan sendiri, namun juga bermanfaat bagi banyak orang. (RO/OL-1)

VIDEO TERKAIT:

Baca Juga

Dok. pribadi

Nostalgia Hiphop Jadul di Album Rock And Roll Daus Rojali

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Selasa 30 November 2021, 14:20 WIB
Tercatat 10 lagu yang terdapat di album bertajuk Rock And Roll merupakan lagu yang sebagian besar di produksi saat pandemi covid 19...
Instagram @radwimps_jp

RADWIMPS Rilis Video Live TWILIGHT

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 30 November 2021, 12:32 WIB
TWILIGHT merupakan lagu tema dari WE ARE ONE, yang merupakan special project untuk memperingati volume ke-100 manga dan episode ke-1.000...
Instagram @marshanda99

Ini Kata Marshanda Soal Berdamai dengan Masa Lalu

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 30 November 2021, 12:25 WIB
Memaafkan masa lalu dan berdamai dengan diri merupakan sebuah pencapaian tersendiri bagi mereka yang pernah mengalami trauma dan luka...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya