Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSIK elektronik saat ini telah menjadi salah satu dari berbagai genre musik yang cukup digandrungi masyarakat Indonesia, khususnya sebagai lagu pengiring yang dapat menunjang vibrasi akan semangat untuk beraktivitas. Melihat tren tersebut, Whisnu Santika hadir berkolaborasi dengan Liquid Silva menyajikan lagu yang berjudul Que Pasa sebagai bentuk upaya dalam menghasilkan kultur musik baru di Indonesia dan sebagai teman di situasi pandemi seperti saat ini.
Lagu tersebut dirilis di platform YouTube channel Whisnu Santika pada Rabu (7/7) lalu dan di semua Digital Streaming Platform (DSP). Hingga saat ini, karya-karya Whisnu sudah ditonton dan didengar sebanyak lebih dari 1.3 Juta di platform YouTube channel Whisnu Santika dan lebih dari 10.000 kali didengar di Spotify setiap bulan.
Baca juga: Lagu Scentless Apprentice Terinspirasi dari Novel Favorit Kurt Cobain
“Kita hidup di zaman yang serba digital dengan tantangan yang lebih berat di masa pandemi. Dalam kondisi seperti ini, kita harus berani keluar dari zona nyaman untuk tetap produktif. Melalui media musik, saya mencoba untuk tetap aktif berkarya dengan tujuan untuk memanusiakan manusia lewat musik, karena musik adalah bahasa universal yang dapat diterima oleh semua orang,” tutur Wisnu.
Ketertarikan akan musik, kata Wisnu, terinspirasi dari banyak sosok, salah satunya adalah almarhum Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid atau yang kerap dikenal sebagai Gus Dur. “Kenapa Gus Dur?, Beliau adalah sosok pejuang kemanusiaan yang selalu memberikan semangat kehidupan untuk semua kalangan dan juga seorang figur penggemar musik semasa hidupnya."
Konsep Memanusiakan Manusia melalui musik itulah kata dia kemudian hadir untuk dapat memberikan warna baru akan kultur musik di Indonesia yang berjudul Que Pasa. Setelah mengulik berbagai macam genre, Whisnu akhirnya memilih genre yang berasal dari Amerika Latin khususnya musik-musik yang berkembang di negara Brasil dan Spanyol, dan kemudian berkolaborasi dengan Liquid Silva untuk lagu terbarunya tersebut.
Menurutnya, Que Pasa itu merupakan hasil revolusi lagu Chitty Chitty Bang! yang telah mendulang kesuksesan pada 2019 dan dituju sebagai kultur musik baru di Indonesia seraya memberikan vibrasi semangat sebagai pendamping aktivitas masyarakat melalui lantunan irama khas Amerika Latin. Que Pasa juga bisa dijadikan di sebagai penunjang hiburan saat tetap berada di rumah untuk bersantai serta dapat menjadi lagu pengiring kegiatan berolahraga.
Whisnu percaya bahwa musik adalah bahasa universal yang bisa diartikan sebagai hiburan untuk pendengarnya, terlebih lantunan khas musik dance Amerika Latin yang catchy bisa menjadi nafas segar di tengah terpaan krisis seperti kondisi saat ini. Karya Whisnu kali ini memberikan dampak positif sebagai penunjang hiburan di berbagai kalangan masyarakat melalui sentuhan kultur musik baru,
“Adanya situasi pandemi, justru semakin memotivasi saya untuk keluar dari zona nyaman dengan terus berkarya secara kreatif di belantika musik Indonesia guna menjadi penunjang hiburan dan penyemangat aktivitas masyarakat. Semoga dengan karya saya ini bisa menghasilkan vibrasi untuk penyemangat semua orang dan bisa menjadi mood booster para pejuang kehidupan,” kata Whisnu. (RO/A-1)
Secara tematik, single Semalam dari Armada berbicara tentang momen ketika kerinduan seseorang sudah tidak terbendung lagi hingga terbawa ke alam bawah sadar.
Melalui Manusia Favorit, Andien tidak sekadar bernyanyi; ia menuturkan cerita tentang orang-orang yang dinilai paling berarti dalam hidup.
Berbeda dari harmoni R&B halus yang selama ini menjadi ciri khas mereka, Gachi Funk menampilkan sisi WOLF HOWL HARMONY yang lebih meriah dan bersemangat.
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Joko Anwar menjelaskan bahwa pemilihan lagu Cicak-cicak di Dinding bukanlah sekadar pemanis, melainkan cerminan perilaku entitas hantu di dalam film Ghost in the Cell.
Jingle perusahaan merupakan instrumen promosi, bukan komersial.
Lagu atau musik yang muncul dalam video streaming maupun live streaming di platform digital merupakan objek pengumpulan royalti.
Perilisan lagu berjudul Miliaran Manusia dan Agency ini bertujuan untuk memperkenalkan nuansa pementasan kepada calon penonton Musikal Perahu Kertas.
60 pencipta lagu yang tergabung dalam Garda Publik Pencipta Lagu (Garputala) melaporkan Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
SPOTIFY resmi merilis Wrapped 2025 untuk para pendengar di seluruh dunia. Setiap tahunnya, Spotify Wrapped merangkum perjalanan mendengarkan musik dan podcast
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved